Bagaimana Cara Pemasangan Intraurine Device (IUD)

Dipublish tanggal: Feb 19, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 11, 2019 Waktu baca: 3 menit
Bagaimana Cara Pemasangan Intraurine Device (IUD)

Terdapat berbagai macam tipe alat kontrasepsi yang dapat dipakai dewasa ini. Di Indonesia sendiri, alat kontrasepsi sering di singkat KB (Keluarga berencana) dimana merupakan gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran, jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua.

IUD atau yang lebih dikenal dengan istilah KB spiral sendiri merupakan AKDR yaitu alat kontrasepsi dalam rahim. Pada umumnya, IUD akan berbentuk seperti angka 7 ataupun huruf T dan berukuran sekitar 5 cm yang akan dimasukkan kedalam rahim. 

Fungsi dari IUD ini sendiri adalah untuk menciptakan suasana peradangan pada rahim sehingga rahim tidak menjadi tempat ideal bagi sperma yang akan membuahi sel telur, dengan begitu pembuahan atau kehamilan dapat dicegah.

IUD sendiri merupakan alat kontrasepsi yang efektif, aman, jangka panjang dan memiliki sedikit efek samping yang ditimbulkan. IUD akan diletakkan didalam rahim, hal ini akan dilakukan oleh tenaga medis ahli dan tidak bisa dilakukan oleh kita sendiri. Pemasangan IUD biasanya akan memakan waktu sekitar 10 – 20 menit.

Pemasangan IUD dapat dilakukan kapan saja dan tidak terpaku siklus menstruasi/haid. Anda bisa menjadwalkan pemasangan IUD ke dokter saat anda haid, sebelum haid ataupun setelah haid.

Cara Pemasangan IUD sendiri adalah dengan meletakkan IUD didalam Rahim, hal ini akan dilakukan oleh seorang tenaga medis atau dokter yang sudah ahli dibidangnya. Pertama tama anda akan diletakkan pada posisi lithotomi (posisi sedikit mengangkang). 

Setelah terlebih dahulu area vagina dibersihkan menggunakan kassa steril, selanjutnya anda akan dipasangkan alat spekulum atau yang lebih dikenal dengan alat cocor bebek untuk melihat keadaan area dalam vagina sampai Rahim, bila dianggap aman dan cocok untuk pemasangan IUD, maka dokter akan memasangkan IUD ini didalam Rahim secara berhati hati agar mengurangi rasa nyeri saat pemasangan alat kontrasepsi ini. 

Setelah pemasangan IUD didalam rahim, maka benang IUD akan digunting dan diselipkan agar tidak mengganggu saat berhubungan seksual. Hal ini juga menepis pembicaraan tentang ketidaknyamanan berhubungan seksual karena benang IUD. 

Setelah dokter memastikan kembali bahwa benang tidak mengganggu, maka alat spekulum akan dilepas,  dan pembersihan ulang area vagina, maka pemasangan IUD anda telah selesai.

Sebelum memasang IUD, anda bisa mengonsumsi obat Pereda nyeri untuk mengurangi nyeri yang akan dirasakan saat pemasangan IUD. Walaupun sedikit nyeri, namun sebagian besar wanita dapat menahan rasa nyeri tersebut sampai pemasangan IUD ini selesai. 

Jika anda memiliki ambang batas nyeri yang tidak terlalu tinggi, anda bisa menanyakan tentang kemungkinan penggunaan anastesi lokal atau regional. Anastesi merupakan obat bius yang dapat digunakan dalam pemasangan IUD ini, terdapat beberapa pilihan anastesi yang dapat digunakan dalam prosedur ini. 

Tanyakan kembali kepada dokter yang hendak memasang IUD kepada anda secara lebih lengkap baik dari keuntungan serta resiko resiko yang dapat ditimbulkan jika menggunakan anastesi dalam pemasangan IUD.

IUD sendiri dapat bertahan didalam Rahim selama 8 – 10 tahun untuk IUD non-hormonal dan selama 3 - 5 tahun untuk IUD hormonal. Jika dalam perjalanan waktu anda ingin merencakan kehamilan maka anda dapat merencakan jadwal pelepasan IUD kepada dokter anda dan dapat segera merencanakan kehamilan, hal ini dapat dilakukan karena IUD tidak mempengaruhi kesuburan ada.

Periksakan diri anda kembali ke dokter bila terjadi hal hal seperti merasakan benang lepas, nyeri saat berhubungan seksual, terjadi perdarahan dari vagina, ataupun ketidaknyamanan setelah pemasangan IUD ini. Dokter akan melihat apakah posisi IUD tetap ditempat yang semestinya atau tidak dan meninjau kembali apakah anda cocok atau tidak menggunakan alat kontrasepsi ini.

KB IUD masih merupakan salah satu pilihan alat kontrasepsi yang dianggap efektif dan dapat bertahan lama. American College of Obsetricians and Gynecologist menyatakan alat kontrasepsi IUD sebagai alat kontrasepsi yang paling aman dan efektif untuk perempuan usia produktif. 

Sebelum memilih KB IUD sebagai alat kontrasepsi atau alat KB bagi anda, sebaiknya anda memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter kandungan guna mendapatkan informasi mengenai pilihan pilihan alat kontrasepsi yang dapat anda gunakan dan alat kontrasepsi apa yang cocok bagi kondisi medis anda.

 

 


4 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Debra Rose Wilson, PhD, MSN, RN, IBCLC, AHN-BC, CHT, IUD Insertion (https://www.healthline.com/health/birth-control/does-getting-an-iud-hurt#1), 2 January 2019.
Sarah Hagood Milton, MD, IUD Insertion (https://emedicine.medscape.com/article/1998022-overview), 29 November 2018.
Dawn Stacey, PhD, LMHC, IUD Insertion (https://www.verywellhealth.com/what-to-expect-during-an-iud-insertion-906772), 12 January 2020.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app