Strontium: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Mar 4, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Agu 6, 2019 Waktu baca: 3 menit

Apa itu Strontium ?

Strontium ialah salah satu jenis obat yang berbentuk bubuk dan sifatnya seperti kalsium yang biasa digunakan sebagai obat yang mengobati atau mengatasi penyakit tulang

Inilah yang menyebabkan mengapa obat jenis Strontium sering disebut sebagai obat osteoporosis atau obat yang memang diciptakan sebagai obat untuk mengatasi berbagai macam gangguan metabolisme yang ada pada tulang seseorang.

Cara kerja obat jenis strontium ini sendiri ialah dengan memperlambat penghancuran tulang lama dan membentuk terjadinya tulang baru. Di Indonesia sendiri obat jenis strontium ini bisa kamu temukan dengan merek dagang Strontium Ranelate yang dikeluarkan oleh perusahaan farmasi Kalbe. 

Adapun beberapa jenis penyakit tulang yang dapat dobati oleh obat jenis strontium ialah penyakit osteoporosis, resiko terjadinya fraktur pada vertebra dan tulang panggul, mencegah terjadinya padat tulang, mengobati tulang yang kurang padat dan cenderung rapuh. 

Umumnya obat strontium hanya diberikan pada mereka yang memang mengalami masalah tulang yang sangat serius seperti pada para pria dan wanita yang berusia lanjut serta menderita osteoporosis yang serius serta kepada para wanita yang sudah mulai memasuki masa menopausenya. 

Ini dikarenakan bila wanita sudha mulai memasuki masa menopausenya maka tulang tulangnya pun otomatis akan menjadi tipis dan lkebih rapuh dibanding sebelumnya sehingga dengan mengkonsumsi obat jenis strontium mampu mencegah si wanita tersebut dari bahaya pengereposan tulang dan patah tulang.

Sebenarnya kandungan mineral pada obat jenis strontium sendiri bisa ditemukan pada makanan makanan yang berasal dari air laut dan tanah seperti seafood, susu, gandum, daging baik daging merah maupun dagih putih, serta umbi umbian. 

Namun terkadang bila kondisi tulang sudah parah maka umumnya pasien baru saja mencari pertolongan ke dokter dan meminta diresepkan obat jenis strontium sambil tetap mengkonsumsi makanan makanann yang kaya akan mineral seperti dalam obat jenis strontium.

Dosis dalam mengkonsumsi Strontium

Dikarenakan strontium merupakan obat yang diresepkan oleh dokter maka dosis yang diberikan kepada para pasien tentunya berdasarkan usia, respon tubuh pasien, keadaan dan kondisi tulang para pasien tersebut. 

Namun pada awalnya dokter biasanya akan memberikan dosis sebanyak 2 gram per harinya (atau 1 sachet obat Strontium Ranelate )dan akan diperiksa kembali oleh team dokter setelah pengkonsumsian satu bulan untuk mengetahui berapakh dosis yang masih harus diberikan bagi para pasiennya.

Efek samping mengkonsumsi Strontium

Terdapat beberapa efek samping yang dapat dirasakan oleh para pasien pengkonsumsi obat jenis strontium ialah perasaan mual, muntah, sakit perut, diare, dan aneka gangguan pencernaan lainya. Selain itu pasien juga bisa merasakan sakit kepala, vertigokejang, kehilangan daya ingat, rasa keram dan nyeri pada oto, kulit mengalami gatal gatal, muncul ruam kemerahan pada kulit, muncuk eksim, dermatitis, angioderma. 

Bila pasien sampai mengalami efek samping berupa rasa sakit yang sangat pada dada yang menjalar ke area lengan kiri, bahu dan dagu seperti serangan jantung, maka pasien harus segera pergi ke rumah sakit terdekat karena dikahwatrkan terjadinya penurunan jumlah sel darah pada tulang sumsum.  

Interaksi Obat

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi. 

Selalu beritahukan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Peringatan dalam mengkonsumsi Strontium

Obat strontium bentuknya berupa bubuk sehingga cukup larutkan obat jenis strontium pada segelas air putih lalu diaduk dan segera diminum. Wajib pula untuk diingat bahwa obat jenis strontium harus diminum saat perut belum terisi makanan atau saat 2 jam setelah makan. 

Jangan mencampur pengkonsumsian obat ini dengan mengkonsumsi obat obatan jenis lainnya atau dengan produk olahan susu dan supplemen kalsium lainnya. Berikan jedah waktu sekita 3 jam sebelum mengkonsumsi obat obatan selain obat sukralfat.

Obat ini dilarang penggunaanya bagi para pasien yang memiliki jenis darah yang cenderung membeku atau membentuk sumbatan atau memiilki riwayat sumbatan darah, pasien yang tidak dapat banyak bergerak seperti kondisi pasca operasi atau akibat kecacatan permanen, pasien yang mempunyai riwayat gangguan jantung seperti serangan jantung, angina, atau penyakit arteri perifer di mana aliran darah ke tangan dan kaki berkurang serta pasien yang memiliki penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.


10 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app