Apakah Benar Anemia Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Dipublish tanggal: Agu 26, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mar 19, 2020 Waktu baca: 3 menit
Apakah Benar Anemia Bisa Menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Gangguan pendengaran mungkin dapat disebabkan oleh anemia defisiensi besi. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang dengan anemia defisiensi besi memiliki kemungkinan mengalami gangguan pendengaran dibandingkan orang tanpa anemia. 

Dalam penelitian tersebut, orang dengan anemia defisiensi besi (IDA) memiliki kemungkinan dua kali lebih besar mengalami gangguan pendengaran dibandingkan mereka yang tidak memiliki kelainan darah

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Untuk menemukan kaitannya, para peneliti dengan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Pennsylvania menganalisis catatan medis dari 305.339 orang dewasa antara usia 21 dan 90. 

Penelitian yang diterbitkan pada 2017 ini tidak dirancang untuk membuktikan bahwa anemia defisiensi besi menyebabkan gangguan pendengaran, hanya saja ada hubungan antara keduanya. 

Namun, penelitian yang lebih lama telah menemukan hubungan yang serupa. Satu penelitian dari tahun 2002 menemukan hubungan antara diet kaya zat besi dan pendengaran pada frekuensi tinggi yang lebih baik.

Pada penelitian yang sama, anemia defisiensi besi diketahui dapat menyebabkan dua jenis gangguan pendengaran.

Yang pertama disebut gangguan pendengaran sensorineural dan yang kedua adalah gangguan pendengaran campuran antara tuli sensorineural dan gangguan pendengaran konduktif. 

Gangguan pendengaran sensorineural terjadi ketika telinga bagian dalam atau jalur saraf dari telinga bagian dalam ke otak rusak. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Sedangkan gangguan pendengaran konduktif adalah ketika terjadi gangguan dalam menghantarkan gelombang suara yang terjadi dari telinga luar ke gendang telinga atau telinga tengah.

Bagaimana Anemia Defisiensi Besi dapat menyebabkan Gangguan Pendengaran?

Zat besi membantu sel darah membawa oksigen dari paru-paru ke tubuh. Telinga bagian dalam Anda membutuhkan suplai darah yang kaya oksigen dan sehat agar dapat berfungsi secara normal.

Meskipun peran zat besi di telinga bagian dalam masih belum jelas, pasokan darah ke daerah ini sangat sensitif terhadap kerusakan iskemik (kerusakan struktur organ akibat kekurangan aliran darah).

Pada telinga bagian dalam, oksigen diperlukan untuk menjaga kesehatan sel-sel rambut sensorik yang terlibat dalam menerjemahkan suara menjadi impuls listrik. 

Kekurangan oksigen dapat merusak sel-sel rambut sensorik ini, dan mempengaruhi cara sel-sel rambut sensorik ini dalam melakukan terjemahan dan mengirimkan impuls ke otak untuk ditafsirkan. 

Kekurangan oksigen pada bagian telinga dalam juga dapat menyebabkan tinnitus, atau gejala telinga berdenging

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Siapa yang berisiko mengalami Anemia Defisiensi Besi?

Kebanyakan orang dengan anemia jenis ini tidak memiliki gejala, tetapi kadar zat besi yang rendah secara kronis dapat menyebabkan beberapa gejala seperti kelelahan, sesak napas, atau nyeri dada.

Siapa pun dapat mengalami anemia defisiensi besi, meskipun kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita selama masa subur karena proses kehilangan darah selama menstruasi

Perubahan darah selama kehamilan juga bisa menyebabkan anemia. Pada orang dewasa yang lebih tua, anemia akibat kehilangan darah adalah suatu kondisi yang cukup sering ditemukan, biasanya disebabkan oleh masalah pada sistem pencernaan.

Jenis anemia lain adalah anemia herediter, seperti anemia sel sabit, atau anemia yang disebabkan oleh penyakit kronis, seperti penyakit ginjal atau efek samping setelah kemoterapi. 

Anemia sel sabit dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada orang dewasa, tetapi suplemen zat besi tidak dianjurkan untuk kondisi ini karena bisa menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Bagi kebanyakan orang yang sehat, makan makanan yang seimbang dapat memberi tubuh pasokan zat besi yang cukup. Makanan yang kaya akan zat besi termasuk daging merah, unggas, makanan laut, kacang-kacangan, kacang polong, sayuran berdaun gelap, buah kering dan sereal dan pasta yang diperkaya zat besi.

Kapan Anda perlu memeriksakan pendengaran Anda jika Anda menderita Anemia?

Meskipun anemia defisiensi besi bisa diobati dengan baik, namun jika kondisi ini telah menyebabkan komplikasi pendengaran, jangan membeli suplemen zat besi untuk memperbaiki kondisi pendengaran Anda.

Sebelum mencoba untuk menggunakan terapi apapun, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter atau dokter spesialis Anda untuk memahami kaitan antara zat besi dalam melindungi indera pendengaran sebelum menggunakan suplementasi sebagai rencana awal pengobatan untuk gangguan dan masalah pendengaran.

Jika Anda mengalami kondisi anemia defisiensi zat besi kronis, segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

5 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Are You Anemic? The Signs to Look For. Everyday Health. (https://www.everydayhealth.com/blood-disorders/anemia/are-you-anemic-signs-look/)
Al-Katib, Sami & Alsaabary, Rawaa & Hasson, Yasir. (2019). ASSOCIATION BETWEEN IRON DEFICIENCY AND HEARING LOSS. Biochemical and Cellular Archives. 19. 1019-1024. 10.35124/bca.2019.19.1.1019.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/333603597_ASSOCIATION_BETWEEN_IRON_DEFICIENCY_AND_HEARING_LOSS)
Anemia and hearing loss: Is there a link?. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/315017)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app