Anicol: Manfaat, Efek Samping, dan Dosis

Update terakhir: Mar 15, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 266.938 orang

Anicol adalah merek dagang zat tiamfenikol dan merupakan antibiotik spektrum luas yang bekerja dengan cara berikatan dengan ribosom bakteri secara reversible sehingga menghambat sintesis protein dari bakteri yang peka, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan bakteri.

Tiamfenikol memiliki spektrum aktivitas yang sama dengan chloramphenicol, tetapi 2.5 - 5 kali lebih kuat.

Mengenai Anicol

Golongan

Obat keras

Kemasan  

  • Dos 10 x 10 kapsul 250 mg
  • Dos 10 x 10 kapsul 500 mg

Kandungan

  • Tiamfenikol 250 mg / kapsul
  • Tiamfenikol 500 mg / kapsul

Manfaat Anicol

Anicol digunakan untuk demam tifus, paratifus, infeksi Salmonella sp sp, H. influenzae, terutama infeksi meningeal, Rickettsia, Lympogranulloma psittacosis, bakteri gram negatif penyebab bakteria meningitis, infeksi kuman yang resisten terhadap antibiotik lain.

Antibiotik ini sangat umum digunakan untuk pengobatan infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran pencernaan, dan infeksi saluran kemih misalnya gonore.

Efek samping Anicol

  • Efek samping yang disebabkan oleh pemakaian Anicol adalah reaksi hipersensitivias / alergi, gangguan pada saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare.
  • Obat ini dapat juga menyebabkan sariawan, glositis, ensefalopati, depresi mental, sakit kepala, ototoksisitas, anemia hemolitik dan reaksi jarish-herxheimer.
  • Jika antibiotik ini digunakan dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan pendarahan, neuritis optik dan perifer.
  • Efek samping Anicol yang berpotensi fatal adalah penekanan pada sumsum tulang belakang, sindrom abu-abu pada bayi baru lahir dan prematur.
  • Jika tanda - tanda hipersensitivitas muncul segera hubungi pihak medis karena bisa menyebabkan shock anafilaktic yang bisa berakibat fatal.

Toleransi terhadap kehamilan

Studi pada reproduksi hewan telah menunjukkan tiamfenikol memberikan efek buruk pada janin. Tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi manfaat penggunaan obat lebih tinggi pemberian pada ibu hamil dapat diberikan meski terdapat potensi risiko.

Dosis Anicol

Anicol diberikan dengan dosis :

  • Dewasa 250 - 500 mg / hari dalam 4 dosis 
  • Anak-anak / bayi > 2 minggu 50 mg / kg BB / hari dalam 3 - 4 dosis
  • Bayi < 2 minggu dan prematur 25 mg / kg BB / hari dalam 4 dosis

Interaksi Anicol

Anicol dapat meningkatkan efek warfarin dan sulfonylurea. Selain itu, Anicol juga dapat meningkatkan kadar fenitoin dalam plasma darah. Metabolisme Anicol meningkat pada pemberian bersamaan dengan fenobarbital dan rifampisin.

Perhatian

  • Anicol dikontraindikasikan terhadap pasien yang hipersensitf terhadap Anicol dan antibiotik derivat chloramphenicol lainnya.
  • Sebaiknya Anicol tidak diberikan kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal dan hati.
  • Jangan menggunakan antibiotik ini untuk pengobatan influenza, batuk pilek dan infeksi lain yang disebabkan oleh virus.
  • Penderita dengan gangguan fungsi ginjal sebaiknya dosis Anicol dikurangi untuk mencegah terjadinya akumulasi obat.
  • Selama pemakaian dianjurkan untuk minum minimal 1.5 liter / hari untuk mencegah kristaluria.
  • Pada pemakaian dalam jangka waktu yang panjang sebaiknya dilakukan pemeriksaan darah secara periodik untuk antisipasi terjadinya diskrasia darah.
  • Anicol juga terdeteksi ikut keluar bersama ASI, sehingga jika memungkinkan pemakaian Anicol selama menyusui sebaiknya dihindari.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit