Pentingnya Premarital Check Up untuk Deteksi Dini Thalasemia

Dipublish tanggal: Mei 24, 2021 Update terakhir: Mei 24, 2021 Waktu baca: 3 menit
Pentingnya Premarital Check Up untuk Deteksi Dini Thalasemia

Ringkasan

Buka

Tutup

    • Premarital check up bisa membantu mengetahui seberapa besar risiko gen thalasemia yang akan diturunkan pada anak dan cara mengatasinya.
    • Premarital check up untuk thalasemia dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu hitung darah lengkap, elektroforesis hemoglobin, dan tes genetik.
    • Premarital check up sebaiknya dilakukan minimal 3 bulan sebelum tanggal pernikahan.
    • Jika Anda atau pasangan diketahui membawa gen thalasemia, artinya Anda berisiko 50% mempunyai anak dengan thalasemia minor dan 50% kemungkinan anak terlahir sehat dan normal.
    • Dapatkan paket skrining thalasemia dengan promo menarik dan dokter berpengalaman melalui HDmall.
    • Gunakan fitur chat untuk berkonsultasi dengan apoteker kami secara gratis seputar obat dan pemeriksaan kesehatan yang Anda butuhkan.

    Premarital check up atau medical check up sebelum menikah biasanya lebih difokuskan untuk mengetahui kesuburan calon suami istri atau mencegah penularan penyakit seksual. Padahal, manfaat premarital check up tak hanya itu, lho! Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah juga penting untuk mengetahui risiko thalasemia dan mencegahnya agar tidak diturunkan pada anaknya kelak.

    Sekilas tentang thalasemia

    Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang disebabkan oleh kurangnya jumlah hemoglobin dalam tubuh. Padahal, hemoglobin merupakan protein pembentuk sel darah merah yang tugasnya mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

    Iklan dari HonestDocs
    Beli Obat Langung Dikirim!

    Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

    Default internal ads sept20

    Karena jumlah hemoglobinnya berkurang dan abnormal, maka sel darah merah berumur lebih pendek dan mudah rusak. Akibatnya, hanya ada sedikit sel darah merah yang mengalir dalam darah dan menimbulkan gejala anemia.

    Thalasemia termasuk salah satu penyakit yang dapat diwariskan dari orangtua ke anaknya, alias penyakit keturunan. Jika anak mengalami thalasemia mayor, artinya kedua orangtuanya menjadi pembawa gen thalasemia sampai akhirnya diturunkan ke anak. Jika hanya salah satu, maka ada kemungkinan si anak akan membawa gen thalasemia dalam tubuhnya.

    Maka itulah, penyakit ini tidak dapat dicegah. Namun, setidaknya, premarital check up bisa membantu mengetahui seberapa besar risiko gen thalasemia yang akan diturunkan pada anak dan cara mengatasinya.

    Baca selengkapnya: Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Jenis-jenis Thalassemia

    Manfaat premarital check up untuk thalasemia

    Premarital check up adalah pemeriksaan kesehatan pada calon pengantin untuk mendeteksi potensi adanya penyakit pada keduanya. Berbagai manfaat premarital check up antara lain:

    • Mengetahui status kesehatan pasangan
    • Mengetahui tingkat kesuburan dan menangani masalah kesuburan yang ada
    • Mendeteksi penyakit menular, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV/AIDS
    • Mendeteksi penyakit atau kelainan genetik, seperti thalasemia, anemia sel sabit, dan hemofilia

    Karena thalasemia merupakan penyakit keturunan, premarital check up penting dilakukan untuk mendeteksi penyakit ini. Bukan cuma memastikan kesehatan Anda dan pasangan sebagai calon orangtua, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah juga bisa membantu mencegah masalah kesehatan pada calon anak Anda, termasuk mengenai risiko thalasemia.

    Iklan dari HonestDocs
    Beli Obat Langung Dikirim!

    Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

    Default internal ads sept20

    Baca juga: Kenali Pre Marital Check Up, Tes untuk Mendeteksi Penyakit bagi Pasangan Suami & Istri

    Prosedur premarital check up untuk thalasemia

    Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dapat dilakukan dengan berbagai prosedur, tergantung status kesehatan yang ingin diketahui. Khusus untuk mendeteksi thalasemia, ada 3 cara diagnosis yang dapat dilakukan, yaitu:

    • Hitung darah lengkap (CBC): Untuk menentukan jumlah, ukuran, dan bentuk sel darah merah serta jumlah hemoglobin di dalamnya;
    • Elektroforesis hemoglobin: Merupakan skrining utama untuk mendiagnosis thalasemia. Fungsinya untuk mendeteksi bentuk hemoglobin yang abnormal akibat thalasemia;
    • Tes genetik: Untuk membantu memastikan adanya mutasi genetik yang berhubungan dengan thalasemia dan kelainan pada gen hemoglobin penghasil alfa dan beta.

    Harga premarital check up berbeda-beda, tergantung dari tes apa saja yang Anda lakukan. Namun, terlepas dari harganya, manfaat premarital check up tentunya lebih besar dan sangat penting untuk Anda dan keluarga.

    Apa yang harus dilakukan jika saya atau pasangan terdeteksi thalasemia?

    Premarital check up dapat dilakukan kapan saja sesuai kebutuhan. Akan tetapi, supaya hasilnya lebih akurat, pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan minimal 3 bulan sebelum tanggal pernikahan. 

    Lantas, bagaimana jika ternyata salah satu dari Anda atau pasangan ternyata terdeteksi membawa gen thalasemia? Pada kasus ini, Anda berisiko 50% mempunyai anak dengan thalasemia minor seperti orangtuanya dan 50% kemungkinan anak terlahir sehat dan normal. 

    Kelahiran anak dengan thalasemia mayor hanya dapat dihindari dengan mencegah perkawinan antara dua orang pembawa sifat thalasemia. Meskipun memang, hal ini belum bisa dipastikan karena ada juga kemungkinan anak akan terlahir dengan thalasemia minor (50%) atau bahkan justru dalam kondisi normal dan sehat (25%).

    Oleh karena itu, sangat penting bagi para calon pengantin untuk melakukan premarital check up sebelum menikah untuk mendeteksi thalasemia. Jika nantinya ditemukan adanya masalah kesehatan tertentu, diskusikan dengan pasangan dan dokter untuk mengatasi masalah tersebut sebelum menuju ke jenjang pernikahan.

    Baca juga: Daftar Tes Kesehatan yang Perlu Dilakukan Wanita Sebelum Menikah


    5 Referensi
    Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Faktor Risiko Penurunan dan Klasifikasi Thalassemia. (http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-kanker-dan-kelainan-darah/faktor-risiko-penurunan-dan-klasifikasi-thalassemia). 2 Mei 2017.
    Iranial Journal of Pediatric Hematology Oncology. Premarital Screening of Beta Thalassemia Minor in north-east of Iran. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3915444/). 22 Januari 2013.
    Ministry of Health - Kingdom of Saudi Arabia. Premarital Screening. (https://www.moh.gov.sa/en/HealthAwareness/Beforemarriage/Pages/default.aspx).

    Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

    Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
    (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

    Tanya Dokter

    Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


    Lampirkan file (foto atau video)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
    * Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

    Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

    Submit
    Buka di app