HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR. KARTIKA MAYASARI
Ditinjau oleh
DR. KARTIKA MAYASARI

Bintitan - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 4, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 4 menit

Bintitan atau dalam istilah medis dinamakan Hordeolum merupakan benjolan yang muncul pada kelopak mata. Bintitan dapat muncul baik di kelopak mata dalam atau luar, atas atau bawah.

Bintitan dapat terasa nyeri karena adanya peradangan Ssupuratif pada kelopak mata. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan pada mata seperti ada sesuatu yang mengganjal. Dasar pengobatan bintitan adalah menghalang perkembangan infeksi bakteri dengan obat-obatan dan kompres hangat.

Bintitan disebabkan adnaya infeksi bakteri Staphylococcus Aureus pada kelenjar sebasea di mata. Penyebab lain adalah penyumbatan kelenjar mata di sekitar kelopak mata yang memblokir aliran kelenjar sehingga menimbulkan peradangan.

Penyakit ini menyerang laki-laki dan perempuan semua umur. Bintitan timbul seperti jerawat yang besar dan timbul tiba-tiba di kelopak mata. Pada bintitan ringan baisanya tidak menganggu penglihatan dan tidak menyebabkan kondisi lain pada bagian mata.

Kondisi bintitan sangat mirip dengan Blefaritis yang berupa radang kronik pada tepi kelopak mata atau kelenjar Meibom. Gejala biasanya terjadi gangguan langsung pada infeksi mata atau Konjungtivitis atau Blefaritis.

Secara keseluruhan bintitan dibagi menjadi 2 bentuk antara lain:

Hordeolum Eksternum

Bintitan luar muncul di luar kelopak mata. Pada pemeriksan tampak penonjolan pada kulit luar di ujung garis bulu mata akibat dari infeksi
kelenjar Zeiss Moll di mata.

Hordeolum Internum

Bintitan dalam muncul di dalam kelopak mata. Akan timbul tonjolan pada daerah kulit dalam kelopak mata dengan kesan merah dan licin. Terkadang muncul nanah yang keuar dari pangkal rambut. Ini disebabkan infeksi pada kelenjar meibom. Bintitan dalam akan terasa lebih nyeri dibanding bintitan sisi luar.

Gejala yang muncul pada Bintitan

  • Timbul benjolan yang sakit, terutama pada bintitan sisi dalam (Hordeolum Internum)
  • Rasa mengganjal di kelopak mata
  • Benjolan berwarna kemerahan
  • Sakit saat ditekan atau saat menunduk
  • Mata berair
  • Muncul kotoran pada mata
  • Terdapat pus di dalam pembengkakan, ditandai dengan adanya titik kuning di tengah benjolan.

Bintitan yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan pembengkakan kronik yang dinamakan Kalazion. Pada Kalazion tidak disertai rasa nyeri, tetapi pembengkakan dan peradangan kian memberat.

Pembengkakan dapat semakin menonjol menjadi granuloma sehingga permukaan mata sehingga dapat menekan bola mata dan memicu astigmatisma mata.

Apa yang menyebabkan Mata Bintitan?

Mata bintit dapat terjadi ketika kelenjar minyak di kelopak mata terinfeksi. Infeksi ini paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Bakteri ini biasanya hidup di sekitar permukaan kelopak mata tanpa menyebabkan kerusakan. 

Namun, ketika kelenjar tersumbat dengan sel kulit mati atau minyak, bakteri ini dapat terperangkap di kelenjar dan menyebabkan infeksi.

Infeksi dapat terjadi pada area berikut:

  • Folikel bulu mata:  lubang kecil di kulit tempat bulu mata tumbuh.
  • Kelenjar minyak: kelenjar ini melekat pada folikel bulu mata dan menghasilkan zat berminyak yang disebut sebum, yang melumasi bulu mata untuk mencegah bulu mata mengering.
  • Kelenjar apokrin: kelenjar keringat ini melekat pada folikel bulu mata dan membantu menjaga mata agar tidak terlalu kering.

Orang-orang lebih mungkin mengalami mata bintit jika mereka memiliki kondisi mata inflamasi kronis, seperti blepharitis. Mereka yang sering menggosok mata dengan tangan yang tidak dicuci juga berisiko lebih tinggi mengalami hal ini. 

Karena anak-anak cenderung memiliki kontak langsung paling banyak dengan bakteri dan mungkin jarang mencuci tangan mereka dengan saksama, anak-anak lebih berisiko mengalami bintitan daripada orang dewasa.

