6 Tanda Tulang Anda Lemah (dan Cara Mengatasinya)

Dipublish tanggal: Jul 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
6 Tanda Tulang Anda Lemah (dan Cara Mengatasinya)

Lemahnya struktur tulang dapat disebut sebagai osteopenia atau osteoporosis. Keduanya adalah penyakit yang disebabkan oleh berkurangnya kepadatan tulang dan menyebabkan tulang menjadi lemah. 

Yang membedakan antara osteopenia dan osteoporosis adalah tingkat kehilangan tulang yang bervariasi, yang diukur dengan kepadatan mineral tulang, yang merupakan penanda seberapa kuat tulang dan risiko terjadinya patah tulang

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Jika osteoporosis cenderung terjadi pada seseorang yang berusia diatas 65 tahun atau lebih, Osteopenia biasanya mempengaruhi sekitar setengah dari orang Amerika di atas usia 50. 

Berikut adalah beberapa tanda dan gejala tulang yang mulai rapuh yang perlu Anda ketahui.

Tulang-Tulang Kecil yang Mudah Mengalami Cedera

Salah satu tanda bahwa Anda mengalami osteopenia adalah jika Anda mengalami patah tulang kecil seperti jari kaki dan jari tangan berulang kali. 

Pada keadaan normal, tulang-tulang kecil sangat jarang mengalami cedera karena tulang-tulang ini tidak menahan beban berat. 

Namun ketika Anda mengalami osteopenia, maka tulang-tulang kecil akan lebih mudah patah. Oleh karena itu, patah tulang kecil dapat menandakan kepadatan tulang.

Nyeri Tulang

Nyeri tulang yang terjadi secara tiba-tiba biasanya disebabkan oleh patah tulang. Jika Anda mengalami nyeri tulang yang tidak dapat dijelaskan, segera periksakan diri Anda ke dokter karena penyebab lain bahkan bisa lebih serius daripada osteopenia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Kuku Rapuh

Kuku jari biasanya merupakan salah satu tanda paling awal dari masalah kesehatan, begitu pula jika Anda mengalami osteopenia. 

Orang dengan osteopenia mungkin akan mendapati bahwa kuku mereka lebih rapuh dari biasanya. Kuku Anda mungkin terasa kering atau tipis, mudah retak atau terkelupas.

Penyakit Periodontal

Tanda awal lain bahwa Anda mengalami osteopenia yang memburuk adalah penyakit periodontal atau radang gusi akibat infeksi kroniS

Kerusakan tulang di rahang dan mulut akibat berkurangnya kepadatan tulang rahang dapat mengubah struktur gusi, dan membuatnya lebih rentan terhadap penyakit periodontal.

Postur Tubuh yang Membungkuk

Ketika kepadatan tulang berkurang, Anda mungkin memperhatikan bahwa postur tubuh Anda akan membungkuk. 

Perubahan ini disebabkan karena kompresi tulang belakang yang terjadi akibat struktur tulang belakang yang menjadi rapuh dan mulai mengalami pengikisan.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Langung Dikirim!

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads sept20

Perubahan postur yang disebabkan oleh osteopenia juga dapat membuat seseorang tampak lebih pendek.

Penurunan Aktivitas

Meskipun gejala-gejala lain belum muncul, Anda mungkin akan mengalami penurunan performa dalam berolahraga atau bergerak seperti sebelumnya.

Bagaimana cara mencegah terjadinya Osteopenia?

Seiring bertambahnya usia, tulang akan mengalami demineralisasi yang membuat tulang menjadi lebih rapuh. Walaupun Anda tidak dapat mencegah hal ini, tetapi Anda dapat memperlambat prosesnya dengan cara :

  • Mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang cukup
  • Tidak merokok
  • Tidak minum alkohol
  • Tidak menggunakan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid dan antikonvulsan
  • Rajin berolahraga (setidaknya 30 menit setiap hari).

Dulu wanita dinilai lebih sering mengalami osteopenia jika dibandingkan dengan pria, tetapisaat ini kondisi ini tidak lagi dipandang sebagai kondisi wanita. 

Sekitar sepertiga dari pria kulit putih dan Asia yang berusia di atas 50 tahun dilaporkan mengalami kondisi ini.

Pemeriksaan Osteopenia dan Kepadatan Tulang

Cara utama untuk menentukan kepadatan tulang Anda adalah dengan melakukan tes noninvasif yang disebut dual-energy x-ray absorptiometry (DXA) yang mengukur kandungan mineral tulang.

Pengukuran, yang dikenal sebagai skor-T, menentukan kategori dimana seseorang mengalami - osteopenia, osteoporosis, atau normal. 

Namun pada tahap awal, pemeriksaan skrining yang perlu dilakukan untuk memeriksa apakah terjadi pengeroposan tulang, Anda dapat melakukan pemeriksaan rontgen foto polos pada tulang yang dicurigai mengalami penipisan.

Pengobatan Osteopenia

Osteopenia dapat diobati dengan olahraga dan asupan nutrisi atau dengan obat-obatan. Tetapi saat ini menggunakan obat-obatan untuk mengatasi osteopenia dinilai kurang efektif. 

Selain itu tidak diketahui apakah obat-obatan memiliki efek jangka panjang atau tidak

Oleh karena itu, berdasarkan panduan pengobatan yang ada, dokter merekomendasikan jika skor DXA Anda di bawah -2, Anda harus memastikan bahwa Anda berolahraga secara teratur, dan Anda mendapatkan cukup asupan vitamin D dan kalsium dari makanan. 

Namun jika skor DXA Anda mendekati -2,5, dokter Anda mungkin baru akan mempertimbangkan untuk menambahkan obat untuk menjaga kekuatan tulang. 

16 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Does Osteoporosis Run in Your Family?. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (Accessed via: https://www.cdc.gov/genomics/disease/osteoporosis.htm)
Osteoporosis. American Academy of Family Physicians. (Accessed via: https://familydoctor.org/condition/osteoporosis/)
Osteoporosis. OrthoInfo. (Accessed via: https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/osteoporosis/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app