Doctor men
Ditulis oleh
ADELIA MARISTA
Doctor men
Ditinjau oleh
DR AHMAD MUHLISIN
Bayi Baru Lahir

Penyebab Kolik Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Update terakhir: SEP 15, 2019 Tinjau pada SEP 15, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 993.564 orang

Penyebab Kolik Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Pernahkah bayi Anda tiba-tiba menangis kuat selama berjam-jam tanpa alasan yang jelas? Kemudian berlangsung juga selama beberapa hari? Jika demikian, bisa jadi si kecil sedang mengalami kolik. Sayangnya, banyak orang tua yang tidak tahu mengenai masalah ini.

Apa itu kolik pada bayi?

Kolik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bayi sehat yang menangis tidak terkendali. Jika bayi berusia kurang dari 5 bulan dan menangis selama lebih dari 3 jam berturut-turut dalam sehari, lebih dari 3 hari dalam seminggu, atau lebih dari seminggu selama setidaknya dalam 3 minggu,  maka kondisi inilah yang disebut dengan kolik pada bayi.

Kolik cenderung terjadi pada bayi di sekitar usia 2 minggu, tapi biasanya hilang sendiri pada usia 3 atau 4 bulan. Kolik bukanlah penyakit dan itu biasanya tidak menunjukkan hal yang berbahaya. Namun bagaimanapun, kondisi ini memang sulit diatasi dan membuat khawatir banyak orangtua.

Penyebab kolik pada bayi

Secara pasti belum diketahui apa penyebab kolik pada bayi. Itulah kenapa tidak ada pula cara yang tepat untuk mengatasinya. Walau demikian, ada sejumlah teori yang menjadi alasan terjadinya menangis kolik pada bayi, sebagai berikut:

  • Sistem pencernaan yang masih berkembang dengan otot-otot yang sering kejang
  • Gas yang menyebabkan perut kembung
  • Hormon yang menyebabkan sakit perut atau suasana hati yang rewel
  • Sensitifitas atau overstimulasi oleh cahaya, suara, dan lain-lain
  • Sistem saraf yang masih berkembang

Ingat, ada banyak hal yang bisa tampak seperti kolik tapi ternyata bukan. Jika Anda khawatir ini terjadi pada anak Anda, dokter dapat melakukan pemeriksaan penuh untuk menyingkirkan penyebab medis mengapa bayi menangis dan rewel.

Karena bayi yang rewel dan menangis bisa saja disebabkan oleh:

  • Penyakit infeksi
  • Refluks asam lambung atau masalah pada perut
  • Desakan atau peradangan pada otak dan sistem saraf
  • Masalah mata, seperti goresan atau peningkatan tekanan
  • Denyut jantung tidak teratur
  • Cedera tulang, otot, atau jari

Baca Juga: Cara Alami Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi

Cara mengatasi kolik pada bayi

Hal terpenting untuk mengatasi kolik pada anak adalah orangtua sebisa mungkin harus tetap tenang. Mintalah dokter atau petugas kesehatan untuk memberikan saran setelah mereka menemukan kemungkinan penyebab medis kenapa bayi menangis, seperti infeksi telinga atau masalah pernapasan, masalah pencernaan dan sebagainya. Kebanyakan dokter menyarankan teknik sederhana untuk mengelola masalah tersebut di rumah.

Beberapa bayi dengan kolik tampaknya merasa lebih baik jika mereka tidur di ruang yang tenang dan mendapatkan banyak perhatian dari orangtuanya. Banyak bayi yang mengalami kolik bisa ditenangkan oleh gerak, terutama getaran dan suara-suara. Suara bisa apa saja, misalnya suara mesin pencuci piring, mesin cuci, dan pembersih vakum, suara kendaraan, atau suara musik.

Jika ada masalah pada pencernaan bayi berupa perut kembung, obat simetikon dapat membantu mengatasinya. Obat ini berfungsi mengurangi gelembung-gelembung gas di perut bayi menjadi lebih kecil, sehingga bayi bisa tampak lebih tenang.

Beberapa bayi memiliki masalah dalam mencerna laktosa yang berasal dari susu, sehingga memicu kolik. Laktase (enzim yang dibutuhkan untuk memecah laktosa) tetes dapat ditambahkan ke makanan bayi.

Bagi bayi dengan intoleransi protein dan produk susu, maka ibu menyusui harus menghindari semua produk susu selama seminggu. Jadi, Anda dapat melihat apakah perubahan pola makan ini bisa membantu mengatasi kolik pada bayi atau tidak.

Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum memberi atau melakukan perubahan pola makan pada bayi Anda. Semoga membantu.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit
Artikel selanjutnya