Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Mengenal Kanker Ganas Rhabdomyosarcoma Pada Jaringan Lunak atau Otot Rangka

Update terakhir: Jul 6, 2019 Tinjau pada Mar 28, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.059.054 orang

Rhabdomyosarcoma adalah salah satu penyakit langka atau sangat jarang terjadi. Penyakit ini merupakan salah satu jenis kanker ganas yang berkembang sangat cepat dan perlangsungannya di jaringan lunak atau otot rangka, sehingga penyakit ini dapat tumbuh di banyak bagian pada tubuh. Otot rangka dapat terletak pada lengan, tungkai kaki, dada, perut, kepala, leher, saluran kemih. Dalam penyakit ini, diketahui adanya sel kanker yang menyerupai sel otot yang berkembang tidak matang dan menumpuk membentuk benjolan dan merusak daerah disekitarnya.

Rhabdomyosarcoma ini juga paling sering menyerang terutama pada anak-anak, diakibatkan karena proses perkembangan sel-sel otot rangka diperkirakan sudah dimulai sejak usia 7 bulan di dalam kandungan, sehingga apabila ada sel kanker yang menyerupai otot lurik nantinya akan menumpuk dan menyebabkan rhabdomyosarcoma. Ayo baca lebih lengkap di artikel ini !

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Ada berapa jenis penyakit Rhabdomyosarcoma ?

Secara garis besar, ada tiga jenis rhabdomyosarcoma yaitu rhabdomyosarcoma embrional adalah jenis yang paling sering dialami terutama pada anak dibawah usia 6 tahun pada bagian kepala, leher, atau kandung kemih dan berkembang dengan cepat, namun memiliki hasil yang baik dengan pengobatan.

Yang kedua ada rhabdomyosarcoma alveolar yang lebih sering pada usia remaja terutama pada otot lengan, tungkai, atau perut dan sangat cepat perkembangannya sehingga butuh pengobatan cepat. Terakhir, rhabdomyosarcoma pleomorphic, jenis ini tidak terlalu diperdulikan karena sangat jarang muncul dan biasanya pada lengan atau tungkai orang dewasa

Apa penyebab terjadinya Rhabdomyosarcoma ?

Sampai sekarang belum ada penelitian yang menemukan penyebab pasti dari munculnya rhabdomyosarcoma. Kondisi bawaan atau kelainan genetik lainnya diketahui meningkatkan risiko berkembangnya rhabdomyosarcoma seperti neurofibromatosis tipe 1, sindrom Li-Fraumeni, sindrom Beckwith-Wiedemann, sindrom Costello, dan sindrom Noonan.

Penyebab lainnya yang masih di dalami pada beberapa percobaan yang dilakukan, diduga sarkoma jaringan lunak bisa muncul di daerah yang sebelumnya diterapi dengan radioterapi jangka panjang hingga bertahun-tahun. Selain itu paparan dengan zat kimia sintesis seperti vinyl klorida yang digunakan dalam produksi plastik dan pestisida diduga dapat memicu timbulnya penyakit ini.

Ada juga beberapa faktor lain yang juga diduga berperan yaitu apabila saat kehamilan, ibu sering mengonsumsi alkohol atau menggunakan ganja dan kokain. 

Apa saja gejala dari Rhabdomyosarcoma ?

Gejala yang timbul pada rhabdomyosarcoma bisa berbeda-beda tergantung lokasinya, namun dari beberapa kasus ditemukan penyakit ini paling sering di daerah seperti kepala dan leher, terutama di sekitar mata, hidung, dan telinga, di bagian dada atau perut, pada kandung kemih, dan pada lengan dan tungkai.

Secara umum gejalanya berupa benjolan yang membesar dan diikuti rasa nyeri dan berwarna kemerahan. Bila berdasarkan lokasi tumornya:

  • Pada mata biasanya membuat mata menonjol ke luar dan tajam penglihatan terganggu
  • Pada telinga dan hidung dapat menyebabkan nyeri telinga, sakit kepala, hidung tersumbat, mimisan dan telinga keluar darah
  • Pada bagian perut terkadang penderita mual muntah dan masalah pada buang air besar 
  • Pada kandung kemih dijumpai gejala kencing berdarah, sulit kencing, sakit perut, atau ada benjolan yang sulit teraba; serta pada tangan dan kaki bisa muncul benjolan yang keras dan terus-menerus akan menyebar

Pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan Rhabdomyosarcoma ?

Untuk memastikan diagnosis rhabdomyosarcoma dibutuhkan serangkaian pemeriksaan penunjang termasuk pemeriksaan tes darah. Pemeriksaan tes darah meliputi tes darah lengkap, tes fungsi hati, fungsi ginjal dan laktat dehydrogenase. 

Untuk memeriksa lokasi tumor dan penyebaran akan dilakukan pemeriksaan CT scan dan MRI dengan menggunakan kontras sebagai langkah awal, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan bone scan untuk melihat penyebaran sudah sampai ke tulang atau tidak.

Namun untuk benar-benar memastikan diagnosis pastinya mengenai jenis tumor ini termasuk rhabdomyosarcoma diperlukan pemeriksaan biopsi dengan mengambil sampel jaringan dan diperiksa dibawah mikroskop. 

Bagaimana pengobatan yang tepat pada Rhabdomyosarcoma ?

Untuk pengobatan pada pasien rhabdomyosarcoma biasanya tergantung dari stadium dan jaringan asal tempat kanker tersebut tumbuh. Secara garis besar, pengobatan yang dapat dilakukan adalah operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

Operasi bertujuan untuk mengangkat tumor yang memungkinkan, kemoterapi dengan penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker biasa dilakukan sebelum atau sesudah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker, dan radioterapi ini terapi akhir untuk mematikan sel-sel kanker yang tidak dapat diangkat.

Untuk menentukan yang mana lebih dulu dilakukan tergantung lagi dari kondisi penderita, apabila tumor terlalu besar, maka dimungkinkan untuk kemoterapi dan radioterapi lebih dulu setelah itu dilakukan operasi.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit