Atorvastatin: Obat Untuk Mengobati Kadar Kolesterol

Update terakhir: Mar 26, 2019 Waktu baca: 6 menit
Telah dibaca 553.052 orang

Obat atorvastatin merupakan salah satu jenis obat yang digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam darah atau hiperkolesterolemia. Karena penurunan kolesterol maka obat atrovastatin juga dapat membantu mencegah serta mengurangi resiko serangan jantung dan penyakit stroke jika diimbangi dengan diet dan olahraga yang teratur.

Atorvastatin merupakan jenis obat golongan penghambat HMG-CoA reduktase atau disebut statin. HMG-COA merupakan enzim yang dapat memetabolisme dan memproduksi kolesterol. Kolesterol yang kita kenal terdiri dari LDL (low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat dan HDL (high Density Lipoprotein) atau kolesterol baik.

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01

Seperti semua statin, atorvastatin bekerja dengan cara menghambat 3-hydroxy-3-methylglutaryl-coenzyme A (HMG-CoA) reductase, suatu enzim yang berperan dalam pembentukan kolestrol. Dengan terhambatnya kinerja enzim ini kadar kolestrol dalam darah akan berkurang. Kadar LDL dikatakan normal jika berada pada kadar < 100 mg/dL.

Obat golongan statin lebih efektif dibandingkan obat-obat hipolipidemia lain dalam menurunkan kolesterol (LDL) tetapi kurang efektif dibanding golongan fibrat dalam menurunkan trigliserida. Di pasaran obat ini biasanya tersedia berupa atorvastatin calcium 10 mg, 20 mg, dan 40 mg.

Mengenai Obat Atorvastatin

Golongan:

Obat resep

Kemasan:

Tablet

Kandungan:

Dyslipidaemic agents golongan statin

Manfaat Obat Atorvastatin

Untuk menurunkan kolestrol, pengaturan diet/pola makan atau berolahraga lebih dianjurkan. Bilamana diet dan olahraga tidak menghasilkan respon yang memuaskan, penggunaan obat-obatan seperti atorvastatin bisa digunakan. Berikut adalah kegunaan atorvastatin :

Iklan dari HonestDocs
HonestDocs Health Shop - Pesan Obat Jadi Lebih Mudah!

GRATIS biaya antar obat ke seluruh Indonesia hingga Rp.30,000 (minimum transaksi Rp.50,000)

Medicine delivery 01
  • Kegunaan utama obat ini adalah sebagai terapi tambahan untuk menurunkan kadar kolestrol total, c LDL, apolipoprotein B dan trigliserida pada pasien yang mengalami hiperkolestrolemia primer.
  • Berguna juga untuk mengobati hiperlipidemia kombinasi atau campuran, serta hiperkolestrolemia familial heterozigot dan homozigot.
  • Seperti obat golongan statin lainnya, obat ini juga digunakan untuk pencegahan penyakit-penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, pasien dengan riwayat angina atau infark miokardial, dislipidemia, stroke, atau serangan iskemik transien.
  • Obat-obat statin juga digunakan untuk pasien penderita diabetes mellitus tipe 1 dan 2 jika terjadi kontrol glikemia yang buruk, kolestrol HDL rendah, peningkatan trigliserida, hipertensi atau pasien yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular dalam keluarga.

Dosis & Mekanisme Obat Atorvastatin

Sebelum mengonsumsi obat atorvastatin, perhatikan masa berlaku obat dan informasi yang tertera di dalam kemasan. Obat atorvastatin tersedia dalam bentuk tablet dengan dosis mulai dari 10 mg, 20 mg, 40 mg, hingga 80 mg. Obat dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan di jam yang sama setiap harinya. 

Atorvastatin untuk mengatasi hiperkolesterolemia dapat diberikan dengan dosis berikut :

Dosis lazim untuk orang dewasa

Dosis awal adalah 10-20 mg, sekali sehari. Dosis dapat disesuaikan tiap 4 minggu sesuai kadar LDL, HDL, dan trigliserida pada orang dewasa.. Dosis dapat ditambah menjadi 40 mg, sekali sehari. Dosis maksimal adalah 80 mg per hari.

Dosis lazim untuk anak-anak

Dosis yang diberikan adalah 10 mg, sekali sehari. Jika diperlukan, dosis dapat ditambah tiap 4 minggu hingga mencapai dosis maksimal sebesar 20 mg per hari. 

