Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR AHMAD MUHLISIN

Eosinofil Tinggi: Bahaya, Penyebab & Pengobatan

Update terakhir: SEP 15, 2019 Tinjau pada SEP 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 743.028 orang

Eosinofil adalah sejenis sel darah putih yang bertugas memerangi substansi berbahaya dalam tubuh seperti parasit, dan berperan dalam reaksi alergi. Jumlah  eosinofil yang tinggi menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Tingginya jumlah eosinofil (eosinofilia) hanya dapat diketahui melalui pemeriksaan darah. Berikut pembagian eosinofilia berdasarkan jumlah eosinofil:
  • Ringan: 500 - 1500 sel / mL
  • Sedang: 1500 - 5000 sel / mL
  • Berat:> 5000 sel / mL

Apa penyebab eosinofil tinggi?

Pada intinya jumlah sel darah putih eosinofil akan meningkat saat tubuh membutuhkannya, yaitu ketika diserang parasit, mengalami reaksi alergi, dan lain-lain. Sebagian besar penyebab eosinofilia bukanlah masalah serius sehingga tak memerlukan perawatan khusus dan sering sembuh dengan sendirinya, namun beberapa disebabkan oleh masalah berbahaya sehingga harus diwaspadai. Lebih jelasnya mari kita tinjau penyebab eosinofil tinggi berikut ini: 1. Infeksi parasit Penyebab paling umum eosinofilia adalah ketika tubuh mengalami infeksi parasit. Tergantung pada penyebabnya, infeksi parasit memiliki nama-nama unik, seperti schistosomiasis (cacing trematoda), trichinosis (cacing cambuk), strongyloidiasis (cacing strongyloides), dan ascariasis (cacing gelang). Contoh parasit cacing di atas dapat ditemukan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Jadi, pada penderita cacingan seringkali ditemukan peningkatan jumlah eosinofil dalam tubuh. Tanda ini pula yang sering menjadi pedoman dokter guna menegakkan diagnosis dan memantau hasil pengobatan. 2. Reaksi obat Ternyata obat-obatan juga dapat memicu peningkatan jumlah eosinofil, namun terkadang tanpa tanda atau gejala yang jelas sehingga banyak yang tidak menyadarinya. Obat-obatan yang paling sering menyebabkan eosinofilia termasuk antibiotik (penicillin, sefalosporin), obat anti-inflamasi non-steroid (aspirin, ibuprofen), ranitidine (untuk gastroesophageal reflux), phenytoin (anti-kejang) dan allopurinol (obat asam urat). 3. Atopi Atopi adalah reaksi alergi khusus yang umumnya dipengaruhi oleh faktor keturunan. Atopi ditandai dengan asma, alergi musiman (juga disebut rinitis alergi), dan eksim pada kulit. Seseorang dapat mengalami salah satu atau beberapa kondisi medis tersebut sekaligus. Atopi termasuk penyebab eosinofil tinggi yang paling sering terutama pada anak-anak dengan derajat ringan sampai sedang. Rekasi alergi lainnya seperti alergi makanan juga dapat menyebabkan peningkatan jumlah eosinofil. 4. Eosinofilia esofagitis (EoE) Penyakit ini relatif baru, ditandai dengan sebukan eosinofil (sel alergi) di lapisan esofagus (kerongkongan). Selain di esofagus, sekitar 50% penderitanya juga mengalami peningkatan jumlah eosinofil dalam darah. Para ilmuan menduga bahwa penyakit ini terkait dengan alergi makanan, sehingga penanganannya dengan mengatur pola makan. 5. Sindrom hypereosinophilic Hyperoeosinophilic syndromes (HES) adalah sekelompok gangguan yang ditandai dengan jumlah eosinofil yang sangat tinggi dan bukti kerusakan organ akibat eosinofil yang tinggi tersebut. Organ yang sering menjadi targetnya adalah kulit, paru-paru, dan saluran pencernaan. Tanda khas penyakit HES ini yaitu eosinofil yang sangat tinggi (> 1500 eosinofil / mm ³) dalam darah selama paling sedikit enam bulan. 6. Churg-Strauss Syndrome Churg-Stauss vasculitis, sekarang disebut eosinophilic granulomatosis dengan polyangiitis, dapat menyebabkan tingginya jumlah eosinofil. Pada awalnya penderita mengalami asma dan masalah paru-paru lainnya, kemudian mengembangkan eosinofilia, dan akhirnya vaskulitis atau radang pembuluh darah. 7. Kanker Ada beberapa jenis kanker, terutama kanker darah, yang dikenal dapat meningkatkan jumlah eosinofil. Penyakitnya disebut leukemia myeloid akut (AML) yang dikenal juga sebagai leukemia eosinofilik. Penyebab lain termasuk beberapa neoplasma myeloproliferative (seperti, trombositemia esensial, polisitemia vera) B-sel dan limfoma sel T, serta kanker kelenjar (adenokarsinoma) saluran pencernaan, paru-paru, dan leher rahim.

Apa Gejala Eosinofilia?

Jumlah eosinofil yang hanya sedikit meningkat, umumnya tidak menunjukkan gejala apa pun. Lain halnya apabila jumlah eosinofil yang tinggi, maka gejalanya sesuai dengan penyebab yang mendasari. Meskipun ada sejumlah gejala umum sebagai berikut:
  • Ruam
  • Gatal
  • Diare, dalam kasus infeksi parasit
  • Asma
  • Hidung berair, terutama jika dikaitkan dengan alergi.

Bagaimana cara menurunkan eosinofil tinggi?

Seperti penyakit pada umumnya, maka menelusuri penyebab sangatlah penting, karena pengobatan yang diperlukan akan sangat tergantung pada penyebab eosinofilia itu sendiri. Secara umum, berikut beberapa pilihan pengobatan eosinofilia:
  • Pengamatan. Pada kasus eosinofilia ringan, cukup dilakukan pengamatan dengan pemeriksaan laboratorium berulang hingga dicapai kadar yang normal.
  • Hentikan obat. Jika terbukti bahwa yang menyebabkan eosinofil tinggi adalah obat, maka cara mengatasinya cukup dengan menghentikan penggunaannya.
  • Mengobati atopi. Memaksimalkan terapi untuk asma, eksim, dan alergi
  • Mengobati infeksi. Infeksi parasit diobati dengan obat anti-parasit.
  • Steroid. Obat steroid seperti prednison dapat digunakan untuk mengobati sindrom hypereosinophilic.
Eosinofil tinggi membuat banyak orang ketakutan, tapi untungnya, bagi kebanyakan orang yang mengalaminya hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tanpa perawatan. Meskipun beberapa memerlukan diagnosis dan pengobatan oleh dokter spesialis hematologi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit