10 Tanda Anda Harus Mengganti Alat Kontrasepsi

Dipublish tanggal: Sep 23, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Okt 8, 2019 Waktu baca: 5 menit
10 Tanda Anda Harus Mengganti Alat Kontrasepsi

Memang susah-susah gampang untuk menentukan jenis kontrasepsi mana yang cocok untuk diri sendiri. Sebab kondisi tubuh setiap wanita berbeda-beda, ada yang langsung merasa nyaman dengan pil KB, tapi ada juga yang justru tidak tahan dengan efek samping pil KB sehingga harus mengganti alat kontrasepsi sampai menemukan yang cocok.

Selain karena terganggu dengan efek samping, ada beberapa hal lainnya yang mengharuskan Anda mengganti alat kontrasepsi. Apa saja?

Iklan dari HonestDocs
Beli Paket Prenatal (Panel Awal Kehamilan) via HonestDocs!

Cek ada tidaknya resiko gangguan kesehatan pada ibu hamil dan dapatkan treatment yang tepat secepatnya. Diskon 30% jika beli via HonestDocs sekarang!

Paket prenatal %28panel awal kehamilan%29 di path lab %28home services%29

Tanda-tanda Anda harus mengganti alat kontrasepsi

Ingin mengganti alat kontrasepsi tapi masih belum yakin? Coba cek dulu, bila Anda mengalami salah satu atau beberapa hal berikut, maka segera konsultasikan ke dokter untuk mengganti alat KB.

1. Sering lupa minum pil KB

Pil KB adalah salah satu alat kontrasepsi yang tingkat efektivitasnya mencapai 99%, asalkan diminum secara rutin setiap hari. Dalam artian, Anda tidak boleh sampai lupa minum pil KB walaupun cuma sehari. 

Sebetulnya, terlambat atau kelupaan minum pil KB sekali saja tidak akan membuat Anda langsung hamil. Namun lain ceritanya kalau terjadi berulang kali (terutama jika lupa minum pil KB 3 hari terturut-turut), maka pil KB tidak akan lagi efektif melindungi diri Anda dari terjadinya kehamilan.

Bila Anda sering lupa minum pil KB, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan menyarankan Anda mengganti alat kontrasepsi, seperti IUD, cincin vagina, atau koyo KB yang tidak membutuhkan jadwal penggunaan.

Baca Selengkapnya: Cara Benar Minum Pil KB

2. Mual terus-menerus

Sensasi mual adalah hal yang wajar terjadi pada wanita yang menggunakan pil KB. Efek samping ini dipengaruhi oleh hormon sintetis dalam pil KB yang bisa memberikan reaksi berbeda-beda pada setiap wanita.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Bagi Anda yang mengalami mual setelah minum pil KB, cobalah awali dengan minum pil KB dosis rendah. Hindari minum pil KB saat perut kosong, sebaiknya ganti dengan minum saat sebelum tidur untuk mengurangi rasa mual.

Jika cara tersebut tak juga berhasil, segera bicarakan dengan dokter untuk mengganti alat kontrasepsi lain. Dokter dapat menyarankan metode kontrasepsi yang tidak berhubungan dengan sistem pencernaan, seperti cincin vagina, implan, atau IUD yang mengandung progesteron saja.

3. Sering alami perdarahan

Perdarahan ringan adalah efek samping yang wajar terjadi ketika Anda baru menggunakan alat KB untuk yang pertama kalinya. Gejala ini biasanya akan berkurang dan hilang seiring berjalannya waktu.

Hormon estrogen di dalam pil KB bertindak seperti lem. Jika sudah terbentuk lapisan dinding rahim tapi tidak ada lem yang cukup, maka lapisan tersebut akan luruh dan menyebabkan perdarahan. 

Apabila perdarahan terus berlanjut dan tak kunjung berhenti, dokter akan mengganti pil KB dengan dosis yang lebih tinggi. Anda mungkin juga disarankan untuk mengganti alat kontrasepsi lain yang lebih cocok dan sesuai kondisi kesehatan Anda.

4. Mood berantakan

Wanita yang menggunakan pil KB biasanya berubah menjadi sosok yang moody-an. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya kandungan hormon progestin dalam pil KB yang membuat suasana hati wanita jadi tak menentu.

Iklan dari HonestDocs
Beli Postinor 750mcg via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Postinor 750mcg tab 1

Jadi, perlu dimaklumi jika suasana hati wanita jadi gampang berubah semenjak pakai pil KB. Namun kalau sampai mengganggu aktivitas dan orang-orang sekitar, maka sudah saatnya bagi Anda untuk mengganti alat kontrasepsi.

5. Perut kembung

Semua pil KB mengandung hormon estrogen yang dapat memicu retensi air dalam tubuh. Hal inilah membuat perut Anda terasa penuh alias kembung.

Jika Anda terganggu dengan efek samping pil KB yang satu ini, dokter mungkin akan menyarankan pil KB Yasmin. Jenis pil KB tersebut mengandung progestin yang bertindak sebagai diuretik, sehingga sedikit-banyak membantu meringankan perut kembung.

Baca Juga: Pil KB Yasmin: Manfaat dan Efek Samping

6. Gairah seks menurun

Apakah akhir-akhir ini Anda merasa tak bergairah saat bercumbu dengan pasangan? Hati-hati, mungkin saja ini pertanda bahwa Anda harus mengganti alat kontrasepsi sesegera mungkin demi menyelamatkan kehidupan percintaan Anda berdua.

Pil KB bekerja dengan menghambat proses ovulasi agar tidak terjadi pembuahan oleh sel sperma. Namun pada saat yang bersamaan, pil KB juga merangsang ovarium untuk berhenti memproduksi hormon seks testosteron.

Hal ini menyebabkan gairah seks wanita jadi menurun dan akhirnya sering menolak berhubungan intim. Bila tak segera diatasi, keintiman hubungan Anda dan pasangan bisa terancam tak harmonis, lho!

Oleh karena itu, segera diskusikan dengan dokter untuk mengganti alat kontrasepsi yang mengandung progestin. Berkebalikan dengan estrogen, hormon progestin yang justru memicu produksi testosteron. Atau bisa juga dengan menggunakan IUD tembaga yang tidak mengandung hormon sama sekali.

7. Jerawat tak kunjung hilang

Hampir semua alat KB bekerja dengan menghambat ovulasi dan produksi testosteron. Selain mencegah kehamilan, hal ini juga dapat membantu mengatasi jerawat membandel yang menghiasai wajah Anda.

Namun terkadang, jerawat masih saja muncul dan bahkan susah hilang walaupun sudah minum pil KB. Kalau sudah begitu, saatnya bagi Anda untuk segera mengganti alat kontrasepsi yang mengandung lebih banyak progestin guna mengatasi jerawat.

Baca Selengkapnya: Benarkah Pil KB Bisa Jadi Obat Jerawat

8. Migrain disertai gangguan penglihatan

Sakit kepala dan migrain adalah salah satu efek samping pil KB yang cukup umum terjadi. Kondisi ini biasanya terajdi selama 1-2 minggu dan bisa diatasi dengan minum obat sakit kepala.

Jika Anda sedang mengonsumsi pil KB dan sering mengalami migrain lebih dari 2 minggu, segera konsultasikan ke dokter terdekat. Apalagi kalau disertai dengan gangguan penglihatan yang mengganggu aktivitas.

Penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang sedang menggunakan alat KB dan mengalami migrain, berisiko tinggi mengalami pembekuan darah dan stroke. 

Bicarakan lebih lanjut dengan dokter untuk mengganti alat kontrasepsi. Pilihannya bisa dengan IUD tembaga atau kondom yang cenderung lebih aman untuk Anda.

9. Nyeri dada atau kaki bengkak

Salah satu potensi komplikasi terbesar akibat minum pil KB hormonal adalah memicu deep vein thrombosis (DVT), yaitu pembekuan darah yang terbentuk di kaki dan bisa 'berjalan' hingga ke paru-paru. Gejalanya meliputi kaki bengkak, nyeri, dan kulit kemerahan.

Jika bekuan darah sudah mencapai ke paru-paru, wanita dapat merasakan nyeri dada yang rasanya makin parah saat bernapas. Bila Anda mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter untuk mengganti alat kontrasepsi.

10. Merencanakan kehamilan dalam waktu dekat

Setelah berhenti pakai KB, kesuburan Anda biasanya akan kembali dalam waktu cepat. Namun kalau Anda pakai suntik KB sebelumnya, tubuh Anda memerlukan waktu lebih lama untuk mengembalikan kesuburan, biasanya 3 bulan sampai 1 tahun.

Kalau Anda sedang merencanakan kehamilan dalam waktu dekat, sebaiknya pertimbangkan untuk segera mengganti alat kontrasepsi. Dokter akan membantu menyarankan alat KB yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan Anda yang ingin punya anak segera setelah lepas KB.

Baca Juga: Apa Bisa Cepat Hamil Setelah Lepas Alat Kontrasepsi?

32 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Hatcher RA, et al. Combined oral contraceptives (COCs). In: Contraceptive Technology. 20th edition. New York, N.Y.: Ardent Media Ltd.; 2011.
Martin KA. Risks and side effects associated with estrogen-progestin contraceptives. https://www.uptodate.com/contents/search.
Stewart M, et al. Choosing a combined oral contraceptive pill. Australian Prescriber. 2015;38:6.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app