Kehamilan

Fakta vs Mitos Mengenai Susu Ibu Hamil

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Waktu baca: 1 menit
Fakta vs Mitos Mengenai Susu Ibu Hamil

Di seputar kita, masih banyak orang yang meragukan manfaat susu untuk ibu hamil. Dasar keraguan mereka, kadang hanya berasal dari mitos yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan. Sayangnya, kadang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu, disebarkan, beredar luas, dan berpotensi membingungkan para Ibu. Nah, supaya ibu hamil tidak bingung mana yang mitos dan mana yang fakta mengenai susu ibu hamil, telusuri kebenarannya di sini.

Mitos dan fakta seputar susu ibu hamil

Mitos 1: Susu ibu hamil membuat bayi besar

Fakta: Tidak benar. Bayi besar karena ibu kelebihan kalori. Kebutuhan kalori ibu hamil 2400 kkal per hari. Namun, sering kali Anda mengonsumsi makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi, seperti junk food atau kue manis.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Itulah yang bikin Anda gemuk dan bayi besar. Jangan berhenti minum susu sebab kandungan nutrisinya penting bagi kehamilan.

Mitos 2: Susu ibu hamil bikin mual

Fakta: Indera penciuman ibu hamil memang sensitif, terutama di trimester pertama, sehingga bisa mual saat mencium bau susu. Tapi, susu Mama hamil kini tersedia dalam berbagai pilihan rasa, bahkan diberi madu dan jahe untuk atasi mual akibat morning sickness.

Mitos 3: Lebih baik minum susu kedelai

Fakta: Tidak benar. Susu sapi lebih baik dari susu kedelai. Susu sapi mengandung protein hewani yang kandungan asam amino esensialnya lengkap. Meski susu kedelai memiliki kandungan zat besi lebih tinggi dari susu sapi, tapi juga mengandung asam nitrat yang menghambat penyerapan zat besi.

Mitos 4: Jika minum susu kedelai, bayi bersih tanpa lemak saat lahir

Fakta: Tidak benar. Susu kedelai memang lebih rendah lemak dibanding susu sapi, tapi tidak membuat bayi bersih tanpa lemak. Adanya lemak dipengaruhi lemak di tubuh Mama yang didapat dari makanan dan minuman.

Mitos 5: Kulit bayi putih karena susu kedelai

Fakta: Tidak benar. Warna kulit bayi ditentukan faktor genetis. Melanin atau pigmen warna di kulit tidak berubah jadi putih meski Mama hamil banyak minum susu kedelai.

3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
The Facts About 9 Breastfeeding Myths. Verywell Family. (https://www.verywellfamily.com/top-myths-about-breastfeeding-431811)
Benefits of breastfeeding. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/benefits-breastfeeding/)
Breastfeeding Vs. Bottle Feeding: Pros and Cons of Each. WebMD. (https://www.webmd.com/parenting/baby/your-babys-feeding-breast-vs-bottle)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app