Bintitan - Penyebab, Gejala dan, Pengobatan

Update terakhir: Mar 6, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 202.008 orang

Bintitan atau dalam istilah medis dinamakan Hordeolum merupakan benjolan yang muncul pada kelopak mata. Bintitan dapat muncul baik di kelopak mata dalam atau luar, atas atau bawah.

Bintitan dapat terasa nyeri karena adanya peradangan Ssupuratif pada kelopak mata. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan pada mata seperti ada sesuatu yang mengganjal. Dasar pengobatan bintitan adalah menghalang perkembangan infeksi bakteri dengan obat-obatan dan kompres hangat.

Bintitan disebabkan adnaya infeksi bakteri Staphylococcus Aureus pada kelenjar sebasea di mata. Penyebab lain adalah penyumbatan kelenjar mata di sekitar kelopak mata yang memblokir aliran kelenjar sehingga menimbulkan peradangan.

Penyakit ini menyerang laki-laki dan perempuan semua umur. Bintitan timbul seperti jerawat yang besar dan timbul tiba-tiba di kelopak mata. Pada bintitan ringan baisanya tidak menganggu penglihatan dan tidak menyebabkan kondisi lain pada bagian mata.

Kondisi bintitan sangat mirip dengan Blefaritis yang berupa radang kronik pada tepi kelopak mata atau kelenjar Meibom. Gejala biasanya terjadi gangguan langsung pada infeksi mata atau Konjungtivitis atau Blefaritis.

Secara keseluruhan bintitan dibagi menjadi 2 bentuk antara lain:

  • Hordeolum Eksternum
    Bintitan luar muncul di luar kelopak mata. Pada pemeriksan tampak penonjolan pada kulit luar di ujung garis bulu mata akibat dari infeksi kelenjar Zeiss Moll di mata.

  • Hordeolum Internum
  • Bintitan dalam muncul di dalam kelopak mata. Akan timbul tonjolan pada daerah kulit dalam kelopak mata dengan kesan merah dan licin. Terkadang muncul nanah yang keuar dari pangkal rambut. Ini disebabkan infeksi pada kelenjar meibom. Bintitan dalam akan terasa lebih nyeri dibanding bintitan sisi luar.

Gejala yang muncul pada Bintitan

  • Timbul benjolan yang sakit, terutama pada bintitan sisi dalam (Hordeolum Internum)
  • Rasa mengganjal di kelopak mata
  • Benjolan berwarna kemerahan
  • Sakit saat ditekan atau saat menunduk
  • Mata berair
  • Muncul kotoran pada mata
  • Terdapat pus di dalam pembengkakan, ditandai dengan adanya titik kuning di tengah benjolan.

Bintitan yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan pembengkakan kronik yang dinamakan Kalazion. Pada Kalazion tidak disertai rasa nyeri, tetapi pembengkakan dan peradangan kian memberat.

Pembengkakan dapat semakin menonjol menjadi granuloma sehingga permukaan mata sehingga dapat menekan bola mata dan memicu astigmatisma mata.  

Pemeriksaan mata pada Bintitan

Kondisi ini sebenarnya hanya perlu pemeriksaan sederhana dengan melakukan pemeriksaan fisik pada mata dan kelopak mata. Pada bintitan yang telah kronik (Kalazion) mungkin perlu pemeriksaan visus atau penglihatan mata bila terjadi penenakanan bola mata karena beresiko Astigmatisma atau mata rabun. 

Penanganan pada Bintitan

Walau terkadang bintitan yang kecil bisa senbuh sendiri, anda perlu memberi penanganan awal sehingga tidak berisiko bintitan dapat membesar atau muncul kembali. Dasar pengobatan pada bintitan adalah menghilangkan infeksi sekaligus mengurangi gejala.

Selain pemberian obat, dapat diberikan kompres hangat untuk mengurangi pembengkakan. Kompres kelopak mata selama 10 menit dalam 4 kali sehari.

Obat utama yag diberikan yaitu antibiotik Topikal berupa salep atau tetes mata. Obat antibiotik Topikal yang dapat diberikan yaitu Gentamisin, Neomycin, Kloramfenikol, dan Polimyxin B. Bila tidak membaik, dapat diikuti dengan antibiotik minum seperti Ampisilin, Amoksisilin dan Eritromisin.

Bintitan dengan nanah atau pus di dalamnya perlu dikeluarkan dengan inisis atau sayatan kecil untuk mengeluarkan pus sehingga mengurangi infeksi.

Bintitan yang tidak disembuhkan dapat menyebabkan kondisi berat atau Kalazion. Bla muncul Kalazion pada kelopak mata maka perlu injeksi Steroid untuk mengurangi pembengkakan yang lebih cepat, terutama pada Kalazion yang berukuran kecil.

Pada Kalazion yang berukuran besar maka perlu teknik Insisi dan Kuretase oleh dokter untuk mengangkat Granuloma yang menyebabkan penekanan pada bola mata.

Pada mata yang bintitan disarankan untuk tidak menggunakan lensa kontak. Biasakan hidup yang bersih dan jangan membiasakan menyentuh atau mengucek mata dengan tangan. Tangan yang kotor menjadi sumber kuman dan dapat menginfeksi mata. Hindai pemakaian kosmetik mata bila terjadi bintitan. Pada kondisi nyeri dapat diberikan obat analgesik.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit