Penyakit Beri-Beri: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Mei 17, 2019 Waktu baca: 5 menit
Penyakit Beri-Beri: Penyebab, Gejala, & Pengobatan

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar penyakit beri-beri, mungkin banyak yang membayangkan bahwa orang yang terkena beri beri tubuhnya menjadi bengkak atau dengan istilah lain gemuk tapi tak sehat. Ada juga yang mengatakan bahwa sering tidur di pagi hari dapat menyebabkan penyakit beri-beri. Benarkah demikian? Baca ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu penyakit beri-beri?

Beri-beri adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B1 (tiamin) yang mempengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk otot, jantung, saraf, dan sistem pencernaan. Istilah Beri-beri berasal dari bahsa Singhalese yang artinya "Aku tidak bisa, aku tidak bisa", hal ini mencerminkan efek lumpuh pada penderita penyakit beri beri. Penyakit ini banyak dijumpai di bagian Asia Tenggara, di mana nasi putih merupakan makanan utama.

Penyebab penyakit beri-beri

Tiamin adalah salah satu vitamin B yang berperan penting dalam metabolisme energi dan membangun jaringan tubuh. Tiamin bergabung dengan fosfat untuk membentuk bentuk aktif vitamin B1 yaitu tiamin pyrophosphate(TPP).

TPP berperan penting dalam reaksi yang menghasilkan energi dari glukosa atau yang mengkonversi glukosa menjadi lemak untuk disimpan di jaringan. Bila tidak ada cukup vitamin B1 dalam makanan, fungsi energi dasar ini akan terganggu, sehingga menyebabkan masalah di seluruh tubuh.

Situasi khusus, seperti metabolisme berlebihan, demam berkepanjangan, kehamilan, dan menyusui, dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan tiamin, jika tidak teratasi dapat menyebabkan gejala defisiensi atau kekurangan. Diare yang berlangsung lama atau penyakit hati kronis dapat menyebabkan ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan kadar normal banyak nutrisi, termasuk vitamin B1.

Orang-orang lain yang berisiko adalah pasien dengan gagal ginjal pada dialisis dan orang-orang dengan masalah pencernaan yang parah yang tidak mampu menyerap nutrisi. Alkoholik (peminum alkohol) juga rentan karena mereka mungkin menggantikan makanan dengan alkohol dan asupan alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap tiamin.

Tanda dan gejala penyakit beri-beri

Pada orang dewasa, ada beberapa macam beri-beri yang diklasifikasikan menurut sistem tubuh yang paling terpengaruh, yakni beri beri basah dan kering. Beri-beri kering melibatkan sistem saraf, beri-beri basah mempengaruhi jantung dan sirkulasi darah. Kedua jenis beri beri ini biasanya terjadi pada pasien yang sama, dengan satu set gejala yang mendominasi.

Secara lebih lengkap berikut gejala penyakit beri-beri berdasarkan sistem yang terlibat:

1. Sistem pencernaan

Ketika sel-sel otot polos dalam sistem pencernaan dan kelenjar tidak mendapatkan energi yang cukup dari glukosa, mereka tidak dapat memproduksi lebih banyak glukosa dari pencernaan makanan. Akibatnya kehilangan nafsu makan, gangguan pencernaan , sembelit berat, dan kurangnya asam klorida pada lambung.

2. Sistem saraf

Glukosa sangat penting untuk sistem saraf pusat agar berfungsi secara normal. Gejala beri beri awal berupa kelelahan, lekas marah, dan penurunan daya ingat.

Jika kekurangan vitamin B1 berlanjut, maka bisa terjadi kerusakan pada saraf perifer yang menyebabkan hilangnya sensasi dan kelemahan otot, yang disebut neuropati perifer. Bagian kaki lah yang paling terpengaruh.

Jari-jari kaki terasa kaku dan kaki memiliki sensasi terbakar, otot-otot kaki menjadi pegal dan kram otot betis. Individu berjalan goyah dan mengalami kesulitan bangun dari posisi jongkok. Akhirnya, otot-otot mengecil (atrofi) dan hilangnya refleks pada lutut dan kaki, kaki bisa terkulai (footdrop).

3. Sistem kardiovaskular

Detak jantung yang cepat dan ber keringat dingin. Akhirnya otot jantung melemah. Karena otot polos pembuluh darah dipengaruhi, arteri dan vena rileks, menyebabkan pembengkakan, yang dikenal sebagai edema pada kaki.

4. Sistem muskuloskeletal

Rasa nyeri pada otot yang meluas, disebabkan oleh kurangnya TPP di jaringan otot.

Bayi yang disusui oleh ibu yang kekurangan tiamin biasanya mengalami gejala defisiensi antara bulan kedua dan keempat kehidupan. Bayi akan pucat, gelisah, tidak bisa tidur, rentan terhadap diare, dan memiliki pengecilan otot dan edema pada lengan dan kaki. Mereka memiliki karakteristik berupa kadang-kadang diam, menangis dan mengembangkan gagal jantung dan kerusakan saraf.

Diagnosis penyakit beri-beri

Pemeriksaan fisik akan mengungkapkan banyak gejala awal beri-beri, seperti kelelahan, iritasi, mual, sembelit, dan kurangnya daya ingat, tetapi kekurangan mungkin sulit untuk diidentifikasi. Informasi tentang diet individu dan kesehatan umum juga diperlukan.

1. Pemeriksaan Laboratorium

Ada banyak tes biokimia yang didasarkan pada metabolisme thiamin atau fungsi TPP yang dapat mendeteksi kekurangan tiamin. Kadar tiamin dapat diukur dalam darah dan urin.

Urin dapat dikumpulkan selama 24 jam untuk mengukur tingkat tiamin yang diekskresikan. Tes lain yang dapat diandalkan yaitu mengukur pengaruh TPP pada aktivitas sel darah merah karena semua bentuk beri-beri mempengaruhi metabolisme sel darah merah.

2. Electroencephalogram (EEG)

Electroencephalogram berfungsi untuk mengukur aktivitas listrik di otak, dapat dilakukan untuk menyingkirkan penyebab lain dari perubahan neurologis. Mengamati perbaikan dalam pasien setelah memberikan suplemen tiamin juga akan mengkonfirmasikan diagnosis.

Pengobatan penyakit beri-beri

Pengobatan dengan tiamin akan mengembalikan kekurangan dalam tubuh dan mengurangi sebagian besar gejala beri beri yang telah muncul. Kekurangan tiamin parah diobati dengan dosis tinggi tiamin (50mg tiap hari) yang dapat diberikan melalui suntikan ke dalam otot (intramuscular) atau melalui cairan yang dimasukkan ke pembuluh darah (intravena) selama beberapa hari.

Kemudian dosis yang lebih kecil dapat diberikan baik melalui suntikan atau dalam bentuk pil (2,5-5mg tiap hari) sampai pasien sembuh. Biasanya ada kekurangan lain dalam vitamin B yang juga akan membutuhkan pengobatan.

Gejala kardiovaskular beri-beri basah dapat menanggapi pengobatan dalam beberapa jam jika mereka tidak terlalu parah. Gagal jantung mungkin memerlukan pengobatan tambahan dengan diuretik yang membantu menghilangkan kelebihan cairan dan dengan obat penguat jantung seperti digitalis.

Pemulihan neuropati perifer dan gejala lain dari beri-beri kering bisa lebih lama dan pasien sering menjadi putus asa. Mereka harus tetap aktif, terapi fisik juga akan membantu dalam pemulihan.

Beri-beri infantil diperlakukan dengan memberikan tiamin untuk kedua bayi dan ibu menyusui sampai tingkat normal. Tiamin yang berlebihan akan diekskresikan oleh tubuh dalam urin, dan reaksi negatif akibat terlalu banyaknya tiamin jarang terjadi.

Pencegahan penyakit beri-beri

Diet seimbang yang mengandung semua nutrisi penting akan mencegah kekurangan vitamin B1 dan mencegah beri-beri. Orang-orang yang mengkonsumsi sejumlah besar junk food seperti soda, keripik, permen, dan makanan tinggi karbohidrat yang dibuat dengan tepung, mungkin akan mengalami kekurangan tiamin dan nutrisi penting lainnya. Mereka mungkin perlu mengambil suplemen vitamin dan harus meningkatkan diet yang sehat.

Bagaimanapun, kebutuhan vitamin B1 harus terpenuhi yang kadarnya disesuaikan dengan jenis kelamin dan usia berikut:

  • Anak-anak laki-laki diatas 11 tahun, remaja dan dewasa membutuhkan 1,2 mg setiap hari dan 1 mg untuk wanita.
  • Ibu hamil dan menyusui membutuhkan 1,4 mg vitamin B1 per hari.
  • Bayi membutuhkan 0,2-0,3 mg perhari.

Sumber makanan sumber makanan vitamin B1 terbaik adalah daging sapi, hati, ragi, kacang polong dan kacang-kacangan, biji-bijian utuh atau diperkaya, dan roti. Semakin halus makanan, seperti beras putih, roti putih, dan beberapa sereal, semakin rendah tiamin tersebut. Banyak produk makanan yang diperkaya dengan tiamin, riboflavin, niasin, dan zat besi, untuk mencegah defisiensi diet.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Wong, C. Very Well Health (2019). Beriberi as a Result of Thiamine (Vitamin B1) Deficiency. (https://www.verywellhealth.com/beriberi-understanding-thiamine-deficiency-4158113)
Knott, L. Patient (2014). Beriberi. (https://patient.info/doctor/beriberi)
Nguyen-Khoa, D. Medscape (2018). Beriberi (Thiamin Deficiency) (https://emedicine.medscape.com/article/116930-overview)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app