Bedah Saraf dan Berbagai Jenis Tekniknya

Teknik dan metode pengobatan bedah saraf dilakukan untuk mengobati penyakit saraf, diantaranya:
Dipublish tanggal: Sep 7, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit

Bedah saraf adalah sebuah prosedur medis yang mendiagnosa atau mengobati penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf. 

Tidak hanya dilakukan pada otak, bedah saraf juga dilakukan pada saraf tulang belakang dan serabut saraf tepi yang tersebar di beberapa bagian tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Macam-macam teknik bedah saraf

Bedah saraf dilakukan berdasarkan tekniknya, yaitu:

1. Teknik diagnosis

Teknik diagnosis dibagi menjadi beberapa kelompok, diantaranya:

  1. Bedah saraf tumor: dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati tumor pada sistem saraf.
  2. Bedah saraf vaskular: dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit saraf yang disebabkan oleh kelainan pembuluh darah otak.
  3. Bedah saraf fungsional: dilakukan untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit saraf karena kelainan fungsi sistem saraf.
  4. Bedah saraf traumatik: dilakukan untuk mengobati penyakit saraf pada otak dan tulang belakang yang disebabkan oleh cedera tertentu.
  5. Bedah saraf pediatrik: adalah prosedur bedah saraf yang dilakukan untuk mengobati penyakit saraf pada bayi dan anak-anak.
  6. Bedah saraf spinalis: dilakukan untuk mengobati penyakit pada tulang belakang.

2. Teknik pengobatan

Teknik dan metode pengobatan bedah saraf dilakukan untuk mengobati penyakit saraf, diantaranya:

1. Stereotactic radiosurgery (SRS)

Metode bedah saraf SRS dilakukan dengan radiasi yang difokuskan pada titik-titik tertentu pada bagian otak. Hal ini bertujuan untuk menghancurkan sel-sel tumor pada otak. 

Radiasi yang dipancarkan akan merusak DNA dan membunuh sel-sel tumor. Radiasi yang digunakan dalam SRS bisa berupa:

  • Sinar Rontgen
  • Gamma
  • Tembakan proton

2. Neuroendoskopi

Metode bedah ini dilakukan untuk memantau kondisi saraf secara visual lalu kemudian bisa dilakukan operasi tanpa membuka tulang tengkorak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Metode ini dilakukan menggunakan endoskop yang dimasukkan lewat hidung atau mulut hingga sampai ke tengkorak. Tujuan dari metode ini adalah untuk: 

  • Mendiagnosis tumor otak secara visual
  • Mengambil sampel jaringan
  • Mengangkat tumor

Bedah otak atau kraniotomi

3. Metode bedah ini dilakukan dengan cara:

  • Membius total pasien
  • Membuka dan mengangkat sebagian kecil tulang tengkorak untuk melakukan tindakan medis pada otak
  • Bone flap atau penutup tulang tengkorak tersebut diangkat
  • Setelah tulang tengkorak dipotong dan bone flap diangkat, prosedur medis bisa dilakukan oleh dokter

Tujuan dari metode ini adalah untuk:

  • Mengangkat tumor
  • Membuang abses otak
  • Memperbaiki tulang tengkorak
  • Membuang gumpalan darah

4. Awake brain surgery

Prosedur ini dilakukan ketika pasien sadar dan obat bius yang diberikan kepada pasien hanyalah obat bius lokal dan obat penenang. Tujuan dari metode ini adalah untuk:

  • Mengobati tumor otak
  • Kejang epilepsi yang disebabkan oleh bagian otak yang dekat dengan pusat:
  • Penglihatan
  • Pergerakan anggota badan
  • Pusat bicara

Karena kondisi itulah, pasien harus tetap sadar agar bisa memberikan respon pada dokter untuk memastikan lokasi yang tepat.

5. Bedah mikro

Teknik ini menggunakan mikroskop untuk memperbaiki saraf tepi pada bagian organ tubuh yang rusak. Tujuan dari metode ini adalah:

  • Memberikan gambaran visual saraf yang sangat halus untuk membantu perbaikan saraf

6. Pemasangan ventriculoperitoneal shunt

VP shunt adalah saluran khusus yang dipasang pada pembedahan untuk: Mengurangi penumpukan cairan otak pada penderita hidrosefalus

Komplikasi bedah saraf

Komplikasi yang dapat terjadi saat operasi maupun setelah operasi bedah saraf, diantaranya:

  • Neuroendoskopi:
  • SRS:
  • Kranotomi:
  • Terbentuk gumpalan darah
  • Kejang
  • Otot melemah
  • Kelumpuhan
  • Awake brain surgery:
  • VP shunt:

Untuk menghindari komplikasi di atas, biasanya pasien akan mendapat perawatan dan pengawasan ketat di rumah sakit sampai diperbolehkan untuk pulang.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Back Surgery: Types, Recovery, Risks, and Benefits. WebMD. (https://www.webmd.com/back-pain/back-surgery-types)
Herniated disc surgery: Types, procedure, risks, and recovery. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/326780.php)
Nerve Block: Neck, Types, and Permanent. Healthline. (https://www.healthline.com/health/nerve-block)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app