Vasectomy Reversal - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: Apr 29, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 344.474 orang

Vasektomi adalah prosedur pembedahan minor untuk memblokir sperma dengan memotong vas deferens agar sperma tidak mencapai semen yang mengalami ejakulasi dari penis. Semen umumnya masih dapat keluar, tetapi tidak ada sperma di dalamnya. 

Setelah vasektomi, testis masih membuat sperma, tetapi sperma tersebut terserap oleh tubuh.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Indikasi Vasectomy Reversal

Vasectomy reversal merupakan prosedur dimana mengembalikan hasil dari prosedur vasectomy. Vasectomy reversal dilakukan dengan cara memasang kembali vas deferens ke penis sehingga Anda dapat mengejakulasi sperma lagi. Orang-orang memiliki banyak alasan untuk melakukan vasectomy reversal, termasuk:

  • Ingin memiliki anak lagi setelah kehilangan anak atau pasangan
  • Berubah pikiran tentang keinginan memiliki anak di kemudian hari
  • Ingin memiliki anak dengan pasangan yang baru setelah mengalami perceraian
  • Mengalami rasa nyeri di testis terkait dengan vasektomi

Prosedur vasectomy dapat dikembalikan hingga usia 20 tahun atau lebih setelah seseorang melakukan prosedur yang pertama. Tetapi semakin lama seseorang menunda untuk melakukan vasectomy reversal, maka semakin kecil pula kemungkinan seseorang untuk memiliki anak setelah prosedur tersebut.

Cara kerja Vasectomy Reversal

Vasectomy reversal adalah prosedur rawat jalan yang biasanya selesai dalam 30-60 menit. Prosedur ini dapat dilakukan dengan anestesi lokal yang membuat mati rasa area di sekitar skrotum. Prosedur ini juga dapat dilakukan dengan anestesi umum yang membuat Anda tidak sadar selama tindakan operasi.

Dokter bedah akan menggunakan salah satu atau kedua prosedur berikut:

  • Vasovasostomi: Dokter bedah akan mengambil kedua ujung vas deferens yang terpotong selama vasektomi dan menjahitnya kembali menjadi satu.
  • Vasoepididymostomy: Dokter bedah akan menjahit vas deferens ke epididimis. Dokter bedah dapat melakukan prosedur ini sebagai ganti prosedur vasovasostomi jika terdapat jaringan parut yang menghalangi sperma untuk bergerak ke vas deferens.

Dokter bedah dapat melakukan kedua prosedur tersebut jika area di sekitar masing-masing testis membutuhkan teknik yang berbeda untuk memungkinkan vas deferens atau tabung yang berfungsi untuk membawa sperma ke penis lagi.

Kedua prosedur dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Dokter bedah akan membuat sayatan di bagian bawah skrotum agar dapat sampai ke vas deferens.
  • Dokter bedah akan membuka vas deferens dan memeriksa cairan di dalam tabung. Dokter bedah kemudian melakukan vasovasostomi jika ada sperma di dalam cairan. Jika tidak ada sperma atau jika cairannya tidak normal, dokter bedah akan melakukan prosedur vasoepididymostomy.
  • Dokter bedah Anda menutup sayatan dengan jahitan, atau menjahit, dan membalut dengan perban daerah skrotum untuk menghentikan pendarahan.

Prosedur Vasectomy reversal mungkin akan memakan waktu lebih lama dari vasektomi. Hal ini dikarenakan langkah-langkah tambahan yang terlibat dalam pemasangan kembali kedua ujung vas deferens satu sama lain.

Setelah tindakan operasi, dokter mungkin akan memberikan kompres es atau kompres dingin setelah prosedur tersebut. Hal ini untuk membantu menjaga skrotum agar tidak bengkak. Anda mungkin juga diminta dokter untuk mengenakan pakaian dalam ketat. 

Hal ini dilakukan untuk membuat skrotum tidak terlalu banyak bergerak sehingga luka bekas operasi tidak terbuka kembali.

Setelah Anda dibolehkan pulang, rawat area bekas operasi dengan melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Istirahatlah yang cukup.
  • Jangan sampai area bekas operasi basah selama beberapa hari setelah operasi.
  • Jangan melakukan aktivitas fisik apapun yang dapat membuat tekanan di sekitar skrotum, seperti jogging atau bersepeda.
  • Jangan berhubungan seks selama beberapa minggu setelah operasi atau sampai dokter Anda memberi tahu waktu yang aman untuk melanjutkan aktivitas seksual.
  • Kenakan pakaian dalam yang ketat selama beberapa minggu sampai luka bekas operasi sembuh.
  • Minum obat anti inflamasi non steroid (NSAID) untuk mengatasi semua rasa nyeri.

Komplikasi Vasectomy Reversal

Seperti halnya pada tindakan operasi apapun, beberapa komplikasi mungkin saja terjadi. Segera datangi dokter jika Anda mengalami salah satu dari beberapa kondisi berikut:

  • Timbul nyeri atau kemerahan di sekitar bekas luka jahitan
  • Terdapat nanah atau pendarahan dari bekas luka jahitan
  • Demam lebih dari 100 ° F (38 ° C)
  • Hematoma (darah dalam skrotum, yang biasanya terlihat seperti bintik ungu besar)
  • Mati rasa di sekitar skrotum

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit