Cara Mencegah dan Mengobati Bengkak

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 4, 2019 Waktu baca: 2 menit
Cara Mencegah dan Mengobati Bengkak

Tak jarang tubuh Anda mengalami bengkak dengan berbagai macam sebab. Ada yang bersifat lokal seperti bengkak setelah terjadi benturan, terjadi memar, terluka akibat kecelakaan, sengatan tawon atau lebah, gigitan serangga dan lain sebagainya.  Ada juga yang bersifat sistemik artinya bengkak tersebut terjadi akibat gangguan pada tubuh yang mengakibatkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti bengkak pada kaki akibat penyakit ginjal, hipertensi, dan jantung, bengkak pada perut akibat penyakit hati kronis (menahun), bengkak saat hamil dan sebagainya. Lalu, bagaimana cara mengatasi bengkak?

Cara mengatasi bengkak pada tubuh

Kunci utama untuk mengatasi bengkak pada tubuh adalah melakukan teknik RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Metode RICE dianjurkan mulai 24 sampai 48 jam pertama pasca terjadinya cedera untuk meminimalkan pembengkakan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Anti Inflamasi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 42

1. Rest (istirahat)

Istirahatkan bagian tubuh yang terluka pada 24 jam pertama secukupnya. Jangan dipaksa untuk latihan atau berolahraga dan kurangilah aktivitas fisik sehari-hari. Menggunakan alat bantu seperti tongkat dapat membantu jika yang terkena cedera daerah kaki sebagai penopang tubuh.

2. Ice (es)

Es sangat baik untuk mengurangi respon inflamasi atau peradangan yang mengakibatkan bengkak dan mengurangi rasa sakit akibat panas yang dihasilkan dari proses inflamasi tersebut. Dianjurkan menggunakan es ini dengan durasi sekitar 15-20 menit dengan menggunakan handuk.

3. Compression (kompres)

Penggunaan perban dukungan sering membantu dalam mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Gunakan perban atau bidai ketika anda aktif dan melepasnnya saat istirahat.

4. Elevation (pengangkatan)

Angkatlah bagian tubuh yang cedera atau menempatkannya lebih tinggi dari jantung. Sebagai contoh ketika kaki cedera, agar tidak terjadi bengkak atau mengurangi bengkak yang sudah ada saat anda berbaring tidur letakkan kaki diatas bantal sedemikian rupa sehingga kaki lebih tinggi dari jantung anda.

Cara tambahan dan cukup efektif dalam mengurangi bengkak yang sudah terjadi yaitu dengan cara contrast bathing, yakni dilakukan perendaman dengan air hangat dan dingin secara bergantian. Berikut caranya:

  • Sediakan 2 buah ember, satu berisi air hangat dan yang satunya lagi berisi air dingin (es)
  • Celupkan anggota tubuh yang bengkak pada ember berisi air hangat selama 30 detik, kemudian celupkan ke ember yang berisi air dingin selama 30 detik juga.
  • Lakukan berulang-ulang dan ingat harus dimulai dengan air hangat, kemudian diakhiri dengan dingin.
  • Sebanyak 10 kali celupan sudah cukup efektif untuk mengurangi bengkak pada tubuh.

Air hangat menyebabkan pembuluh darah membuka sehingga meningkatkan aliran darah kemudian diikuti oleh air dingin yang menyebabkan pembuluh darah menutup. Efek keseluruhannya adalah untuk memompa keluar pembengkakan.

Setelah Anda melakukan hal seperti di atas, coba perhatikan pada area yang cedera. Harapannya, pembengkakan tidak terjadi dan jika sudah dapat berkurang. Akan tetapi jika bengkak tak kunjung membaik atau sangat mengganggu, segera hubungi dokter terdekat.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Swollen feet: 15 causes, treatments, and home remedies. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/323265.php)
Swelling: Causes, Symptoms, and Diagnosis. Healthline. (https://www.healthline.com/health/swelling)
Swollen Lymph Nodes & Glands: Causes, Diagnosis, Treatment, Emergencies. WebMD. (https://www.webmd.com/a-to-z-guides/swollen-glands)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app