Sudah Remaja, Tapi Anak Belum Mengalami Menstruasi Pertama. Kenapa?

Dipublish tanggal: Sep 11, 2019 Update terakhir: Nov 10, 2020 Waktu baca: 3 menit
Sudah Remaja, Tapi Anak Belum Mengalami Menstruasi Pertama. Kenapa?

Ketika seorang anak perempuan memasuki masa-masa remaja, hal yang paling ia nantikan mungkin adalah menstruasi pertamanya. Namun, ada beberapa remaja perempuan yang tak kunjung mengalami haid sehingga membuatnya cemas. Sebagai orangtua, Anda perlu memahami berbagai penyebab menstruasi pertama datang terlambat dan menemukan solusinya supaya anak jadi lebih tenang.

Fakta menstruasi pertama pada remaja perempuan

Anak perempuan umumnya akan mengalami menstruasi pertama kali pada usia 10-15 tahun. Selain haid, anak perempuan juga akan mengalami tanda-tanda pubertas lainnya seperti payudara membesar dan tumbuh rambut halus di ketiak serta sekitar alat kelamin.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Blackmores pregnancy   breat feeding gold sku

Berikut adalah fakta-fakta yang perlu diketahui mengenai menstruasi pertama pada anak perempuan, antara lain:

  • Beberapa bulan sebelum seorang anak perempuan mengalami menstruasi pertamanya, ia akan mengalami keputihan atau keluarnya lendir tanpa warna dan tidak berbau dari alat kelamin.
  • Ketika menstruasi pertamanya berlangsung, anak perempuan akan merasa tegang dan lebih emosional daripada biasanya. Sifatnya yang tenang dan ceria bisa berubah menjadi pemarah dan mudah menangis tanpa alasan yang jelas.
  • Perut terasa kembung dan sakit atau kram di bagian perut tertentu.
  • Payudara akan menjadi lebih lembut.
  • Awalnya darah yang keluar pada saat menstruasi pertama hanya sedikit, namun akan semakin banyak di hari-hari berikutnya.
  • Warna darah menstruasi pertama adalah kecokelatan dan akan berubah menjadi kemerahan pada hari-hari berikutnya.
  • Lama haid biasanya berlangsung selama 3-7 hari.
  • Siklus haid cenderung tidak teratur pada tahun pertama, kemudian akan mulai normal pada tahun kedua. 
  • Biasanya setelah menstruasi pertama, anak perempuan tidak akan mengalami menstruasi lagi selama 3-4 bulan setelahnya kemudian keluar lagi dalam jumlah darah lebih banyak.
  • Jika anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama sebelum berusia 9 tahun, hal ini disebut pubertas prekoks atau gejala penyakit endokrin yang berhubungan dengan hormon.

Baca Juga: Tanda-Tanda Menstruasi Akan Segera Datang

Penyebab menstruasi pertama datang terlambat

Sebagai orangtua, Anda mungkin merasa cemas ketika anak perempuan Anda tak kunjung mendapatkan menstruasi pertamanya meski sudah menginjak remaja. Kekhawatiran ini juga mungkin dirasakan oleh anak perempuan Anda, apalagi kalau teman-temannya sudah mulai haid sedangkan dirinya sendiri belum.

Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab menstruasi pertama datang terlambat, yaitu:

1. Stres yang berlebihan

Stres akibat banyaknya PR, masalah keluarga, maupun masalah dengan teman sebaya bisa membuat anak perempuan tak kunjung haid. Ya, stres bisa mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh sehingga menstruasi pertama jadi terlambat.

2. Kelebihan atau kekurangan berat badan

Berat badan yang kurang atau berlebihan dapat mempengaruhi hormon kesuburan perempuan. Maka dari itu, selalu jaga berat badan anak perempuan Anda tetap ideal supaya hormon kesuburannya tidak terganggu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

3. Faktor keturunan

Jika anak perempuan Anda tak kunjung mendapatkan menstruasi pertama, coba ingat-ingat ketika Anda menginjak remaja. Apakah haid Anda juga terlambat di awal-awal?

Kalau iya, maka inilah penyebab menstruasi pertama anak datang terlambat. Ya, faktor keturunan juga bisa menjadi alasan kenapa anak tak kunjung mengalami haid pertama meski sudah remaja.

4. Olahraga terlalu berlebihan

Jika anak perempuan Anda aktif berolahraga, biasanya menstruasi pertamanya akan datang lebih lama. Hal ini karena olahraga berlebihan dapat mengurangi lemak dan kalori yang dibutuhkan tubuh, sehingga hormon kesuburannya ikut menurun.

5. Konsumsi obat tertentu

Konsumsi obat-obatan tertentu, terutama yang berbahan herbal, dapat memengaruhi hormon kesuburan. Akibatnya, menstruasi pertama anak akan terlambat datang.

6. Mengidap diabetes melitus tipe 1

Anak perempuan yang mengidap diabetes melitus tipe 1 akan terlambat mengalami menstruasi pertamanya dikarenakan penyakit tersebut.

Baca Juga: Bantu Putri Anda Memahami Menstruasi Pertama Tanpa Khawatir

Yang harus dilakukan jika menstruasi pertama datang terlambat 

Jangan ikut panik ketika anak perempuan Anda tak kunjung mendapatkan haid pertamanya. Berikan pengertian pada anak Anda dengan baik dan beri tahukan penyebab kenapa menstruasi pertama anak datang terlambat.

Sembari memberikan pemahaman, ajak anak untuk menerapkan pola hidup sehat agar hormonnya kembali sembang dan bisa cepat haid. Berikut caranya:

  • Berolahraga secara rutin
  • Jaga berat badan agar tetap ideal
  • Konsumsi makanan dan minuman kaya kalsium

Dengan pengaturan pola hidup sehat setiap hari, maka lambat laun hormon kesuburan anak akan kembali seimbang dan merangsang munculnya haid pertama. Jika anak perempuan Anda belum juga mengalami menstruasi pertama padahal usianya sudah 16 tahun, segera konsultasikan pada dokter.

6 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
How Late Can a Period Be? When to Be Concerned. Healthline. (https://www.healthline.com/health/how-late-can-a-period-be)
Delayed periods. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/periods/delayed-periods/)
Absent menstrual periods - primary. MedlinePlus. (https://medlineplus.gov/ency/article/001218.htm)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app