Kebiasaan Sehat

6 Kunci Penting Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Feb 11, 2020 Tinjau pada Jun 2, 2019 Waktu baca: 3 menit
6 Kunci Penting Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker mematikan yang menghantui kaum wanita, bahkan jumlah penderitanya kian meningkat dari tahun ke tahun. Namun, kabar baiknya, kanker ini masih bisa dicegah sedini mungkin. Upaya pencegahan sangatlah penting mengingat biaya pengobatan yang tidak sedikit. Semakin cepat dideteksi, maka perkembangan kanker serviks dapat diminimalisir sedini mungkin. 

Cara mencegah kanker serviks

Kanker serviks terjadi akibat infeksi human papillomavirus (HPV) yang menular lewat hubungan seksual. Mengetahui cara mencegah kanker sangat penting guna melindungi diri dari jenis kanker mematikan ini. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Berikut ini berbagai cara mencegah kanker serviks yang bisa Anda lakukan mulai sekarang, antara lain:

1. Lakukan pap smear secara rutin

Pap smear adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan pada leher rahim (serviks) sedini mungkin sebelum sel-sel serviks berubah menjadi kanker. Jenis pemeriksaan ini termasuk skrining (saringan awal) terhadap kanker serviks. 

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, jadwal pemeriksaan pap smear yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:

  • Wanita usia 21-29 tahun: baiknya melakukan pap smear tiap 3 tahun sekali
  • Wanita usia 30-65 tahun: dilakukan pemeriksaan rutin pap smear tiap 3-5 tahun sekali.

Agar lebih jelas, konsultasikan lagi dengan dokter kandungan Anda mengenai kapan Anda perlu melakukan pap smear sesuai dengan usia dan faktor risiko Anda.

Baca Juga: Pemeriksaan Pap Semar, Aman Gak Sih?

2. Menindaklanjuti hasil pap smear yang abnormal

Jika ditemukan tanda-tanda abnormal pada hasil pap smear, dokter akan langsung menindaklanjuti temuan tersebut. Semakin cepat terdeteksi, maka semakin cepat pula perawatan dilakukan dan risiko keparahan penyakit juga bisa ditekan. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

3. Hindari gonta-ganti pasangan

Penelitian telah menunjukkan wanita yang memiliki banyak pasangan lebih berisiko terkena kanker serviks. Sering gonta-ganti pasangan akan memungkinkan seorang wanita lebih mudah terkena HPV.

Tanpa disadari, pria bisa menjadi pembawa atau carrier virus HPV yang dapat menularkan kanker serviks pada wanita. Melakukan hubungan seksual sesama jenis juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.

4. Gunakan kondom saat berhubungan seks

Menggunakan kondom merupakan salah satu cara mencegah kanker yang paling penting. Hal ini terutama pada wanita yang sudah aktif secara seksual apalagi sering gonta-ganti pasangan. 

Kondom tidak hanya berfungsi sebagai alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, tapi juga mampu mengurangi risiko HIV dan penyakit menular seksual lainnya.

Baca Selengkapnya: Awas Bocor, Begini Langkah-Langkah Memakai Kondom yang Benar

5. Berhenti merokok dan hindari asap rokok

Tak hanya kanker paru, paparan asap rokok diam-diam juga dapat meningkatkan risiko kanker serviks. Risikonya bisa jadi lebih besar apabila dikombinasikan dengan masuknya infeksi HPV, maka hal ini benar-benar bisa mempercepat terjadinya kanker serviks. 

Iklan dari HonestDocs
Mau Pesan Obat? Beli Aja via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Iklan obat

Karena itulah, berhentilah merokok dari sekarang untuk mencegah kanker serviks. Hindari juga paparan asap rokok karena bisa memberikan efek serupa.

6. Vaksinasi HPV

Vaksin HPV adalah salah satu jenis vaksin yang ampuh mencegah kanker serviks. Jenis vaksin ini akan merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap virus HPV, sehingga virus yang masuk akan dibunuh dan tidak sampai menimbulkan kanker serviks.

Vaksin HPV paling efektif jika diberikan kepada wanita muda yang belum aktif secara seksual, atau dengan kata lain belum menikah. Efektivitas vaksin akan berkurang jika diberikan pada wanita yang sudah aktif secara seksual.

Baca Selengkapnya: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

Berikut ini jadwal pemberian vaksin HPV berdasarkan rekomendasi CDC:

  • Wanita usia < 15 tahun: diberikan 2 dosis dengan jarak antar suntikan 6-12 bulan
  • Wanita usia > 15 tahun: diberikan 3 dosis dengan jadwal pada bulan ke-0, ke-1 atau 2, dan bulan ke-6.

Ada 2 jenis vaksin HPV yang beredar di Indonesia, yaitu merek Cervarix dan Gardasil. Konsultasikan lebih lanjut pada dokter mengenai vaksin HPV mana yang terbaik untuk Anda guna mencegah kanker serviks sejak dini.

4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The American College of Obstetricians and Gynecologists. Cervical Cancer Screening. (https://m.acog.org/Patients/FAQs/Cervical-Cancer-Screening). September 2017.
Healthline. Cervical Cancer: Causes, Symptoms, Prevention, and Treatment. (https://www.healthline.com/health/cervical-cancer). 3 September 2019.
Medical News Today. Cervical cancer: Symptoms, causes, stages, and treatment. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/159821.php). 23 Januari 2019.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Buka di app