Mengapa Manusia Kehilangan Pendengarannya?

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 1 menit
Mengapa Manusia Kehilangan Pendengarannya?

Kebanyakan orang mengira hilangnya pendengaran hanya dialami orang berusia lanjut, namun kenyataannya hal ini dapat menimpa siapa saja. Sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Penyebab terbesar hilangnya daya dengar manusia adalah suara yang terlalu keras. Beberapa penelitian menyebutkan, mendengarkan suara yang terlalu keras dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan kehilangan pendengaran secara permanen.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Penelitian juga menyebutkan, 10 juta orang Amerika telah mengalami kerusakan pendengaran permanen dari kebisingan. Tiga puluh  juta terpapar tingkat kebisingan yang berbahaya setiap hari. Efek kebisingan pada pendengaran seringkali diremehkan karena kerusakan terjadi secara bertahap. Misalnya mendengarkan suara dentuman tembakan yang keras dalam jarak yang sangat dekat juga dapat menyebabkan hilangnya pendengaran secara instan dan permanen.

Kemampuan mendengar manusia bergantung pada rambut di Koklea (struktur melingkar di telinga Anda yang berisi rambut-rambut kecil yang disebut Silia). Disaaat rambut tersebut mati, itulah yang menyebabkan Anda kehilangan pendengaran. Diperkirakan bahwa mendengarkan suara keras secara berulang-ulang atau berkurangnya suplai darahlah yang menyebabkan Silia tersebut mati.   

Tak hanya itu, kelebihan kotoran telinga dapat menyebabkan Anda kehilangan sensitivitas pendengaran. Infeksi ini relatif sederhana dan dapat berkembang jika air menjadi terperangkap di dalam telinga Anda (umum terjadi pada anak-anak). Tanpa pengobatan yang cepat,hal tersebut juga  dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Tingkat kebisingan juga dapat berasal dari pekerjaan yang bising atau terlibat dalam kegiatan rekreasi yang berbahaya. Beberapa diantaranya adalah menikmati konser musik, mendengarkan musik disko, kegiatan olahraga, mengendarai sepeda motor, dan menikmati permainan “boom-boom car” sebaiknya dapat Anda hindarkan. Sedangkan untuk pekerjaan seperti pemadam kebakaran, polisi, pekerja pabrik, petani, pekerja konstruksi, tentara, pekerja industri berat, musisi, dan entertainer juga merupakan contoh pekerjaan yang dapat menyebabkan hilangnya daya dengar secara lambat laun.

 

 

 

                                                                                                                      

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Deafness and hearing loss: Causes, symptoms, and treatments. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/249285.php)
Hearing Loss: Causes, Symptoms and Prevention. Healthline. (https://www.healthline.com/health/hearing-loss)
Symptoms of Hearing Loss & Degree of Hearing Loss. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/hearing-loss-causes-symptoms-treatment)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app