Torsemide: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Okt 24, 2020 Tinjau pada Mei 8, 2019 Waktu baca: 4 menit

Torsemide merupakan zat yang terkandung pada merek obat Demadex. Torsemide adalah lingkaran diuretik (pil air). Obat ini mencegah tubuh kamu menyerap garam dengan cara membiarkan garam keluar melalui urin. 

Karena fungsinya ini, torsemide biasanya digunakan untuk pengobatan edema atau retensi cairan pada orang dengan kongestif gagal jantung, sakit liver, sakit ginjal atau gagal ginjal

Obat ini juga biasanya digunakan untuk mengatasi hipertensi atau tekanan darah tinggi. Jika kamu kesulitan buang air kecil atau alergi pada obat-obatan sulfa sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Sebelum mengonsumsi Torsemide

Hal penting yang perlu kamu ketahui agar aman menggunakan obat ini adalah dengan mengetahui apakah kamu alergi terhadap Torsemide atau tidak. Selain itu hal-hal yang membuat kamu sebaiknya tidak menggunakan obat ini yaitu:

  1. Kesulitan buang air kecil;
  2. Memiliki masalah liver kronis seperti sirosis atau hepatitis;
  3. Alergi pada povidone, zat yang biasanya terdapat pada iodine dan Betadine;
  4. Alergi pada obat-obatan sulfa.

Dokter perlu mengetahui kondisi atau riwayat kesehatan kamu sebelum memberikan resep torsemide. Beberapa hal yang perlu dokter ketahui sebelum memutuskan kamu aman menggunakan obat ini adalah:

  1. Apakah kamu memiliki penyakit jantung;
  2. Apakah kamu sedang berada pada diet rendah garam;
  3. Apakah kamu memiliki sakit liver atau ginjal, kecuali kamu sedang berobat untuk edema berhubungan dengan masalah liver atau ginjal;
  4. Apakah kamu memerlukan untuk menjalani CT scan atau sinar x menggunakan cairan pewarna yang disuntikkan melalui pembuluh vena.

Belum diketahui apa resiko penggunaan obat ini pada ibu hamil maupun menyusui. Jadi katakan pada dokter jika kamu berencana hamil, sedang hamil atau sedang menyusui. Penggunaan torsemide hanya untuk usia minimal 18 tahun.

Cara penggunaan Torsemide

Ikuti anjuran dari dokter untuk menggunakan obat ini. Untuk mendapatkan hasil terbaik, mungkin dokter akan mengubah dosis penggunaan. Jangan menggunakan obat melebihi atau mengurangi dosis serta melebihi jangka waktu yang dianjurkan oleh dokter. 

Pengobatan pada penderita sirosis atau masalah liver lain biasanya akan dilakukan di klinik atau rumah sakit. Hal ini guna segera memberikan penanganan jika terjadi efek samping yang tidak diinginkan. Obat dapat digunakan sebelum atau sesudah makan.

Jika kamu mengalami muntah dan diare terus menerus atau berkeringat lebih dari biasanya, segera hubungi dokter. 

Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi, tekanan darah rendah hingga ketidakseimbangan elektrolit yang cukup serius. Saat sedang menggunakan obat selalu rutin tes tekanan darah. Tes darah dan urin mungkin dilakukan jika kamu muntah atau dehidrasi.

Jika kamu sedang menjalani pengobatan tekanan darah tinggi, selalu gunakan obat meskipun kondisi kamu telah membaik. Tekanan darah tinggi tidak menunjukkan gejala. Itu sebabnya penderita tekanan darah tinggi akan menggunakan obat ini hingga sisa hidupnya. 

Pada beberapa kondisi mungkin dokter akan mengkombinasikan torsemide dengan obat lain. Untuk pengobatan selalu ikuti anjuran dari dokter. Jangan menambah, mengurangi dosis atau memperpanjang waktu penggunaan obat tanpa saran dari dokter. 

