Mandul atau Tidak? Pastikan dengan Tes Kesuburan

Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 4 menit
Mandul atau Tidak? Pastikan dengan Tes Kesuburan

Untuk pasangan yang baru saja menikah tentu ingin segera memiliki anak. Namun bagi mereka yang sudah menikah lama tetapi belum memiliki keturunan pasti dilanda kekhawatiran akan kemandulan dan masalah kesuburan. 

Masalah mandul dan kesuburan seseorang dapat terjadi baik pada wanita maupun pria. Sebenarnya apa itu mandul? Dan bagaimana mengetes kesuburan? Berikut adalah penjelasan mengenai keduanya. 

Mungkin selama ini banyak yang menganggap ketika pasangan suami istri belum memiliki keturunan maka yang salah adalah dari pihak wanita. 

Padahal jika ditelusuri, anggapan tersebut belum tentu benar. Hal ini karena pria yang mengalami kemandulan memiliki persentase 30-40 % dan pada wanita 40%. 

Sedangkan untuk sisanya bisa disebabkan oleh masalah kesuburan dari kedua belah pihak. Oleh karena itu ketika memeriksakan kesuburan lebih baik di cek kedua belah pihak agar dokter bisa membantu menangani dengan tepat.

Apakah yang dimaksud mandul?

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau yang dikenal dengan WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa kemandulan adalah gangguan pada sistem reproduksi di mana terjadi kegagalan untuk mencapai kehamilan setelah melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi selama 12 bulan berturut-turut.

Infertilitas primer terjadi ketika pasangan belum pernah memiliki anak sama sekali, sementara infertilitas sekunder adalah kegagalan untuk memiliki anak berikutnya setelah anak pertama. Berikut adalah beberapa penyebab ketidaksuburan baik pada pria maupun wanita:

Karakteristik sel sperma pria yang subur

Tes kesuburan pada pria dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada gangguan yang mengakibatkan infertilitas pada pria. 

Perlu diketahui bahwa karakteristik alat reproduksi pria yang sehat jika mampu menghasilkan sel sperma sehat dan bisa melakukan perjalanan serta membuahi sel telur setelah proses ejakulasi di kelamin wanita. 

Karakteristik sel telur wanita yang subur

Tes kesuburan pada wanita untuk mengetahui apakah ada gangguan dalam proses pembuahan. Alat reproduksi wanita yang sehat akan menghasilkan sel telur yang sehat dan dibawa menuju indung telur, setelah terjadi pembuahan oleh sel sperma maka sel telur tersebut dibawa ke Rahim. 

Banyak pasangan yang mengeluhkan ketidaksuburan yang disebabkan oleh tersumbatnya ovulasi pada saluran indung telur, saluran tuba afallopi dan masalah kesuburan sperma.

Faktor-faktor penting untuk Diagnosis Kesuburan

Bertambahnya usia pria dan wanita akan berpengaruh terhadap kesuburan karena akan semakin menurun. Ketika memeriksakan kesuburan ke dokter maka hal-hal yang ditanyakan sebagai berikut:

Riwayat kehamilan

Untuk wanita akan ditanyakan riwayat persalinan, keguguran dan komplikasi yang pernah dialami. Sedangkan untuk pria biasanya ditanyakan riwayat punya anak pada hubungan sebelumnya.

Ketika Anda dan pasangan sudah berusaha untuk hamil

Ketika berusia 20-24 tahun maka termasuk masa subur untuk hamil. Sedangkan masa kesuburan akan menurun pada usia 35 tahun. 

Untuk pasangan muda yang subur dan berhubungan seksual tanpat alat kontrasepsi maka 92% akan hamil dalam waktu dua bulan. 

Sedangkan untuk pasangan usia 35 -39 tahun sebanyak 94% akan hamil setelah setahun dan 90% setelah dua tahun. 

Hubungan seksual

Dokter mungkin akan bertanya seberapa sering Anda dan pasangan melakukan hubungan seksual dan kesulitan yang dihadapi. 

Jangka waktu setelah melepas alat kontrasepsi

Setelah melepas alat kotrasepsi biasanya perlu beberapa waktu untuk mengembalikan tinggkat kesuburan. Dokter pasti akan menanyakan jenis kontrasepsi yang digunakan dan waktu pelepasan alat kontrasepsi.

Riwayat medis dan gejala yang dialami

Biasanya dokter akan menanyakan riwayat medis yang dialami untuk memeriksa kesuburan. Selain itu, jadwal haid juga akan ditanyakan sehingga wanita harus mengingat kalau perlu mencatat tanggal haid-nya.

Obat-obatan

Beberapa obat ternyata dapat memicu ketidaksuburan. Oleh karena itu dokter akan bertanya jenis obat apa yang sering dikonsumsi.

Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan minum minuman alkohol ternyata dapat menyebabkan ketidaksuburan.

Beberapa jenis Tes Kesuburan

Untuk mengetahui tingkat kesuburan, biasanya dapat dilakukan pemeriksaan sebagai berikut:

Tes untuk pria

Tes reproduksi pada pria yaitu:

  • Analisis sperma 
    Anda akan diminta mengeluarkan contoh air mani yang diperoleh saat berhubungan seksual dan mengeluarkan air mani di tempat khusus. Kemudian air mani tersebut akan dianalisis.
  • USG 
    Dengan tes ini dokter dapat mengetahui gangguan pada organ reproduksi pria
  • Pemeriksaan hormon 
    Tes ini berperan untuk mengukur tingkat testosterone dan hormon pria lainnya.
  • Biopsi testis 
    Tes ini menggunakan sampel dari jaringan testis untuk diperiksa proses produksi sperma.
  • Pemeriksaan genetik 
    Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui adakah kelainan genetik yang menyebabkan ketidaksuburan
  • Pemeriksaan Chlamydia 
    Penyakit chlamydia merupakan salah satu infeksi yang menyebabkan ketidaksuburan.

Tes untuk wanita

Tes kesuburan pada wanita yaitu:

Tes ovulasi

Tes pemeriksaan daraah diperlukan untuk mengecek apakah produksi sel telur terjadi secara teratur.

Pemeriksaan cadangan sel telur pada ovarium

Tes ini dimulai dengan pemeriksaan hormone pada awal siklus menstruasi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan jumlah sel telur untuk ovulasi.

Tes pencitraan

Tes ini berperan untuk mengetahui apakah kondisi rahim dan indung telur dalam kondisi yang baik. 

Hysteroscopy

Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui leher rahim yang berperan memantau kondisi rahim. 

Tes hormon

Tes ini akan memeriksa beberapa hormon yang mendukung proses reproduksi seperti hormone tiroid.

Bagi Anda dan pasangan yang sedang mengikuti pemeriksaan kesuburan perlu mempertimbangkan kondisi fisik, psikologis dan biaya. Oleh karena itu perlu kesiapan dan kesabaran dari kedua belah pihak.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Infertility - Diagnosis. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/infertility/diagnosis/)
Fertility Tests for Women: Pap Smear, Ovulation Tests, and More. WebMD. (https://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/fertility-tests-for-women1)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app