Kontra indikasi

  • Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap atorvastatin atau obat-obat golongan statin lain.
  • Jangan menggunakan obat golongan statin jika Anda sedang hamil karena diketahui berakibat buruk pada janin.
  • Pasien yang berencana untuk hamil, sebaiknya juga tidak mengkonsumsi obat ini. untuk pencegahan sebaiknya gunakan kontrasepsi yang memadai selama menggunakan obat ini.
  • Belum diketahui apakah obat ini ikut keluar bersama air susu ibu, tetapi mengingat potensi bahayanya yang tinggi, jika Snda adalah ibu menyusui, jangan menggunakan atorvastatin karena dikhawatirkan bisa mengganggu metabolisme lipid bayi.
  • Obat ini juga dikontraindikasikan terhadap pasien yang mempunyai masalah pada organ hati seperti : kolestasis, ensefalopati, hepatitis, dan penyakit kuning.

Mekanisme Obat Atorvastatin

Cara kerja yang diberikan pada penghambat HMG-COA reduktase adalah membatasi enzim untuk memproduksi kolesterol. Obat ini menekan pembentukan LDL atau kolesterol jahat yang dapat berpotensi meningkatkan resiko stroke dan penyakit jantung

Obat golongan statin sebagai penghambat HMG-COA reduktase yang dapat membantu sintesis asam mevalonat den mengurangi pemecahan kolesterol di dalam organ tubuh. Selain itu regulasi hormon insulin yang meningkat juga menimbulkan peningkatan gen HMG CoA reduktase.

Penggunaan atorvastatin pada wanita hamil

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) mengkategorikan atorvastatin kedalam kategori X dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada hewan atau manusia telah menunjukkan efek buruk pada janin dan/atau terdapat bukti positif beresiko terhadap janin manusia berdasarkan data-data efek samping yang dikumpulkan melalui penelitian atau data pemasaran, dan resikonya terbukti jelas lebih buruk daripada manfaat yang bisa diperoleh.

Atorvastatin dapat menyebabkan kerusakan janin dengan mempengaruhi kolesterol serum dan trigliserida, yang penting untuk perkembangan janin. Jika Anda sedang hamil atau sedang berencana hamil, sebaiknya tidak menggunakan obat ini, atau obat-obat golongan statin lainnya.

Efek Samping Atorvastatin

Efek samping yang ditimbulkan obat ini dapat beragam. Tetapi ada salah satu efek samping yang mungkin jarang terjadi tetapi perlu kewaspadaan, yaitu terjadinya rhabdomyolysis atau kerusakan otot-otot rangka. 

Gejala ini juga ditimbulkan pada penderita infeksi virus dan bakteri serta penggunaan obat eritromisin, cyclosporin, dan pecandu narkoba. Kelainan genetik dan gangguan metabolisme seperti hipotiroid dan diabetik ketoasidosis juga menimbulkan rhabdomyolysis.

Efek samping atorvastatin adalah sebagai berikut :

  • Efek samping yang umum diantaranya sakit kepala, hidung tersumbat, nyeri sendi, gangguan pencernaan, diare, gatal-gatal.
  • Meningkatkan resiko cedera otot (myopathy) terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dikombinasikan dengan obat-obat lain. Bila terjadi miopati dan peningkatan kadar kreatin kinase yang sangat tajam (lebih dari 5 x batas atas nilai normal), atau terjadi gejala gangguan otot yang parah, maka pemakaian obat-obat statin harus dihentikan.
  • Rhabdomyolysis, dimana jeringan otot hancur dan berisiko menyebabkan gagal ginjal. Bila terjadi, kondisi ini ditandai dengan urine berwarna gelap, sakit otot dan demam
  • Efek samping lainnya adalah kerusakan hati yang ditandai dengan kulit dan mata menguning, nyeri perut bagian atas serta penurunan nafsu makan. 

