2 Minggu Kehamilan: Gejala, Tips, dan Apa Saja Yang Perlu Diketahui

Dipublish tanggal: Jul 15, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
2 Minggu Kehamilan: Gejala, Tips, dan Apa Saja Yang Perlu Diketahui

Hal ini mungkin terdengar sangat mengejutkan, tetapi faktanya Anda belum hamil selama minggu pertama kehamilan. 

Kehamilan diukur dengan periode kalender sebanyak 40 minggu. Hari pertama kehamilan dihitung mulai dari hari pertama siklus menstruasi terakhir Anda. Kehamilan dapat dikatakan terjadi di dekat akhir minggu kedua atau awal minggu ketiga, tergantung pada masa ovulasi Anda. Ovulasi menandai masa subur pada tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Tanda-tanda ovulasi

Siklus ovulasi Anda menentukan tanggal pasti kehamilan terjadi. Ovulasi biasanya terjadi antara 13 hingga 20 hari setelah hari pertama haid Anda, tergantung pada lamanya siklus.

Ketika Anda berovulasi, salah satu indung telur melepaskan sel telur yang bergerak ke saluran tuba Anda. Agar dapat hamil, sperma juga harus melakukan perjalanan ke saluran tuba dan memenuhi sel telur pada waktu yang optimal. Waktu ini bisa sulit untuk ditentukan tanpa pengamatan yang cermat.

Ada beberapa metode yang dapat Anda gunakan untuk membantu memprediksi kapan Anda berovulasi. Jika Anda mencari tanda dan sinyal ovulasi, Anda dapat memprediksi waktu jendela kesuburan. Hal ini tentunya akan membantu Anda menentukan kapan Anda harus melakukan hubungan intim.

Ketahui Siklus Haid Anda

Anda mungkin pernah mendengar bahwa siklus menstruasi yang normal berlangsung selama 28 hari. Namun, banyak wanita tidak memiliki siklus 28 hari, dan beberapa siklus wanita bervariasi dari bulan ke bulan.

Lacak siklus menstruasi Anda selama beberapa bulan agar dapat membantu menentukan pola siklus haid Anda. Untuk melakukan ini, cukup tandai hari pertama periode menstruasi Anda sebulan sekali. Anda bahkan dapat mencoba aplikasi-aplikasi kesuburan, yang dapat membantu menghitung jendela ovulasi berdasarkan rata-rata siklus Anda.

Ukur suhu basal tubuh Anda

Suhu basal tubuh Anda akan berubah ketika Anda sedang berovulasi. Peluang kehamilan akan meningkat saat dua atau tiga hari sebelum suhu tubuh naik.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Anda akan membutuhkan termometer khusus untuk mengukur suhu tubuh basal.. Untuk menentukan kapan suhu tubuh basal Anda berubah, catat suhu Anda setiap hari dan perhatikan pola yang berkembang.

Anda harus mengukur suhu tubuh pada waktu yang sama setiap pagi, biasanya pada saat bangun tidur. Oleh karena, Anda perlu mengatur waktu hubungan intim sebelum terjadinya kenaikan suhu, mulai catatlah pola suhu tubuh Anda selama beberapa bulan untuk mengetahui polanya.

Amati cairan keputihan Anda

Saat berovulasi, cairan keputihan Anda akan berubah dalam tekstur dan konsistensi.

Cairan ini akan berubah menjadi jernih dan licin, layaknya seperti putih telur mentah, saat tubuh Anda bersiap untuk berovulasi. Setelah ovulasi, cairan berubah kembali menjadi keruh dan tebal, dan kemudian akan mengering.

Gunakan tes ovulasi

Cara lain untuk menentukan kapan Anda berovulasi adalah dengan menggunakan alat tes ovulasi. Tes-tes ini menggunakan urin Anda untuk mengukur apakah ada hormon tertentu dalam tubuh Anda, yang dapat memprediksi ovulasi.

Anda dapat membeli tes ini di apotek-apotek terdekat. Ikuti instruksi yang disediakan dengan tes untuk memastikan Anda mendapatkan hasil yang akurat.

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Tips untuk hamil

Setelah Anda mengetahui pola ovulasi dengan menggunakan salah satu dari metode di atas, Anda harus merencanakan untuk melakukan hubungan intim selama puncak masa subur Anda. Ini biasanya dilakukan sehari sebelum ovulasi, sehingga sperma punya waktu untuk melakukan perjalanan ke saluran tuba untuk membuahi sel telur.

Lakukan hubungan seks teratur pada hari-hari menjelang ovulasi. Ini akan meningkatkan kemungkinan sperma terhubung dengan sel telur.

Untuk mempersiapkan terjadinya pembuahan, Anda juga dapat melakukan sejumlah perilaku sehat untuk membuat tubuh Anda lebih prima. Pertimbangkan untuk mengonsumsi vitamin prenatal setiap hari selama 3 bulan sebelum Anda mencoba hamil. Vitamin ini bertujuan untuk membantu melengkapi diet Anda dengan asam folat dan nutrisi lainnya.

Beberapa penelitian merekomendasikan 400 mikrogram asam folat  untuk dikonsumsi wanita setiap harinya. Asam folat ini dapat membantu mengurangi risiko bayi terkena cacat lahir tabung saraf yang serius.

Selain vitamin, ada beberapa cara lain untuk mempersiapkan tubuh Anda untuk pembuahan dan kehamilan:

  • kelola berat badan 
  • makan makanan yang seimbang
  • berolahraga teratur
  • mengurangi stres
  • kurang minum alkohol dan kafein

Menyadari aspek-aspek kesehatan tidak hanya akan bermanfaat bagi Anda ketika Anda mencoba untuk hamil, tetapi juga akan mempersiapkan Anda untuk merawat tubuh ketika Anda hamil.

Gejala hamil 2 minggu

Beberapa gejala awal yang mungkin Anda sadari pada minggu ke 2 yang mengindikasikan kehamilan, meliputi:

Ovulasi dan lainnya

Tahap awal kehamilan ini hanyalah yang pertama dari banyak langkah dalam perjalanan Anda menuju orangtua. Tubuh membutuhkan waktu untuk menunjukkan tanda-tanda kehamilan setelah terjadinya konsepsi pembuahan.

Periode yang terlewatkan biasanya merupakan tanda pertama yang terlihat dari kehamilan. Setelah melewatkan menstruasi, tes kehamilan dapat memastikan apakah Anda dapat hamil. Tes kehamilan mengukur keberadaan hormon hCG dalam tubuh Anda.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk hamil atau khawatir tentang aspek kehamilan, segera hubungi dokter Anda untuk mendiskusikan evaluasi medis mengenai infertilitas.

18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app