Acetaminophen : Manfaat,Efek Samping,dan Dosis

Update terakhir: Feb 23, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 703.731 orang

Kita pasti sering mengonsumsi obat paracetamol. Obat yang digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada berbagai jenis penyakit dan kondisi. Obat ini sangat mudah ditemukan di apotek atau melalui resep dokter. A

cetaminophen sendiri merupakan bagian dari nama generik obat paracetamol. Kesamaan istilah ini menyebabkan banyak orang hanya mengenal paracetamol ketimbang acetaminophen. Kita akan membahas apa saja yang perlu diketahui tentang acetaminophen.

Mengenai Obat Acetaminophen

Acetaminophen merupakan jenis obat yang dijual bebas dan dapat digunakan baik anak-anak atau orang dewasa dengan dosis yang sesuai.

Acetaminophen sudah dikenal sejak tahun 1900an yang pada awalnya bermula dari tanaman cinchora sebagai komposisi utama pada pembuatan obat-obatan seperti quinine (obat malaria) dan asam salisilat. 

Obat Acetaminophen sebagai salah satu jenis obat anti inflamasi non-steroidal atau biasa disebut NSAID. Sifat analgesik yang didapat dari obat ini berpengaruh pada perubahan temperatur dan saraf otak untuk menurunkan demam serta mengurangi rasa sakit di beberapa organ.

Obat acetaminophen memiliki efek farmakologis yang mirip dengan aspirin yaitu dengan menurunkan produksi dari prostaglandin dengan menghambat enzim cyclooxygenase. 

Sedikit perbedaan dengan aspirin yakni pada pengaruh efek sampingnya di permukaan lambung karena pengaruh prostaglandin pada aspirin. Obat Acetaminophen dimetabolisme di hati (liver) dan sisa metabolisme diekskresikan ke dalam organ ginjal.

Kegunaan obat Acetaminophen

Baik paracetamol atau acetaminophen, obat ini sudah dikenal di hampir seluruh dunia. Berbagai merek dagang pun beragam yang mengindikasikan bahwa obat ini merupakan alternatif dalam mengurangi nyeri atau analgesik. 

Beberapa gejala ringan seperti sakit kepala, nyeri tenggorokan,  demam, flu, batuk, dan pilek dapat diminimalisir dengan pemberian paracetamol atau acetaminophen. Beberapa kasus nyeri lainnya seperti nyeri sendi hingga nyeri menstruasi.

Efek samping obat Acetaminophen

Obat acetaminophen telah dibuat agar dapat dikonsumsi pada berbagai macam usia. Namun bagaimanpun juga obat dengan pemakaian jangka panjang atau pada orang tertentu dapat menimbulkan efek samping baik ringan ataupun berat. Beberapa efe samping yang dapat muncul antara lain:

  • Pembengkakan kulit
  • Gatal
  • Nafas pendek
  • Penurunan platelet dan sel darah putih
  • Mual muntah 

Efek samping serius pada acetaminophen apabila digunakan dalam jangka panjang diantaranya:

  • Gagal hati kronis
  • SJS (sindrom Steven Johnson)
  • Reaksi alergi
  • Pendarahan saluran pencernaan
  • Gangguan ginjal akibat produksi racun
  • TEN (Toxic Epdiermal Necrolysis)

Beberapa interaksi obat lain dengan acetaminophen yang perlu diperhatkan antara lain:

  • Warfarin
  • Tetrakain
  • Dapson
  • Daclizumab
  • Ketokonazole
  • Alkohol

Kaitan penggunaan acetaminophen pada ibu hamil harus diperhatikan. Telah ditemukan banyak kasus ibu yang melahirkan anak dengan kelainan berupa ADHD. 

Ini dapat dikaitkan dengan penggunaan obat acetaminophen selama ibu hamil atau di masa kehamilan trimester pertama. ADHD merupakan perubahan perilaku dan emosional anak-anak yang mulai terlihat pada usia 7 tahun.

Penggunaan obat Acetaminophen

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi acetaminophen antara lain:

  • Periksa tanggal kadaluarsa obat sebelum dikonsumsi
  • Simpan obat di tempat yang kering dan terhindar dari cahaya matahari
  • Batasi penggunaan obat acetaminophen agar tidak melebihi 4 gram per harinya pada orang dewasa
  • Dilarang mengonsumsi alkohol selama pengobatan acetaminophen
  • Jangan mengonsumsi lebih dari 1 pil acetaminophen sekali minum
  • Perhatikan dosis konsumsi obat pada anak-anak sesuai berat badan

Dosis obat Acetaminophen

  • Dosis yang diberikan sebagai pengendali nyeri disesuaikan dengan usia penderita. Pada orang dewasa, acetaminophen atau paracetamol dikonsumi dengan dosis 500 miligram tablet selama 6 jam
  • Dosis pada anak-anak secara oral diberikan sebanyak 10 hingga 13 mg per kilogram berat badan sebanyak 3 kali sehari dengan maksimal dosis 40 miligram per kilogram berat badan dalam satu hari
  • Dosis pada anak-anak di atas usia 12 tahun hampir sama dengan orang dewasa, dengan maksimal dosis perharinya tidak mencapai 4000 miligram
  • Dosis untuk bayi dan balita sebaiknya harus disesuaikan melalui knsultasi dengan dokter terkait berat badan anak

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit