Penyebab Osteoporosis, dari Penyakit Hingga Kebiasaan

Dipublish tanggal: Des 11, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit
Penyebab Osteoporosis, dari Penyakit Hingga Kebiasaan

Saat masa pertumbuhan, tulang manusia dapat beregenerasi dengan cepat dan tetap kuat. Namun semakin kita menua, tulang lama tidak lagi digantikan dengan tulang baru serta tidak lagi bertumbuh. Akibatnya, tulang semakin lama semakin rapuh dan keropos hingga memicu osteoporosis. Lalu, apa saja penyebab osteoporosis? Apakah hanya karena faktor usia saja atau ada hal lain yang tak disadari? 

Apakah tulang osteoporosis bisa diperbaiki?

Tulang yang sehat memiliki bagian dalam yang terdiri dari pori kecil seperti sarang lebah. Namun, osteoporosis akan membuat pori tersebut menjadi lebih lebar dan membuat tulang menjadi lebih rapuh atau rentan patah.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Patah tulang akibat osteoporosis biasanya terjadi di panggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Sayangnya, tulang yang patah akibat osteoporosis tidak dapat diperbaiki sehingga Anda perlu menjaga kesehatan tulang dengan baik.

Namun menurut ahli medis, osteoporosis sebenarnya masih bisa dicegah. Orang yang sudah terdiagnosa osteoporosis pun bisa melakukan upaya untuk menjaga kesehatan tulang agar pengeroposan tulang bisa berkurang. Tentu saja dengan menerapkan pola hidup sehat, baik dari konsumsi makanan bergizi hingga rajin olahraga.

Penyebab osteoporosis berdasarkan jenis kelamin

Kepadatan tulang dipengaruhi oleh kandungan hormon dalam tubuh, salah satunya hormon estrogen pada wanita. Namun, saat wanita mencapai masa menopause, hormon estrogen akan mengalami penurunan dan mengakibatkan terjadinya pengeroposan tulang.

Hal inilah yang membuat para wanita lebih rentan terkena osteoporosis dibandingkan pria. Risiko osteoporosis akan semakin besar jika wanita mengalami kondisi berikut ini:

Pada pria, pengaruh kadar hormon tidak begitu berpengaruh terhadap penyakit osteoporosis. Namun, diperkirakan ada hubungan antara hormon testosteron yang dimiliki pria dan osteoporosis.

Hal ini berdasarkan beberapa laporan yang menyebutkan bahwa risiko osteoporosis meningkat pada pria yang memiliki kadar testosteron rendah, meskipun pria akan tetap bisa memproduksi testosteron hingga tua. Selain pengaruh hormon, penyebab osteoporosis pada pria adalah: 

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Baca Juga: Apakah Rutin Mengonsumsi Soda Dapat Memengaruhi Kesehatan Tulang?

Penyebab osteoporosis bisa karena penyakit

Proses peremajaan tulang dipengaruhi oleh hormon yang berada di tubuh. Jika Anda memiliki gangguan pada kelenjar yang memproduksi hormon, maka risiko Anda terkena osteoporosis semakin tinggi.

Di bawah ini adalah beberapa penyakit penyebab osteoporosis, antara lain:

Risiko osteoporosis juga bisa meningkat karena hal ini

Selain dari faktor yang disebutkan di atas, terdapat beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko penyakit osteoporosis, yaitu:

1. Ukuran tubuh

Pria atau wanita dengan tubuh yang kecil dan kurus memiliki risiko lebih tinggi terhadap pengeroposan tulang.

2. Riwayat keluarga

Osteoporosis dapat diturunkan dari keluarga. Apabila Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami osteoporosis, maka Anda berisiko mengalami hal yang sama di masa mendatang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

3. Pernah patah tulang

Jika sebelumnya tulang Anda pernah patah, Anda lebih berisiko mengalami osteoporosis di kemudian hari.

4. Anoreksia

Gangguan makan atau membatasi asupan nutrisi dapat menurunkan kekuatan tulang yang berakibat kepada osteoporosis.

5. Kekurangan vitamin D dan kalsium

Vitamin D dan kalsium sangat bagus untuk kesehatan tulang. Apabila Anda kekurangan asupan kalsium atau vitamin D, maka kondisi tulang Anda akan lebih cepat mengeropos.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Ampuh Mencegah Osteoporosis Sejak Dini

6. Kurang berolahraga

Kurang bergerak dan berolahraga dapat membuat tulang menjadi lebih lemah dan keropos serta kehilangan kekuatannya.

7. Merokok

Merokok merupakan kegiatan yang tidak baik untuk paru-paru dan jantung, merokok juga dapat menurunkan kepadatan tulang karena zat kimia yang ada pada rokok dapat merusak berbagai sel-sel yang telah membentuk tulang.

Nah, ternyata ada banyak kebiasaan sepele tapi diam-diam menjadi penyebab osteoporosis. Untuk mencegahnya, pastikan untuk selalu menajga kesehatan tulang dengan konsumsi makanan bergizi dan aktif berolahraga. Yuk, cegah osteoporosis sebelum terlambat!

41 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Osteoporosis. womenshealth.gov. (https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/osteoporosis)
Osteoporosis Causes, Symptoms, Treatment & Diet. MedicineNet. (https://www.medicinenet.com/osteoporosis/article.htm)
Osteoporosis: Everything You Need to Know. Healthline. (https://www.healthline.com/health/osteoporosis)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app