Interaksi obat

Berikut adalah interaksi atorvastatin dengan obat-obat lain :

  • Obat-obat yang menghambat enzim sitokrom p450 secara kuat seperti, itraconazole, ketoconazole, posaconazole, vorikonazol, erythromycin, clarithromycin, telitromisin sebaiknya dihindari. Jika obat-obat itu sangat dibutuhkan, hentikan pemakaian atorvastatin.
  • Penghambat enzim sitokrom p450 yang lebih lemah seperti fluconazole, siklosporin, verapamil, diltiazem harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
  • Pemberian atorvastatin dengan anti lipid lain seperti gemfibrozil harus dihindari, karena dapat menurunkan tingkat lipid secara drastis.
  • Pemberian bersamaan atorvastatin dengan colchicine, amiodaron, dronedarone, ranolazine, sakuinavir , ritonavir, atau calcium channel blockers (misalnya verapamil, diltiazem, atau amlodipine) meningkatkan resiko cedera otot (miopati) termasuk rhabdomyolysis.
  • Atorvastatin dapat menurunkan efek antikoagulan.
  • Vitamin D menurunkan kadar atorvastatin dan konsentrasi metabolit aktifnya, namun keduanya secara sinergis mengurangi kadar LDL dan konsentrasi kolesterol total.
  • Jus jeruk diketahui mengandung senyawa inhibitor CYP3A4 di dalam usus. Meminum jus jeruk saat menggunakan atorvastatin dapat menyebabkan peningkatan Cmax dan AUC, yang dapat menyebabkan meningkatnya potensi efek samping atau toksisitas.

Perhatian

Hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat hipolipidemia ini adalah sebagai berikut :

  • Obat bisa digunakan sebelum, sesudah atau bersama makanan pada malam hari.
  • Sebaiknya pasien menerapkan pola hidup sehat seperti berolahraga, meningkatkan konsumsi makanan berserat tinggi, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan mengkonsumsi diet rendah kolestrol.
  • Obat golongan statin harus digunakan dengan hati-hati pada peminum alkohol.
  • Selama konsumsi obat atorvastatin, disarankan untuk tidak mengkombinasinya dengan obat golongan fibrat karena dapat meningkatkan resiko rhabdomyolisis yang semakin berat.
  • Obat ini tidak boleh dikonsumsi pada ibu hamil karena sangat berbahaya bagi bayi.
  • Obat atrovastatin tidak boleh dikonsumsi  pada ibu yang sedang dalam tahap menyusui anaknya.
  • Penggunaan atorvastatin harus dilakukan secara hati-hati dan dengan pengawasan dokter untuk pasien yang menderita gangguan hati, ginjal, kelenjar tiroid, dan pasien-pasien yang pernah mengalami keluhan cedera otot.
  • Fungsi hari harus diperiksa sebelum dan sesudah menggunakan obat ini karena adanya potensi hepatotoksisitas.
  • Hipotiroidisme harus diatasi sebelum menggunakan obat-obat golongan statin.
  • Selalu lakukan pemantauan kadar kolestrol secara berkala sebagai bahan evaluasi dosis dari dokter Anda.
  • Atorvastatin dapat menyebabkan pusing, sebaiknya jangan mengemudi atau menyalakan mesin selama menggunakan obat ini.
  • Konsultasi pada dokter apabila Anda tengah mengonsumsi obat antivirus atau antijamur sebelum mengonsumsi atorvastatin.
  • Laporkan kepada dokter Anda jika anda mengalami gejala nyeri otot, rasa kaku, atau rasa lemah otot yang penyebabnya tidak diketahui dengan pasti.

Dalam pemilihan obat, manfaat yang diperoleh harus dipastikan lebih besar daripada risiko yang mungkin dialami pasien. Oleh karena itu, penggunaan Atorvastatin harus sesuai dengan yang dianjurkan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit

Pesan Pengiriman Obat Ini

Chat dengan kami di WhatsApp! Kami dapat membantu mengantarkan obat ke rumah Anda se-Indonesia dalam waktu 3 hari atau lebih cepat dalam 24 jam di wilayah DKI Jakarta dengan pembayaran melalui transfer bank atau Go-Pay. Catatan: Kami bukanlah apotek atau toko obat dan kami tidak menjual obat secara langsung. Jasa pengiriman kami bertujuan untuk memberikan kenyamanan kepada pasien dengan pengambilan pesanan obat Anda di apotek. Perlu diketahui bahwa ada obat-obatan tertentu yang tidak dapat dikirimkan sesuai dengan ketentuan hukum

Chat di WhatsApp