5 Cara Cepat Hamil Setelah Berhenti KB

Dipublish tanggal: Jul 2, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jul 20, 2019 Waktu baca: 3 menit
5 Cara Cepat Hamil Setelah Berhenti KB

Melepas KB merupakan salah satu faktor penting yang harus dilakukan bila Anda ingin segera hamil dan punya anak. Pasalnya, alat kontrasepsi berfungsi untuk mencegah kehamilan, sehingga bila Anda ingin punya anak, maka Anda harus melepas alat KB tersebut agar pembuahan bisa terjadi. Tidak hanya sekadar melepas KB, ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan agar bisa cepat hamil setelah berhenti KB.

Cara cepat hamil setelah berhenti KB

Ada anggapan bahwa setelah lepas KB, wanita akan sulit untuk hamil kembali. Padahal, alat kontrasepsi seperti pil, suntik, dan implan hanya digunakan untuk menunda kehamilan dan tidak mempengaruhi kesuburan. 

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Namun, memang setelah melepas KB, tubuh memerlukan waktu agar hormon reproduksi dapat bekerja dengan normal kembali. Jika Anda ingin cepat hamil setelah berhenti KB, berikut beberapa tips yang dapat dilakukan:

1. Berikan jeda waktu setelah melepas KB

Bagi Anda yang menggunakan alat KB jenis pil atau hormon, kemungkinan akan membutuhkan waktu untuk hamil kembali. Tubuh Anda perlu waktu untuk mengembalikan kerja hormon agar normal kembali, sehingga Anda dapat menstruasi lagi.

Jika menstruasi sudah balik teratur dan lancar, berarti rahim sudah siap dibuahi. Namun, hal ini tidak terjadi pada setiap wanita sebab ada pula wanita yang cepat hamil setelah berhenti menggunakan KB.

2. Menghitung masa subur

Berhubungan seks di masa subur adalah salah satu cara cepat hamil setelah berhenti KB. Namun sayangnya, tidak sedikit wanita yang masih kesulitan menentukan masa suburnya sendiri. 

Terlebih pada wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur, tentu akan lebih sulit lagi menghitung masa subur. Pasalnya, perhitungan ini membutuhkan panjang siklus haid untuk menentukan masa subur.

Masa subur biasanya terjadi di tengah-tengah siklus haid. Artinya, bila siklus menstruasi Anda tergolong teratur setiap 28 hari, maka masa subur biasanya terjadi sekitar 14 hari dari hari pertama haid.

Iklan dari HonestDocs
Beli BLACKMORES PREGNANCY & BREAST FEEDING GOLD 60CAP 1 BOTOL via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy breast feeding gold 60 1

Selain menghitung, Anda juga dapat menggunakan alat tes kesuburan untuk menentukan masa subur. Alat tes ini berfungsi untuk mengukur kadar luteinzing hormone (LH) dalam urine. Hormon LH akan muncul sekitar 36 jam sebelum memasuki masa subur.

Baca Juga: Cara Menghitung Masa Subur Wanita Agar Cepat Hamil

3. Seks teratur sebelum ovulasi

Sperma dapat bertahan di saluran rahim selama 2-3 hari, sedangkan sel telur dapat bertahan selama 12-24 jam. Karena itulah, Anda dianjurkan untuk berhubungan seksual secara teratur sebelum memasuki masa subur. Hal ini ditujukan supaya pembuahan terjadi tepat pada waktu tersebut. 

Lagi-lagi, itu tentunya lebih mudah bagi wanita yang siklus haidnya teratur. Namun untuk Anda yang siklus menstruasinya berantakan, tak perlu khawatir. 

Anda dapat melakukan hubungan intim secara rutin setelah selesai menstruasi sekitar 2 hari sekali. Lakukan mulai hari ke-10 sejak hari pertama menstruasi agar peluang kehamilan semakin besar. 

Anda juga dapat memanfaatkan alat tes kesuburan dalam hal ini. Jika alat tes kesuburan menunjukkan bahwa Anda sudah memasuki masa ovulasi, segera lakukan hubungan seksual pada hari itu dan dua hari setelahnya.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

4. Memilih posisi seks yang tepat

Pada dasarnya, tidak ada posisi seks tertentu yang dapat dilakukan untuk mempercepat proses kehamilan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa berbaring merupakan posisi yang paling tepat. 

Saat berbaring, sperma akan mudah berenang menuju rahim, sehingga memungkinkan terjadinya pembuahan. Namun, tidak ada salahnya juga untuk mencoba gaya seks lainnya asalkan dilakukan secara teratur.

Baca Selengkapnya: 5 Gaya Bercinta Favorit yang Bikin Pasangan Betah di Ranjang

5. Tak perlu pakai pelumas

Banyak orang yang beranggapan bahwa menggunakan pelumas dapat membantu sperma berenang menuju rahim. Kenyataannya, pakai pelumas malah dapat mengganggu pH vagina dan menurunkan mobilitas atau pergerakan sperma.

Bagi Anda yang ingin cepat hamil, sebaiknya tak perlu pakai pelumas. Kalaupun memang dibutuhkan, gunakan seperlunya saja. 

Beberapa wanita memang mengalami kesulitan hamil setelah melepas KB. Hal ini bukan dikarenakan KB dapat menurunkan kesuburan, tapi karena tubuh membutuhkan waktu untuk mengembalikan kinerja hormon reproduksi sehingga rahim siap untuk dibuahi kembali. 

Salah satu cara cepat hamil setelah berhenti KB adalah melakukan hubungan seksual secara teratur, terutama saat memasuki masa subur. Jangan ragu untuk konsultasi pada dokter bila Anda memiliki pertanyaan lain seputar cara cepat hamil setelah lepas KB.

Baca Juga: Tips Memilih dan Menggunakan Pelumas untuk Berhubungan Intim

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Getting Pregnant and Infertility After Depo-Provera. Verywell Family. (https://www.verywellfamily.com/when-will-you-get-pregnant-after-depo-provera-1959946)
Getting pregnant right after stopping the pill: All you need to know. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/320097)
Return of fertility after discontinuation of contraception: a systematic review and meta-analysis. National Center for Biotechnology Information. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6055351/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app