Simpan botol kemasan pada suhu ruangan dan jauhkan dari kelembaban, panas dan cahaya. Tutup rapat botol setelah menggunakan obat.

Jika suatu hari kamu lupa jadwal minum obat, segera minum obat ketika ingat. Namun jika sudah mendekati jadwal minum obat selanjutnya, lewati jadwal yang terlewat. Jangan minum dosis ekstra untuk menggantikan dosis yang terlewat. 

Overdosis obat ditandai dengan efek samping yang telah disebutkan sebelumnya. Jika hal tersebut terjadi, segera ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 

Saat menggunakan obat hindari diri dari dehidrasi baik karena olahraga berat maupun karena berada dibawah paparan sinar matahari. Ikuti anjuran dokter mengenai cairan yang sebaiknya diminum. Pada beberapa kasus, minum cukup lebih baik daripada minum berlebihan.

Efek samping penggunaan Torsemide

Segera hubungi dokter jika kamu mengalami reaksi alergi, gejala ketidakseimbangan elektrolit dan efek samping berat lainnya. Reaksi alergi dapat berupa gatal-gatal, susah bernafas dan bengkak pada wajah, bibir, tenggorokan dan lidah. Sementara pertanda jika kamu mengalami ketidakseimbangan elektrolit yaitu:

  1. Kekurangan energi sehingga merasa ngantuk;
  2. Kaki keram, otot melemahatau merasa lemas;
  3. Detak jantung lebih cepat atau tidak teratur, dada berdebar-debar, mudah lelah;
  4. Kepala terasa melayang-layang seperti mau pingsan;
  5. Mual dan muntah;
  6. Mudah haus dan mulut kering;
  7. Buang air kecil sedikit bahkan tidak sama sekali.

Efek samping berat yang mungkin kamu alami yaitu:

  1. Telinga mengeluarkan bunyi atau malah kehilangan pendengaran;
  2. Tiba-tiba merasa lemas hingga mati rasa;
  3. Sakit kepala berat, masalah saat berbicara arah keseimbangan;
  4. Nyeri dada, tiba-tiba batuk dan nafas lebih cepat;
  5. Bengkak atau terasa hangat pada salah satu kaki atau keduanya;
  6. Ginjal bermasalah, ditandai dengan kesulitan buang air besarbengkan pada lutut atau kaki, merasa mudah lelah atau nafas menjadi pendek.
  7. Dehidrasi, merasa panas atau haus berat, tidak bisa buang air kecil, berkeringat cukup banyak, kulit terasa panas dan kering;
  8. Kadar potassium rendah ditandai dengan sembelit, keram kaki, detak jantung tidak beraturan, mudah haus, mati rasa, otot melemah, atau merasa lemas.

Selain efek samping di atas, penggunaan obat ini umumnya akan menyebabkan penggunanya sering buang air kecil atau beser.

Interaksi obat Torsemide

Torsemide dapat bereaksi apabila digunakan dengan obat lain. Oleh sebab itu penting menyampaikan pada dokter pengobatan yang sedang  atau pernah kamu gunakan. Berikut adalah beberapa obat yang mungkin bereaksi dengan Torsemide:

  1. Lithium, probenecid, cholestyramin, phenylketonuria, warfarin;
  2. Obat antibiotik intravenous;
  3. Obat diuretik lainnya;
  4. Obat antijamur;
  5. Obat jantung atau tekanan darah;
  6. Obat anti radang non steroid;
  7. Obat steroid
  8. Salisilat, aspirin, pepto-bismol, dan sebagainya

Simpan obat jauh dari jangkauan anak-anak. Jangan berbagi pakai obat dengan orang lain dan gunakan obat sesuai dengan anjuran dokter. 


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Demadex- torsemide tablet; Demadex- torsemide injection, solution. (2007). (http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=cf288ad5-d4e7-4b0b-bfd0-41c5327e6984)
Demadex (torsemide) tablets, for oral use. (2017). (http://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2017/020136s027lbl.pdf)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app