Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Pubertas Dini: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: SEP 17, 2019 Tinjau pada SEP 17, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.275.288 orang

Pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menuju remaja. Pada masa ini, anak akan mengalami suatu perubahan, mulai dari fisik, psikis, hingga fungsi seksualitasnya. Lantas, kapan normalnya seorang anak mengalami pubertas? Bagaimana jika anak mengalami pubertas dini?

Apa itu pubertas dini?

Setiap anak bisa saja mengalami pubertas di waktu yang berbeda-beda. Namun secara umum, anak laki-laki akan mengalami pubertas di usia 12 tahun, sementara anak perempuan pada usia 11 tahun. Bila anak Anda mengalami pubertas sebelum waktunya, artinya anak mengalami pubertas dini.

Iklan dari HonestDocs
Blackmores Pregnancy Breast Feeding Gold

Nutrisi esensial bagi kesehatan ibu dan perkembangan bayi selama 1000 hari pertama kehidupan. 1000 hari pertama merupakan periode percepatan tumbuh kembang yang dimulai sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun

Blackmores pregnancy breast feeding gold 120s 1

Pubertas dini adalah kondisi ketika anak mengalami perubahan tubuh lebih awal dari usia sewajarnya. Perubahan tersebut meliputi bentuk tubuh, pertumbuhan otot dan tulang, serta perkembangan fungsi reproduksinya. Anak laki-laki dianggap mengalami pubertas dini jika terjadi di usia 9 tahun, sedangkan pada anak perempuan usia 8 tahun.

Mengenai pubertas dini

Penyebab

Pubertas pada anak-anak disebabkan oleh produksi hormon gonadotropin (GnRH). Hormon GnRH ini diproduksi oleh otak untuk merangsang organ reproduksi anak. Para perempuan, hormon GnRH merangsang indung telur untuk memproduksi hormon estrogen. Sementara pada anak laki-laki, testis akan memproduksi hormon testosteron.

Kedua hormon, baik estrogen maupun testosteron, berperan penting pada masa pubertas anak. Namun jika diproduksi secara berlebihan, maka anak akan mengalami pubertas dini. 

Selain itu, penyebab pubertas dini juga bisa karena faktor-faktor berikut ini: 

  • Jenis kelamin. Biasanya pubertas dini lebih banyak dialami anak – anak perempuan daripada anak laki-laki.
  • Stres, baik stres fisik dan emosional pada anak. Bila orang tua mengalami suatu stres atau gangguan depresi, maka dapat meningkatkan risiko pubertas dini pada anak.
  • Obesitas. Indeks Massa Tubuh (IMT) anak yang tinggi dapat memicu hormon leptin. Hormon tersebut diduga memicu pubertas dini pada anak.
  • Keterkaitan dengan penyakit tertentu. Misalnya seperti adanya tumor, cedera pada anak, sindrom McCune Albright, hipotiroid, gangguan tulang belakang, hiperplasia andrenal kongenital, dan gangguan otak akibat radiasi.
  • Paparan bahan kimia. Beberapa bahan kimia seperti DDT, PCB, phthalate, dan bisphenol A diduga dapat mengganggu metabolisme hormon dalam tubuh anak.

Gejala

Tanda dan gejala dari pubertas dini umumnya sama seperti pubertas yang normal pada anak, yaitu:

  • Pada anak laki-laki: massa otot lebih besar dari sebelumnya, tumbuh rambut area kemaluan atau ketiak, suara lebih berat dari sebelumnya, tumbuh kumis, testis / penis / skrotum yang lebih besar, muncul bau badan, dan timbulnya jerawat.
  • Pada anak perempuan: area payudara mengalami perbesaran, tumbuh rambut area kemaluan atau ketiak, menstruasi pada anak perempuan, muncul bau badan, dan timbul jerawat.

Pencegahan pubertas dini

Anak mungkin bingung saat mengalami berbagai perubahan dalam tubuhnya. Nah, disinilah pentingnya peran orangtua untuk memahami perubahan tersebut. Setelah itu, berikan pemahaman bahwa pubertas adalah hal normal yang akan dialami semua anak.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal belanja Rp50.000.

Iklan obat

Beri tahukan anak mengenai pubertas dini melalui cara-cara berikut ini:

  • Ajarkan secara terbuka dan berikan edukasi kepada anak mengenai pubertas.
  • Bina komunikasi yang harmonis dengan anak.
  • Diskusi dua arah mengenai hal-hal positif dari pubertas dini.
  • Berikan anak bahan bacaan seperti buku pengetahuan mengenai pubertas.
  • Jangan bersikap terlalu keras terhadap anak bila ia mengalami pubertas dini.
  • Ajak anak periksa ke dokter, supaya mendapatkan informasi lebih lanjut seputar pubertas dini.

Bila anak mengalami gejala pubertas dini, segera konsultasikan ke dokter terdekat.

Pengobatan pubertas dini

Pubertas dini merupakan kondisi yang harus diperiksakan secara langsung ke dokter. Dokter akan mencari tahu penyebab pubertas dini dan menentukan perawatan yang tepat untuk anak Anda.

Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan laboratorium. Tujuannya untuk memeriksa kadar hormon pada anak.
  • Tes stimulasi GnRH. Untuk mengetahui apakah pubertas yang dialami merupakan pubertas dini sentral atau pseudopubertas dini.
  • Fungsi tes hormon tiroid. Tujuannya untuk menilai normal atau tidaknya hormon dalam tubuh.
  • Computerized tomography (CT) scan, Magnetic resonance imaging (MRI). Bertujuan untuk mendeteksi adanya kelainan otak yang memicu pubertas dini. 
  • X-ray. Bertujuan untuk melihat kondisi dan usia tulang pada anak.

Anda tidak perlu khawatir dulu mengenai pemeriksaan apa saja yang akan dijalani. Tentunya, jenis pemeriksaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan anak Anda.

Pengobatan pubertas dini dilakukan dengan tujuan supaya anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan anak seusianya. Beberapa pilihan pengobatan tersebut adalah:

  • Suntikan leupolide. Berguna dalam membantu menghambat proses pubertas selanjutnya. Dokter mungkin juga akan memberikan obat-obatan tertentu sesuai dosis dan kebutuhan untuk anak.
  • Penanganan sesuai penyebab. Biasanya bila pubertas dini disebabkan oleh sumber masalah kesehatan tertentu, maka dapat diberikan terapi yang sesuai dengan penyebabnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit