Kenali Striktur Uretra Dari Penyebab, Gejala dan, Pengobatannya

Update terakhir: Apr 5, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 722.143 orang

Pernahkah Anda mengalami rasa nyeri atau panas saat ingin buang air kecil? Atau berkurangnya jumlah urin yang keluar saat Anda buang air kecil? Jika hal ini sering Anda alami maka berhati- hatilah mungkin terjadi penyempitan pada saluran kemih Anda atau dalam istilah medis disebut dengan striktur uretra.

Uretra merupakan saluran urin yang berfungsi untuk mengeluarkan urin ke luar tubuh. Uretra pada pria memiliki fungsi ganda yaitu sebagai saluran urin dan saluran untuk semen dari organ reproduksi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01

Panjang uretra pria kira-kira 23 cm dan melengkung dari kandung kemih keluar rubuh melewati prostat dan penis. Sedangkan wanita memiliki uretra yang lurus dan pendek. Namun jika terjadi peradangan atau trauma pada bagian uretra maka bisa terjadi keadaan seperti striktur uretra atau penyempitan pada saluran uretra. 

Berikut artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai striktur uretra. Selamat membaca.

Apa sih itu Striktur Uretra?

Striktur uretra adalah kondisi di mana saluran uretra menyempit sehingga bisa menghambat keluarnya aliran urine. Hambatan aliran urine bisa menyebabkan munculnya berbagai masalah medis pada saluran urine, termasuk peradangan atau infeksi. Striktur uretra yang parah bisa menyebabkan urin tidak bisa keluar. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, tapi umumnya striktur uretra lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita, hal ini dikarenakan wanita memiliki struktur uretra yang pendek.

Hal apa saya yang dapat menyebabkan terjadinya Striktur Uretra?

Terdapat beberapa penyebab yang dapat menyebabkan terjadinya striktur uretra atau penyempitan pada salura uretra. Berikut faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya striktur uretra:

  • Kelainan kongenital atau kelainan lahir bawaan 
  • Trauma. Misalnya patah tulang punggung yang mengenai uretra, trauma langsung pada penis atau kandung kemih (contohnya terjatuh dari sepeda di selangkangan atau terjadi kecelakaan), pemasangan atau fiksasi kateter yang salah dan lain-lain.
  • Post operasi. Beberapa operasi pada saluran kemih dapat menimbukan striktur uretra seperti operasi dengan alat endoskopi dan operasi prostat.
  • Infeksi. Infeksi merupakan faktor yang paling sering menimbulkan striktur uretra, seperti infeksi pada urethritis gonorrhea atau non gonorrhea, dan infeksi dari bakteri lainnya.

Penyebab lainnya ialah karena adanya terkanan dari luar seperti pada tumor prostat. Resiko striktur uretra meningkat pada orang yang memiliki riwayat penyakit menular seksual, episode urethritis berulang atau hipertrofi prostat.

Apa saja tanda dan gejala-gejala dari striktur uretra?

Pada striktur uretra gejala-gejala yang timbul sesuai dengan ukuran lumen uretra yang menyempit biasa secara bertahap akan terlihat dari pancaran urine yang semakin lemah dan beberapa gejala seperti:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat via HonestDocs Kini Bisa Dengan OVO!

PROMO! Gratis biaya antar obat ke seluruh Indonesia (minimum transaksi Rp100.000)

Medicine delivery 01
  • Rasa nyeri pada saat buang air kecil.
  • Rasa panas saat buang air kecil.
  • Buang air kecil seperti tetesan kecil
  • Pancaran urin yang kecil atau bercabang
  • Ketidakmampuan untuk buang air kecil.
  • Munculnya darah pada cairan sperma atau urine.
  • Rasa nyeri dalam pada daerah panggul
  • Ketidakmampuan mengontrol proses buang air kecil.
  • Keinginan buang air kecil yang lebih sering.
  • Warna urine yang berubah agak kegelapan.
  • Penis terasa nyeri dan kadang disertaigt;bengkak.
  • Kemampuan ejakulasi berkurang

Mungkin ada terdapat beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau mengalami dari beberapa gejala yang telah disebutkan diatas, konsultasikan segera dengan dokter.

Bagaimana cara mencegah terjadinya Striktur Uretra?

Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya striktur uretra:

  • Menghindari kontak langsung dengan penderita yang mengalami infeksi penyakit menular seksual, dengan cara setia pada satu pasangan.
  • Menghindati terjadinya cedera ata trauma pada uretra
  • Hati-hati pada tidakan pemasangan kateter
  • Pencegahan dan pengobatan dini terjadinya striktur uretra agar dapat menghindari komplikasi seperti infeksi dan kerusakan ginjal.

Diagnosa Striktur Uretra

Untuk menegakan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi tanda serta gejala seperti pembesaran prostat dan kelenjar getah bening di area selangkangan, serta area penis yang teraba keras.

Selain itu, beberapa pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan termasuk:

  • Pemeriksaan urine
  • Pemeriksaan penyakit menular seksual
  • Sistoskopi- dengan memasukan selang kecil yang disertai dengan kamera, untuk memeriksa kondisi uretra dan kandung kemih.
  • Uretrogram retrograde- untuk mendeteksi adanya kondisi cedera pada uretra.

Bagaimana cara mengobati atau mengangani Striktur Uretra?

  • Pada umumnya pengobatan pada striktur uretra tergantung pada panjang pendeknya striktur atau penyempitan yang terjadi. Biasanya pada striktur uretra dilakukan dilatasi uretra yang bertujuan untuk melebarkan saluran uretra.  Dilatasi uretra harus dilakukan dengan halus dan hati-hati karena terjadinya striktur uretra dapat timbul kembali.
  • Tindakan pembedahan (Uretroplasti) juga dapat dilakukan sebagai pengobatan striktur uretra. Pada prosedur ini, dokter akan mengangkat jaringan dinding yang membuat uretra menyempit dan membentuk ulang uretra. Hal yang dapat mengurangi keberhasilan tindakan operasi uretroplasti yaitu, bila terjadi perdarahan, infeksi dan restriktur uretra. 
  • Pada kondisi penyempitan saluran uretra yang parah biasanya dokter akan memasang kateter permanen pada penderita.
  • Prosedur lainnya yaitu uretrotomi juga dapat dilakukan dengan memasukkan selang kecil berkamera pada uretra untuk melihat lokasi jaringan parut yang menyebabkan penyempitan. Setelah itu, dokter akan memotong jaringan tersebut agar saluran uretra kembali melebar.

Jangan lupa untuk kontrol ke dokter setelah pegobatan. Striktur uretra sering kali kambuh sehingga pasien harus sering melakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Kontrol berkala juga dilakukan untuk mengevaluasi pancaran kencing. Semoga bermanfaat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit