Stimuno Forte: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 26, 2020 Tinjau pada Jun 13, 2019 Waktu baca: 4 menit

Stimuno Forte obat apa?

Stimuno Forte adalah suplemen makanan dari jenis fitofarmaka yang digunakan untuk membantu memperbaiki sistem imun (kekebalan tubuh). Suplemen ini mengandung bahan aktif dari ekstrak tanaman Phyllanthus niruri L atau yang lebih dikenal sebagai meniran. Tanaman ini memiliki kemampuan imunomodulator dan beberapa kegunaan lainnya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Suplemen yang dipasarkan oleh PT. Dexa Medica ini merupakan jenis obat bebas yang dapat dikonsumsi tanpa resep dokter. Sebagai informasi tambahan, berikut kami ulas kegunaan, dosis, efek samping, kemungkinan interaksi Stimuno Forte dengan obat atau bahan herbal lainnya serta informasi keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Stimuno Forte

Jenis obat Imunomodulator
Kandungan Ekstrak Phyllanthus niruri L
Kegunaan Membantu memperbaiki sistem imun (kekebalan tubuh)
Kategori Obat bebas
Konsumen Dewasa
Kehamilan Kategori N
Sediaan Stimuno Forte kapsul

Mekanisme Kerja

Cara kerja Stimuno Forte dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa ekstrak herbal Phyllanthus niruri L. Tanaman yang kerap tumbuh bebas di pekarangan ini ternyata memiliki beragam khasiat untuk kesehatan.

Kandungan bahan aktif meniran berupa lignan, geranin, vitoflavonoid (quercertin, astralgin, isoquercertin, rutin) serta beberapa kandungan senyawa aktif lainnya membuat tanaman ini kaya manfaat. Selain memiliki sifat imunomodulator tanaman ini juga memiliki kemampuan antioksidan, anti-inflamasi, anti hepatotoksisitas, antivirus, antibakteri dan anti tumor.

Indikasi atau Kegunaan Stimuno Forte

Stimuno Forte digunakan untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh (sistem imun), terutama pada mereka yang sedang diserang penyakit. Obat ini juga kerap digunakan sebagai pencegahan terhadap serangan penyakit terutama saat tubuh sedang mengalami stress tinggi atau sedang menghadapi kondisi atau lingkungan yang tidak sehat.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

Dosis Stimuno Forte dan Cara Penggunaan

Stimuno Forte tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dengan kekuatan dosis per kapasulnya mengandung ekstrak herbal Phyllanthus niruri L kering sebanyak 50 mg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan yang tertera di kemasan obat atau seperti yang di anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Stimuno Forte untuk memperbaiki sistem imun

  • Dosis dewasa dan anak >12 tahun):
    • Membantu penyembuhan dari sakit: 1 kapsul 3 kali sehari.
    • Pencegahan: 1 kapsul per hari.
    • Membantu menjaga kesehatan saat traveling atau perjalanan: 1 kapsul 2 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan cukupi kebutuhan air setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran minum yang tertera pada kemasan obat atau seperti yang diresepkan oleh dokter sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Stimuno Forte pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Stimuno Forte

Stimuno Forte umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Stimuno Forte diantaranya:

  • Rasa tidak nyaman di pencernaan.
  • Diare.

Efek Overdosis Simuno Forte

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan Stimuno Forte. Namun penggunaan dalam dosis besar dan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko overdosis obat ini. Gejala overdosis yang mungkin timbul seperti nyeri perut, memburuknya kondisi penderita diabetes atau penderita gangguan fungsi pembekuan darah. Jika hal itu terjadi segeralah konsultasikan dengan dokter Anda.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan suplemen ini. Jikapun sudah terlanjur mengonsumsinya dan terjadi reaksi berupa ruam, pembengkakan di area wajah dan kesulitan bernapas, segera hentikan penggunaan suplemen ini.
  • Tidak dianjurkan digunakan pada anak-anak dibawah umur 12 tahun.
  • Hati-hati penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Stimuno Forte untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahana aktif Stimuno Forte berupa ekstrak Phyllanthus niruri L belum diketahui apakah berisiko untuk kesehatan ibu hamil dan janinnya. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari atau hanya jika manfaatnya dirasa lebih besar dibanding kemungkinan efek samping yang ditimbulkan.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif suplemen ini dapat terekskresi ke dalam ASI ibu menyusui dan berpotensi mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.


14 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Bagalkotkar, G & Sagineedu, Sreenivasa & Saad, Mohd & Stanslas, Johnson. (2007). Phytochemicals from Phyllanthus niruri Linn. and their pharmacological properties: A review. The Journal of pharmacy and pharmacology. 58. 1559-70. 10.1211/jpp.58.12.0001.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/6475974_Phytochemicals_from_Phyllanthus_niruri_Linn_and_their_pharmacological_properties_A_review)
Lee, Nathanael & Khoo, William & Adnan, Mohammad & Mahalingam, Tanes & Fernandez, Anne & Jeevaratnam, Kamalan. (2016). The pharmacological potential of Phyllanthus niruri. The Journal of pharmacy and pharmacology. 68. 10.1111/jphp.12565.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/303903564_The_pharmacological_potential_of_Phyllanthus_niruri)
Satya, A. & Narendra, Kumara & swathi, j & Sowjanya, k.m. (2012). Phyllanthus niruri: A Review on its Ethno Botanical, Phytochemical and Pharmacological Profile. journal of pharmacy research. 5. 4681.. ResearchGate. (https://www.researchgate.net/publication/259758390_Phyllanthus_niruri_A_Review_on_its_Ethno_Botanical_Phytochemical_and_Pharmacological_Profile)

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app