Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Seks dan Hubungan

6 Penyebab Perdarahan Vagina Setelah Berhubungan

Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.637.451 orang

6 Penyebab Perdarahan Vagina Setelah Berhubungan

Perdarahan vagina sebenarnya sudah biasa dialami oleh para wanita setiap bulannya atau yang lebih dikenal dengan periode menstruasi. Namun, bagaimana jika perdarahan terjadi setelah melakukan hubungan seksual. 

Apakah ini normal? Berikut akan dijelaskan beberapa penyebab perdarahan vagina setelah berhubungan seks.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

1. Servisitis

Peradangan serviks ini biasanya terjadi pada bagian yang berada di bawah, ujung sempur dari rahim dan menghubungkan ke vagina. Penderita terkadang mengalami gejalanya, berupa perdarahan pada vagina, meskipun sedang tidak menstruasi. Gejala lainnya berupa perubahan cairan yang keluar dari vagina, seperti keputihan.

Selain itu, gejala berupa keluar darah dari vagina dan rasa sakit setelah berhubungan seksual. Peradangan ini juga bisa terjadi pada penderita penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia.

2. Ekstropion Serviks

Penyakit ini terjadi ketika lapisan dalam serviks menonjol ke bagian vagina. Beberapa orang mungkin sangat takut dengan kondisi ini karena sering dikaitkan dengan kanker. Padahal, gejala ini tidak diidentifikasi sebagai penyebab kanker. Namun, tetap saja harus diatasi dengan tepat dan segera.

3. Polip Serviks

Tumor jinak berupa polip ini berbentuk kecil dan panjang yang biasanya tumbuh pada leher rahim. Gejala yang biasa muncul antara lain terjadi perdarahan pada vagina setelah menopause atau setelah berhubungan seks dan juga ketika Anda sedang tidak haid.

4. Vagina Kering

Kondisi ini dapat terjadi pada wanita di berbagai kalangan dan usia, meskipun biasanya dialami oleh wanita usia lanjut karena hal ini berkaitan dengan kekurangan hormon estrogen

Hormon ini berfungsi untuk mengatur lubrikasi alami vagina, keelastisan vagina dan keasaman serta membantu kesehatan jaringan vagina.

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Vagina yang kering memungkinkan terjadinya gesekan ketika berhubungan seksual sehingga rentan terhadap perdarahan. Wanita usia lanjut memiliki kadar hormon estrogen yang lebih sedikit sehingga lebih mudah mengalami perdarahan.

5. Vaginitis

Peradangan ini juga sering terjadi pada vagina sehingga menyebabkan rasa gatal, sakit, dan keluar cairan tidak normal. Vaginitis disebabkan oleh jumlah bakteri jahat dan baik yang tidak seimbang pada vagina. Penyebab lainnya adalah masa menopause dan kadar estrogen yang menurun.

6. Penyebab Lain

Selain kelima penyebab di atas, masih ada penyebab lainnya mengapa terjadi perdarahan vagina setelah berhubungan seks, yaitu kanker serviks, uterus atau vagina, infeksi penyakit menular seksual, seperti sipilis dan herpes genital, gesekan akibat hubungan seks dan kurangnya pelumas pada vagina atau melewatkan foreplay.

Sebenarnya, perdarahan yang terjadi sesekali atau jarang itu masih normal. Namun, jika perdarahan terjadi secara terus-menerus, maka Anda perlu waspada dan segera mendatangi dokter untuk melakukan evaluasi dan serangkaian tes.

Bagi Anda yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur, biasanya akan diminta untuk melakukan serangkaian tes fisik yang menekankan pada payudara, tiroid, dan daerah panggul.

Selain itu, ada beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan, seperti pap smear untuk mengetahui risiko kanker serviks, tes kehamilan pada perempuan premenopause, USG panggul berdasar riwayat medis perempuan, tes darah untuk mengetahui level hormon progesteron.

Tes pengambilan sampel darah terkadang juga perlu dilakukan untuk mengevaluasi fungsi liver, ginjal dan tiroid. Tes darah juga berguna untuk mengetahui jumlah darah Anda, apakah mengalami kekurangan darah yang berlebih atau tidak. Pemeriksaan ini dilakukan pada kondisi-kondisi tertentu sesuai dengan kebutuhan.

Demikian beberapa penyebab terjadinya perdarahan pada vagina setelah melakukan hubungan seks. Pada umumnya, kondisi ini sering dialami oleh para wanita, namun jika sudah terjadi terus menerus maka Anda harus segera memeriksakannya pada dokter untuk diketahui penyebab dengan lebih detail dan akurat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit