Air Liur Berlebihan - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 3, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 310.802 orang

Ngiler atau air liur berlebihan

Ngiler didefinisikan sebagai air liur yang mengalir di luar mulut secara tidak sengaja. Hal ini seringkali disebabkan oleh otot yang lemah di sekitar mulut atau memiliki terlalu banyak air liur dalam mulut.

Kelenjar yang memproduksi air liur disebut dengan kelenjar ludah. Pada tubuh terdapat enam kelenjar ini yang terletak di bagian bawah mulut, di pipi, dan di dekat gigi depan. Kelenjar ini biasanya menghasilkan 2 hingga 4 liter air liur setiap harinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Ngiler merupakan hal yang normal sampai dengan usia 2 tahun. Ini dikarenakan bayi belum memiliki kontrol penuh saat menelan dan otot-otot mulut masih lemah hingga mencapai usia antara 18 dan 24 bulan. Bayi juga bisa ngiler ketika sedang tumbuh gigi. Kondisi lain yang dapat menyebabkan ngiler adalah gangguan neurologis seperti cerebral palsy.

Penyebab dan faktor risiko air liur berlebihan

Ngiler berlebihan dapat menandai adanya gejala kondisi medis, keterlambatan perkembangan, atau akibat dari minum obat-obatan tertentu. Selain itu, kondisi apapun yang menyebabkan produksi air liur yang berlebihan, kesulitan menelan, atau masalah dengan kontrol otot dapat menyebabkan air liur berlebihan.

Usia

Kebiasaan ngiler dapat terjadi setelah kelahiran dan memuncak antara umur tiga dan enam bulan saat bayi menjadi lebih aktif. Hal ini sangatlah normal, terutama ketika mereka akan melalui proses tumbuh gigi.

Diet

Diet yang mengandung kandungan asam tinggi sering menyebabkan produksi air liur berlebihan.

Kelainan saraf

Gangguan neurologis seperti cerebral palsy, penyakit Parkinson, amyotrophic lateral sclerosis, atau stroke dapat menyebabkan kelemahan otot yang mempengaruhi kemampuan untuk menutup mulut dan menelan air liur secara normal.

Kondisi lain

Kebiasaan ngiler biasanya disebabkan oleh air liur berlebih di mulut. Kondisi medis seperti refluks asam dan kehamilan dapat meningkatkan produksi air liur. Alergi, tumor, dan infeksi di atas leher seperti radang tenggorokan, infeksi amandel, dan sinusitis dapat mengganggu proses menelan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Pengobatan air liur berlebihan

Air liur yang berlebihan tidak selalu diobati. Pengobatan biasanya tidak akan dilakukan pada seseorang di bawah usia 4 tahun atau yang ngiler selama tidur.

Pengobatan akan dianjurkan ketika kondisi yang dialami parah. Kebiasaan ngiler dapat dianggap parah jika air liur menetes dari bibir ke pakaian, air liur yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menciptakan masalah sosial. Air liur yang berlebihan juga dapat menyebabkan penyakit pneumonia.

Pengobatan yang biasa dilakukan adalan dengan pendekatan non-invasif dan invasif. Pendekatan non-invasif termasuk mencoba hal-hal seperti pengobatan dan terapi motorik oral. Dalam kasus yang lebih serius, pendekatan yang lebih invasif akan dipertimbangkan termasuk pilihan perawatan seperti pembedahan dan radioterapi.

Terapi

Terapi bicara akan mengajarkan cara untuk mengontrol posisi dan postur agar dapat membantu penutupan bibir dan menelan. Proses terapis ini akan bekerja untuk meningkatkan tonus otot dan mengontrol air liur.

Dalam terapi ini, Anda dapat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi untuk memodifikasi jumlah makanan asam dalam diet Anda.

Alat atau perangkat gigi

Perangkat khusus yang diletakkan di dalam mulut untuk membantu penutupan bibir saat menelan. Alat prostetik oral seperti cangkir dagu atau peralatan gigi dapat membantu penutupan bibir serta posisi lidah dan menelan. Pilihan pengobatan sangat efektif jika Anda memiliki gangguan kontrol menelan.

Obat-obatan

Obat-obatan tertentu dapat membantu mengurangi produksi air liur, termasuk:

  • Scopolamine (Transderm Scop), yang berupa tempelan dan ditempelkan pada kulit Anda untuk memberikan obat secara perlahan sepanjang hari. Setiap tempelan obat ini bertahan sampai 72 jam.
  • Glikopirrolat (Robinul), yang diberikan sebagai suntikan atau dalam bentuk pil. Obat ini mengurangi produksi air liur Anda, akan tetapi dapat menyebabkan mulut kering.
  • Atropin sulfat, diberikan dalam bentuk tetes di mulut.

Suntikan botox

Suntikan botox dapat membantu mengurangi gejala air liur dengan mengencangkan otot-otot wajah.

Tindakan bedah / operasi

Tindakan bedah yang paling umum dilakukan adalah dengan mengalihkan saluran ludah ke bagian belakang mulut untuk mencegah air liur keluar dari mulut. Prosedur lain yang dapat dilakukan adalah dengan menghilangkan kelenjar ludah sepenuhnya.

Pada anak-anak, kebiasaan ngiler adalah bagian normal dari perkembangan. Tetapi jika air liur berlebihan atau memiliki masalah lain, segera berkonsultasi dengan dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mengubah pola hidup dan mengikuti diet sehat dapat membantu meringankan gejala. Untuk kondisi yang serius, dokter dapat membantu Anda mengembangkan rencana perawatan.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit