7 Tanda Tiroid Merusak Tubuh Anda

Dipublish tanggal: Mei 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
7 Tanda Tiroid Merusak Tubuh Anda

Tubuh tersusun atas berbagai organ yang memiliki fungsi vital. Koordinasi kesemuanya sangat diperlukan agar kinerjanya maksimal. Namun jika ada satu bagian saja yang rusak, bisa menghambat metabolisme. Kondisi badan bisa melemah bahkan timbul penyakit yang cukup berbahaya.

Apakah Anda mengenal Tiroid? Banyak yang menyepelekan fungsi organ yang satu ini. Padahal perannya sangat penting untuk mengatur pernafasan, suhu, siklus menstruasi, dan lain-lain. Gangguan pada tiroid lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria. 

Secara umum masalah pada organ tersebut dibagi menjadi dua yaitu hipertiroid dan hipotiroid. Lantas bagaimana cara mengenali tanda-tanda kerusakan pada tiroid?

Kenali gejala kelainan pada tiroid

Menjaga kesehatan tiroid menjadi hal yang harus Anda lakukan. Karena jika produksi hormon tiroid tidak seimbang, bisa mengakibatkan masalah pada kesehatan. Pembengkakan pada bagian leher menjadi salah satu tanda yang sering nampak. 

Selain itu ada beberapa gejala lainnya yang menandakan tiroid sudah merusak tubuh Anda.

Tanda-tanda tersebut adalah:

1.Rambut menipis

Ketidakseimbangan produksi hormon tiroid bisa membuat beberapa bagian tubuh mengalami kelainan. Jika rambut Anda mulai menipis bahkan menjadi kasar dan kering, sebaiknya waspada. Tidak hanya rambut di kepala saja, bulu di bagian lain juga mengalami penipisan. 

Misalnya pada daerah kaki, tangan, lengan, dan area lainnya. Gejala ini harus segera mendapatkan penanganan tepat agar kondisi badan lekas pulih.

2.Mata terasa kering dan bengkak

Produksi hormon tiroid yang berlebih atau dikenal dengan hipertiroid, bisa menyebabkan mata membengkak. Kondisi mata terasa kering seperti terkena iritasi. Kelainan ini menjadi tanda penyakit graves. Masalah autoimun tersebut membuat otot mata tertarik kedalam. 

Akibatnya, penglihatan menjadi ganda dan mengalami pembengkakan yang cukup parah.

3.Otot terasa lemas

Kelainan pada tiroid bisa menyebabkan aktivitas Anda terganggu. Salah satu gejala yang patut diwaspadai adalah pelemasan pada otot. Produksi hormon yang tidak seimbang menyebabkan otot mudah pegal, lemah, serta kaku. Banyak yang menyepelekan tanda-tanda ini dan menganggap sebagai masalah penuaan.

Sebaiknya jika otot terasa tidak enak, periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Penanganan yang tepat bisa menghambat penyebaran kelainan ini supaya tidak parah.

4.Anda merasa rendah diri

Kecemasan dan sulit berkonsentrasi menjadi gejala kelainan pada tiroid. Rasa cemas yang berlebih bisa memicu depresi dan membuat Anda tidak percaya diri. Pengendalian emosi juga terganggu sehingga menjadikan kesehatan mental bermasalah. 

Untuk mengatasi masalah tersebut, perawatan medis saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan perawatan kesehatan mental.

5.Pembengkakan pada kaki dan pergelangan

Apabila tiroid mengalami kerusakan, maka metabolisme menjadi terhambat. Yang paling umum terjadi adalah munculnya retensi air karena produksi hormon tiroid yang kurang. Kondisi tersebut membuat pergelangan kaki, kaki, pinggul, dan lutut membengkak. 

Gerak tubuh menjadi terhambat sebab muncul pembengkakan di beberapa bagian.

6.Pembengkakan leher

Pembengkakan di leher atau gondok merupakan gejala kelenjar tiroid yang membesar. Gejala ini paling jelas terlihat dan biasanya disertai dengan rasa sakit. Jika merasa ada benjolan pada bagian leher, sebaiknya periksakan ke dokter.

7.Berat badan berubah drastis

Melambatnya sistem metabolisme tubuh bisa menyebabkan penurunan bahkan pertambahan bobot secara drastis. Jika Anda merasa berat badan mengalami perubahan yang tidak wajar. Bisa menjadi pertanda kelainan pada tiroid.

Ketujuh gejala diatas menjadi penanda kerusakan pada tiroid. Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut. Penanganan yang tepat bisa memulihkan kondisi tiroid agar bisa kembali bekerja secara normal.


11 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Ferri FF. Hypothyroidism. In: Ferri's Clinical Advisor 2019. Philadelphia, Pa.: Elsevier; 2019. https://www.clinicalkey.com.
Jameson JL, et al., eds. Hypothyroidism. In: Harrison's Principles of Internal Medicine. 20th ed. New York, N.Y.: The McGraw-Hill Companies; 2018. https://accessmedicine.mhmedical.com.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app