6 Anggota Tubuh yang Mudah Terkena Infeksi Jamur

Dipublish tanggal: Jun 13, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 2 menit
6 Anggota Tubuh yang Mudah Terkena Infeksi Jamur

Infeksi jamur ternyata tidak hanya bisa terjadi pada vagina saja. Masih ada beberapa anggota tubuh lain yang rawan terhadap infeksi jamur. Oleh karena itu, kita harus tahu bagian tubuhnya agar nantinya bisa dilakukan penanganan dengan segera sehingga infeksi tidak menimbulkan penyakit lainnya.

1. Kaki

Kaki menjadi anggota tubuh yang selalu bersentuhan dengan berbagai permukaan lingkungan sehingga rentan terkena infeksi jamur. Untuk bagian kaki, infeksi jamur sering disebut tinea pedis atau lebih dikenal dengan sebutan kaki atlet atau kutu air.

Umumnya, gejala yang muncul berupa lenting berisi cairan pada sela-sela jari kaki. Selain itu, akan muncul rasa terbakar, gatal, kulit mengelupas atau kering dan munculnya ruam merah pada kaki. Apabila Anda menyentuhkan, maka infeksi bisa menyebar ke tangan sehingga Anda harus mengobati infeksi sebelum menyebar.

2. Mulut

Jenis jamur yang biasa menyerang mulut adalah jamur candida albicans. Sebenarnya, jamur ini sudah berada dalam mulut, kulit, dan saluran pencernaan, meskipun dengan jumlah yang begitu sedikit. 

Penggunaan obat seperti antibiotik dan kortikosteroid dapat menyebabkan jamur berkembang biak hingga menjadi infeksi jamur.

Gejala yang muncul biasanya berupa bercak warna putih pada area mulut, seperti tenggorokan, dinding mulut, lidah, langit-langit mulut, amandel, gusi dan belakang tenggorokan. Infeksi ini menyebabkan rasa sakit dan apabila terkena gesekan bisa terjadi perdarahan.

3. Ketiak

Infeksi jamur pada ketiak sering disebut sebagai intertrigo. Jamur ini umumnya muncul pada daerah kulit yang memiliki lipatan, seperti bagian bawah perut, bagian bawah payudara, daerah pangkal paha dan pastinya ketiak. 

Peradangan kulit bisa bertambah parah dengan faktor tertentu, seperti cuaca yang panas.

Tidak heran jika infeksi jamur lebih banyak terjadi ketika cuaca panas sehingga ketiak lembab dan menyebabkan keringat berkumpul pada lipatan kulit. Lipatan inilah yang menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak.

4. Payudara

Rasa gatal pada payudara mungkin sering Anda alami dan itu bisa menjadi gejala infeksi jamur. Karena pertumbuhan jamur candida yang tidak terkendali pada payudara ibu sehingga bisa menyebabkan terjadinya infeksi jamur. Hal ini karena proses menyusui yang membuat payudara menjadi lembab.

5. Selangkangan

Selangkangan bisa dibilang sebagai tempat paling ideal untuk berkembang biak jamur. Infeksi pada selangkangan sering disebut dengan tinea kuris yang merupakan penyakit kulit akibat jamur yang tumbuh di selangkangan, bokong, pangkal paha, anus dan terkadang juga ditemukan hingga perut bagian bawah.

Biasanya, infeksi ini terjadi karena penggunaan pakaian dalam yang lembab dan basah. Menggunakan handuk orang yang terinfeksi juga bisa menyebabkan Anda tertular. Selain itu, jarang mandi dapat meningkatkan munculnya infeksi ini sehingga Anda harus memastikan bahwa setiap lipatan kulit berada dalam kondisi yang bersih.

6. Penis

Infeksi tidak hanya menyerang wanita, tapi juga bisa menyerang para pria melalui penis. Jangan pernah mengabaikan infeksi ini meskipun jarang terjadi. Infeksi ini seringkali disebabkan karena hubungan seks yang tidak aman atau tanpa kondom dan kurangnya para pria menjaga kebersihan penis.

Kondisi penis yang lembab menjadi tempat yang pas untuk jamur berkembang hingga menyebabkan infeksi pada penis. Oleh karena itu, Anda harus menjaga kebersihannya dengan memastikan bahwa celana dalam dalam keadaan bersih dan kering.

Demikian beberapa bagian tubuh yang bisa terkena infeksi jamur, selain vagina. Tumbuh kembang jamur ini berkaitan erat dengan lingkungan yang lembab dan kotor sehingga untuk mencegahnya kita harus menjaga kebersihan tempat-tempat yang sering dijadikan tempat berkembangnya jamur.


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Fungal Infections - Fungi - Fungus. MedlinePlus. (https://medlineplus.gov/fungalinfections.html)
Fungal Diseases Homepage. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (https://www.cdc.gov/fungal/index.html)
Skin Fungal Infections: Symptoms, Types, Causes, and Treatments. WebMD. (https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/fungal-infections-skin#1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app