Siklus Anovulasi: Ketika Anda Tidak Melepaskan Sel Oosit

Dipublish tanggal: Mei 18, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Ketika Anda sedang mencoba untuk hamil, adalah normal untuk mulai memperhatikan siklus Anda dengan lebih dekat. Agar dapat hamil, Anda harus lebih dulu berovulasi.

Sangatlah umum untuk mengasumsikan bahwa menstruasi adalah tanda bahwa Anda sedang berovulasi secara normal. Tapi yang mengejutkan, hal tersebut tidak selalu terjadi.

Normalnya, sistem reproduksi wanita akan berovulasi setiap bulan. Tetapi mungkin ada situasi yang menyebabkan anovulasi, atau kurangnya ovulasi dalam siklus menstruasi

Ketika itu terjadi, Anda mungkin masih menganggap bahwa pendarahan yang Anda alami adalah siklus menstruasi bulanan Anda. Tetapi jika Anda memiliki siklus anovulasi, pendarahan tersebut bukanlah menstruasi.

Jika Anda mencoba untuk hamil, penting untuk memahami penyebab siklus anovulasi dan pilihan untuk diagnosis dan perawatan.

Apa itu siklus Anovulasi?

Seperti namanya, siklus anovulasi terjadi ketika seorang wanita melewatkan ovulasi. Selama ovulasi, ovarium melepaskan sel telur, atau oosit.

Tidak jarang seorang wanita dalam masa konsepsi utamanya mengalami siklus anovulasi sesekali. Bahkan, Anda mungkin pernah mengalaminya dan bahkan tidak menyadarinya. Hal ini dikarenakan ketika seorang wanita mengalami anovulasi, pendarahan yang dialami akan tampak seperti menstruasi normal.

Dalam siklus normal, produksi progesteron dirangsang oleh pelepasan sel telur. Hormon inilah yang membantu tubuh wanita mempertahankan periode teratur. Tetapi selama siklus anovulasi, tingkat progesteron yang tidak memadai dapat menyebabkan perdarahan hebat. 

Seorang wanita mungkin salah mengira pendarahan dengan pendarahan menstruasi.

Jenis perdarahan ini juga dapat disebabkan oleh penumpukan di lapisan rahim, yang dikenal sebagai endometrium, yang tidak lagi dapat menopang dirinya sendiri. Selain itu, hal ini bisa disebabkan oleh penurunan estrogen juga.

Mengapa wanita mengalami siklus Anovulasi?

Siklus menstruasi tanpa ovulasi paling sering terjadi pada dua kelompok umur yang berbeda:

  • Gadis yang baru saja mulai menstruasi: Pada tahun setelah menstruasi pertama seorang gadis, yang dikenal sebagai menarche, mereka akan lebih cenderung mengalami siklus anovulasi.
  • Wanita yang mendekati menopause: Seorang wanita berusia antara 40 dan 50 tahun memiliki risiko lebih besar untuk perubahan hormon-hormonnya. Ini dapat menyebabkan siklus anovulasi.

Untuk wanita di kedua kelompok umur, banyak perubahan terjadi pada tubuh mereka. Perubahan mendadak pada kadar hormon dapat memicu siklus anovulasi. Penyebab lain termasuk:

  • berat badan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • kebiasaan olahraga ekstrim
  • kebiasaan makan
  • tingkat stres yang tinggi

Bagaimana Anovulasi didiagnosis?

Mendiagnosis siklus anovulasi dapat didiagnosis ketika seorang wanita tidak memiliki menstruasi, atau periode yang datang sangat tidak menentu. Tapi kondisi ini tidak berlaku untuk setiap wanita.

Untuk mendiagnosis siklus anovulasi, dokter Anda dapat memeriksa:

Dokter juga mungkin melakukan USG untuk melihat lebih dekat rahim dan indung telur Anda.

Pengobatan untuk siklus Anovulasi

  • Hasil dari tes-tes medis dapat membantu dokter untuk merekomendasikan perawatan terbaik untuk Anda.
  • Jika siklus ini terkait dengan pengaruh faktor luar seperti nutrisi atau gaya hidup, perawatan yang efektif akan mencakup pengaturan kebiasaan makan dan aktivitas fisik yang moderat.
  • Membuat perubahan pada berat badan Anda (menambah atau menurunkan berat badan seperti yang diarahkan oleh dokter Anda) mungkin juga cukup untuk memulai kembali ovulasi yang terhenti.
  • Terkadang ketidakseimbangan internal adalah alasan seorang wanita mengalami siklus anovulasi. Dalam hal ini, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk kesuburan. Obat-obatan ini dirancang untuk memerangi penyebab infertilitas wanita. 
  • Ada obat yang dirancang untuk mematangkan folikel, meningkatkan estrogen, dan membantu ovarium melepaskan sel telur.
  • Pembedahan adalah pilihan jika komplikasi serius, seperti tumor, ditemukan.

Langkah Selanjutnya

Jika Anda mengalami anovulasi yang konsisten, diidentifikasi oleh siklus yang sangat tidak teratur dan tidak menentu yang panjangnya sangat bervariasi dari yang satu ke yang berikutnya, dokter  dapat merekomendasikan untuk melakukan perubahan gaya hidup.

Nutrisi yang lebih baik, olahraga, dan menghilangkan stres bisa sangat kuat. Cobalah tetap berpegang pada perubahan ini setidaknya selama beberapa bulan, dan kemudian mulai memperhatikan apakah siklus bulanan Anda menjadi lebih konsisten.

Jika perubahan ini tampaknya tidak membuat perbedaan, atau Anda tidak yakin, bicarakan dengan dokter Anda mengenai langkah pengobatan selanjutnya.


3 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Anovulation: Background, Pathophysiology, Epidemiology. Medscape. (https://emedicine.medscape.com/article/253190-overview)
Anovulation: Symptoms, causes, and treatment. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/318552)
Anovulatory Cycle: Symptoms and Treatment. Healthline. (https://www.healthline.com/health/pregnancy/anovulatory-cycle)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app