Pemeriksaan mata pada Bintitan

Kondisi ini sebenarnya hanya perlu pemeriksaan sederhana dengan melakukan pemeriksaan fisik pada mata dan kelopak mata. Pada bintitan yang telah kronik (Kalazion) mungkin perlu pemeriksaan visus atau penglihatan mata bila terjadi penenakanan bola mata karena beresiko Astigmatisma atau mata rabun. 

Penanganan pada Bintitan

Walau terkadang bintitan yang kecil bisa sembuh sendiri, anda perlu memberi penanganan awal sehingga tidak berisiko bintitan dapat membesar atau muncul kembali. Dasar pengobatan pada bintitan adalah menghilangkan infeksi sekaligus mengurangi gejala.

Selain pemberian obat, dapat diberikan kompres hangat untuk mengurangi pembengkakan. Kompres kelopak mata selama 10 menit dalam 4 kali sehari.

Obat utama yag diberikan yaitu antibiotik Topikal berupa salep atau tetes mata. Obat antibiotik Topikal yang dapat diberikan yaitu Gentamisin, Neomycin, Kloramfenikol, dan Polimyxin B. Bila tidak membaik, dapat diikuti dengan antibiotik minum seperti Ampisilin, Amoksisilin dan Eritromisin.

Bintitan dengan nanah atau pus di dalamnya perlu dikeluarkan dengan inisis atau sayatan kecil untuk mengeluarkan pus sehingga mengurangi infeksi.

Bintitan yang tidak disembuhkan dapat menyebabkan kondisi berat atau Kalazion. Bla muncul Kalazion pada kelopak mata maka perlu injeksi Steroid untuk mengurangi pembengkakan yang lebih cepat, terutama pada Kalazion yang berukuran kecil.

Pada Kalazion yang berukuran besar maka perlu teknik Insisi dan Kuretase oleh dokter untuk mengangkat Granuloma yang menyebabkan penekanan pada bola mata.

Pada mata yang bintitan disarankan untuk tidak menggunakan lensa kontak. Biasakan hidup yang bersih dan jangan membiasakan menyentuh atau mengucek mata dengan tangan. Tangan yang kotor menjadi sumber kuman dan dapat menginfeksi mata. Hindai pemakaian kosmetik mata bila terjadi bintitan. Pada kondisi nyeri dapat diberikan obat analgesik.

Bagaimana cara mencegah bintitan?

Bintitan dapat dicegah dengan satu cara yaitu menjaga kebersihan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan untuk dapat mencegah terjadinya bintitan:

1. Menjaga kebersihan tangan saat bersentuhan dengan mata

Terkadang Anda tidak sadar mengucek mata dengan tangan yang kotor. Ini adalah cara yang paling umum yang dapat menyebabkan bintitan.

2. Memeriksa kadaluarsa kosmetik

Kosmetik untuk wajah memiliki tanggal kadaluarsa yang dapat menjaga dari kadar bakteri yang terkandung. Setiap Anda menggunakan kosmetik wajah, selalu tutup rapat karena bakteri mudah masuk.

Jika Anda sering mengalami bintitan (lebih dari 2-3 kali dalam waktu berdekatan) segera periksakan kepada dokter spesialis mata.

3. Tidak menggunakan lensa kontak saat mata teriritasi

Mata yang teriritasi sangat mudah terinfeksi oleh bakteri. Jika Anda menggunakan lensa kontak pastikan mata sedang dalam keadaan baik dan tangan sangat bersih.

4. Selalu membersihkan wajah sebelum tidur

Setelah beraktifitas seharian, wajah akan banyak tertempel debu dan kotoran. Jika Anda tidak segera membersihkannya, maka infeksi yang menyebabkan bintitan akan mudah terjadi.

Bintitan bukan merupakanhal yang berbahaya, namun merupakan ‘sinyal’ bahwa ada bakteri yang menginfeksi kelenjar kelopak mata Anda. Jika terjadi pada Anda, sebaiknya mulailah untuk lebih  memperhatikan kebersihan tangan dan wajah Anda. 


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Kozarsky, A. Web MD (2019). What is a Stye. (https://www.webmd.com/eye-health/understanding-stye-basics)
Salvin, J. Kids Health (2015). Styes. (https://kidshealth.org/en/teens/stye.html)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app