Utrogestan: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 25, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 3 menit

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Utrogestan adalah obat mengandung hormon progesteron yang biasa digunakan untuk memperkuat kandungan dan mengatasi masalah haid.
  • Obat ini membutuhkan resep dokter, dapat digunakan secara oral (diminum) atau vaginal sesuai kebutuhan.
  • Dosis utrogestan tidak lebih dari 200 mg per asupan (2 kapsul 100 mg atau 1 kapsul 200 mg). Konsultasikan lebih lanjut mengenai dosis yang tepat untuk Anda.
  • Penderita kanker payudara atau yang memiliki riwayat kanker payudara tidak dianjurkan mengonsumsi Utrogestan.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk dan pusing. Hindari mengemudi atau menggunakan mesin setelah minum obat.
  • Klik untuk mendapatkan Utrogestan atau alat kontrasepsi & hormon lainnya ke rumah Anda di HDmall. *Gratis ongkir ke seluruh Indonesia & bisa COD.

Utrogestan adalah salah satu obat bermerek yang mengandung hormon progesterone termikronisasi. Obat ini sering digunakan sebagai obat penguat kandungan dan mengatasi masalah menstruasi seperti amenore (tidak haid), gangguan premenstruasi, pendarahan, dan terapi gejala menopause.

Mengenal Utrogestan

Golongan

Obat resep

Kemasan

Utrogestan dipasarkan dengan kemasan sebagai berikut:

  • Utrogestan kapsul 100 mg
  • Utrogestan kapsul 200 mg

Kandungan

Setiap kemasan Utrogestan mengandung hormon progesteron termikronisasi

Manfaat Utrogestan

Progesterone sendiri merupakan hormon alami pada tubuh wanita yang terkait dengan menstuasi dan kehamilan. Secara umum fungsi hormon progesteron adalah:

  • Pada uterus dan ovarium: pelepasan oosit matang, fasilitasi implantasi, dan pemeliharaan kehamilan, dengan cara meningkatkan pertumbuhan rahim dan meminimalkan kontraktilitas miometrium (otot rahim) sehingga tidak gampang berkontraksi.
  • Pada kelenjar susu: pengembangan lobular-alveolar dalam persiapan untuk sekresi air susu ibu dan penekanan sintesis protein susu sebelum melahirkan.
  • Pada otak: mediasi sinyal yang diperlukan untuk perilaku responsif secara seksual.

Efek Samping Utrogestan

Seperti halnya obat yang lain, Utrogestan juga berpotensi memiliki efek samping. Berikut ini efek samping pemberian Utrogestan secara oral:

Efek tersebut umumnya terjadi akibat kelebihan dosis, maka yang harus dilakukan untuk mengatasinya adalah:

  • Mengurangi dosis per asupan
  • Mengubah interval antar asupan
  • Mengubah cara penggunaan dari oral menjadi vaginal

Ketika Anda mengalami tanda-tanda overdosis, maka konsultasikan dengan dokter agar dapat dilakukan penyesuaian dosis. Jika Anda mengalami efek samping yang tidak disebutkan di atas, mohon informasikan juga ke dokter atau apoteker.

Kontraindikasi

Tidak semua wanita bisa menggunakan obat ini, terutama para wanita dengan kondisi di bawah ini:

  • Memiliki riwayat kanker payudara atau yang sedang menjalani pengobatan kanker payudara
  • Dicurigai memiliki tumor ganas estrogen-dependent
  • Perdarahan jalan lahir yang tak jelas penyebabnya
  • Tromboflebitis
  • Gangguan trombosis atau tromboemboli (misalnya trombosis vena dalam atau DVT, emboli paru)
  • Penyakit hati akut atau riwayat penyakit hati
  • Memiliki hipersensitivitas atau alergi terhadap zat aktif atau salah satu eksipien yang terkandung dalam obat
  • Porphyria
  • Perdarahan otak

Dosis Utrogestan

Obat utrogestan harus digunakan sesuai dengan resep dokter. Adapaun pedoman dosis utrogestan dan penggunaannya adalah sebagai berikut:

  • Tidak lebih dari 200 mg per asupan (dua kapsul 100 mg atau satu kapsul 200 mg) dengan cara melalui oral atau vagina.
  • Rata-rata untuk insufficiencies progesteron, dosis harian adalah 200-300 mg dibagi dalam satu atau dua kali minum, 100 mg pada pagi hari, dan 100 mg atau 200 mg sebelum tidur.
  • Dalam beberapa kasus, terutama untuk membantu kehamilan, dokter mungkin meningkatkan dosis 600 mg per hari, dibagi menjadi tiga kali minum.
  • Jika obat utrogestan diberikan secara oral: maka konsumsi kapsul dengan segelas air dengan jarak yang cukup jauh dari waktu makan, sesuai anjuran dokter.
  • Jika obat utrogestan diberikan secara vagina maka masukkan kapsul secara mendalam ke vagina.
  • Durasi atau lamanya pengobatan akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi yang dialami.

Cara Penggunaan Utrogestan

Berdasarkan manfaat hormon progesteron dalam tubuh wanita sendiri, maka utrogestan dapat digunakan untuk kondisi di bawah ini:

Penggunaan oral (melalui mulut):

  • Memperkuat kandungan dan menjaga kehamilan
  • Amenore primer dan sekunder
  • Gangguan premenstruasi
  • Pendarahan, salah satunya akibat fibroma
  • Penggunaan ajuvan dengan estrogen pada wanita pasca-menopause dengan uterus utuh atau sebagai terapi penggantian hormon (HRT)

Penggunaan vaginal (melalui jalan vagina):

  • Digunakan untuk membantu kehamilan, khususnya dalam kasus persalinan prematur, selama siklus Fertilisasi in vitro (IVF), atau bayi tabung
  • Sebagai alternatif penggunaan oral untuk menghindari efek samping mengantuk dan pusing
  • Sebagai alternatif penggunaan oral untuk kasus kontraindikasi oral karena memiliki penyakit hati yang berat

Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Utrogestan, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Obat ini seharusnya hanya digunakan untuk penguat kandungan pada kehamilan selama trimester pertama dan hanya melalui rute vagina. Karena ada beberapa risiko efek samping yang mungkin terjadi pada organ hati jika digunakan pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.
  • Jika obat diberikan secara oral, maka harus diminum jauh dari waktu makan, sebaiknya di malam hari pada waktu tidur.
  • Penggunaan pada kehamilan termasuk kategori B. Banyak studi epidemiologis pada lebih dari 1.000 pasien tidak menunjukkan adanya hubungan antara progesteron dan malformasi janin.
  • Pada penggunaan Utrogestan oral, obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk dan pusing, maka jangan mengemudi atau menggunakan mesin selama pengobatan.
  • Harap informasikan dokter atau apoteker jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan lain karena dikhawatirkan terjadi interaksi obat.

Artikel terkait:


17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app