Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA SAFITRI
Kesehatan Mulut dan Gigi

5 Cara Mengatasi Gigi Berlubang Agar Tidak Nyeri

Update terakhir: OCT 21, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 458.555 orang

5 Cara Mengatasi Gigi Berlubang Agar Tidak Nyeri

Gigi berlubang adalah salah satu penyebab umum sakit gigi. Semakin parah lubangnya, bakteri akan semakin mudah masuk dan menginfeksi saraf-saraf di bawah gigi. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengatasi gigi berlubang agar tidak semakin nyeri? Berikut informasi lengkapnya.

Apa saja penyebab gigi berlubang?

Gigi berlubang dapat terjadi di semua kalangan usia, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Kerusakan pada gigi berlubang terjadi karena email gigi atau lapisan luar yang keras pada permukaan gigi mengalami kerusakan atau pecah.

Pada mulanya, sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi akan memicu pertumbuhan bakteri. Hal ini lama-kelamaan dapat memicu kerusakan pada lapisan email gigi.

Terlebih jika Anda banyak mengonsumsi makanan manis, bakteri dapat terus menghasilkan zat asam yang semakin merusak email gigi. Zat asam itulah yang semakin menggerogoti gigi hingga membuatnya berlubang.

Dr. Edward Mellanby, Dr. Weston Price, dan Dr. Ramiel Ragel mengungkapkan bahwa ada 4 penyebab gigi berlubang yang paling utama, yaitu:

Baca Juga: Bahaya Akibat Gigi Berlubang Jika Tak Dirawat

Bagaimana cara mengatasi gigi berlubang?

Kunci paling utama untuk mengatasi gigi berlubang tentunya dengan menjaga kesehatan gigi setiap hari. Selain dengan rutin menyikat gigi, Anda juga bisa menyempurnakannya dengan melakukan flossing menggunakan benang gigi dan berkumur dengan mouthwash.

Selain itu, ada beberapa cara alami lainnya yang tak kalah ampuh untuk mengatasi gigi berlubang, yaitu:

1. Perbanyak asupan vitamin D

Selain memiliki manfaat untuk pembentukan tulang dan gigi yang kuat, vitamin D juga memiliki sifat anti inflamasi yang dapat mencegah terjadinya peradangan. Jenis vitamin ini juga dapat membantu mencegah gigi berlubang.

Vitamin D mengatur proses masuk dan keluarnya zat kalsium dari gigi ke bagian tubuh lainnya. Jika Anda kekurangan vitamin D, maka gigi Anda tidak bisa mendapatkan cukup kalsium. 

Akibatnya, tubuh akan mengambil kalsium dari gigi ke bagian tubuh lain. Hal inilah yang membuat gigi jadi melemah dan memicu penyakit periodontal.

Vitamin D juga memiliki fungsi penting lain seperti kemampuannya untuk mengikat gigi ke tulang di area mulut Anda. Selain itu, vitamin D memiliki reseptor mengandung gen yang mampu mengontrol penyakit periodontal.

Vitamin D bisa Anda dapatkan dari berbagai sumber, seperti:

  • Cahaya matahari pagi
  • Minyak fermentasi hati ikan kod
  • Suplemen vitamin D
  • Ikan tuna
  • Susu fortifikasi
  • Kuning telur
  • Hati sapi

Baca Juga: 10 Sumber Makanan yang Mengandung Vitamin D Terbaik

2. Memenuhi kebutuhan vitamin K1 dan K2

Dr. Weston Price menamai vitamin K dengan istilah sebagai “X-Factor”. Ia melakukan penelitian terhadap seorang gadis berusia 14 tahun yang mengalami kerusakan email gigi dan menyebabkan 48 giginya berlubang semua. 

Kemudian, gadis tersebut mengonsumsi suplemen vitamin K, minyak mentega dengan kandungan vitamin, serta minyak fermentasi hati ikan kod secara rutin 3 kali sehari selama 7 bulan. Hasilnya mengejutkan, bahwa 48 gigi berlubang gadis tersebut kembali membentuk lapisan email gigi, bahkan 24 gigi di antaranya kembali normal.

Lebih lanjut, Dr.Price mengungkapkan bahwa apabila tubuh mengalami ketidakseimbangan kalsium dan fosfor, maka ini dapat memicu gigi berlubang dan infeksi pada gusi. Vitamin K sendiri terbukti dapat memanfaatkan protein untuk menyebarkan kalsium dan fosfor ke tulang dan gigi Anda.

Ada banyak jenis makanan yang mengandung kaya vitamin K, yaitu:

  • Kale
  • Bayam
  • Sawi hijau
  • Buah bit hijau
  • Lobak hijau
  • Daun paterseli
  • Brokoli
  • Kubis
  • Daging sapi
  • Telur
  • Keju
  • Mentega
  • Minyak fermentasi hati ikan kod
  • Suplemen vitamin K

Baca Selengkapnya: 11 Alasan Fungsi Vitamin K Tak Boleh Diabaikan

3. Menghindari makanan penyebab gigi berlubang

Gigi berlubang juga bisa disebabkan oleh konsumsi makanan yang diam-diam menggerogoti lapisan gigi Anda. Oleh karena itu, hindari berbagai makanan yang menjadi penyebab gigi berlubang, antara lain:

Gula serta karbohidrat

Dapat menyebabkan perubahan kadar gula darah, kemudian menyebabkan penutupan aliran mineral pada gigi

Asam fitat

Asam fitat dapat ditemukan pada kacang dan biji-bijian. Senyawa ini dapat memblokir mineral dan menghambat enzim yang menyebabkan gangguan kesehatan serius.

Minyak sayur olahan

Seperti minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak kedelai akan menghasilkan radikal bebas berbahaya ketika dipanaskan dan bisa menjadi sangat beracun.

Makanan cepat saji

Fastfood alias makanan cepat saji mengandung gliserin yang dapat menghambat kalsium dalam memineralisasi gigi.

4. Minum air dengan kandungan alkalin atau bersifat basa

Selain mendukung pertumbuhan gigi dan tulang, air dengan pH basa juga dapat mencegah gigi berlubang karena mampu menetralisir zat asam dalam mulut.

5. Terapi oil pulling

Terapi oil pulling adalah prosedur detoksifikasi yang dapat mencegah gigi berlubang, sakit kepala, bahkan diabetes. Caranya adalah dengan berkumur 1 sendok minyak selama 20 menit secara rutin supaya gigi tetap sehat. 

Referensi

Medical News Today. (2018). Are There Natural Ways to Prevent Cavities?

Healthline. (2017). How to Get Rid of Cavities.

National Institute of Dental and Craniofacial Research. The Tooth Decay Process: How to Reverse It and Avoid a Cavity.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya
Beda Karies Gigi Dan Gigi Berlubang
Beda Karies Gigi Dan Gigi Berlubang

Karies gigi terjadi karena rusaknya struktur dan lapisan gigi. Kerusakan ini terjadi secara bertahap. Berawal dari terkikisnya lapisan terluar gigi atau enamel gigi, kerusakan berlanjut dengan rusaknya dentin atau lapisan tengah gigi.