Penyebab dan Cara Mengatasi Nanah pada Gusi

Dipublish tanggal: Sep 10, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Waktu baca: 3 menit

Terjadinya nanah pada gusi berkaitan erat dengan kondisi yang biasanya disebut dengan abses gigi yang diawali dengan penyakit periodontal. 

Sebab, abses tidak bisa sembuh dengan sendirinya dan butuh penanganan khusus dari ahli medis untuk mengeringkan abses, membuat kanal ke akar gigi, membasmi kuman dengan antibiotik, sampai mencabut gigi yang terkena infeksi.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Antiseptik via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 31

Nanah terjadi akibat adanya cairan kental yang mengandung jaringan mati, sel, dan bakteri. Umumnya nanah memiliki warna putih kekuningan, kehijauan, kuning, atau kuning kecoklatan. 

Terkadang, baunya busuk karena nanah mengalami peradangan saat terjadi infeksi dan menimbulkan reaksi peradangan. Reaksi peradangan ini merupakan cara tubuh melawan infeksi secara alami.

Apa penyebab nanah pada gusi?

Biasanya, munculnya nanah berasal dari abses pada gigi akibat adanya infeksi bakteri yang dapat menimbulkan rasa sakit berdenyut-denyut. 

Jika kebersihan mulut tidak dijaga dan kurang perawatan pada gigi akan membuat gigi menjadi lebih mudah berlubang dan terinfeksi bakteri. 

Jika bakteri dibiarkan terus berkembang, maka akan menimbulkan infeksi pada gigi dan menyebar ke area sekitar gusi sehingga terjadilah pengumpulan nanah pada gusi.

Bakteri bisa menginfeksi gusi, akar gigi, serta tulang pendukung gigi. Jika bagian-bagian ini terinfeksi akan terjadi peradangan pada jaringan di sekitar gigi yang menyebabkan penyakit pada gusi. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Pada kasus lain, penyakit gusi dapat menyebabkan gusi menjadi sedikit terlepas dari gigi dan membentuk kantong yang dipenuhi bakteri dan berkembang lah membentuk abses.

Abses periodontal dapat berkembang juga menjadi komplikasi cedera yang terjadi pada gusi atau jaringan sekitar gigi yang dapat menyebabkan luka. 

Luka yang terbentuk mudah mengalami infeksi, sebab makanan ataupun kotoran yang menyangkut di gigi dapat menyebabkan kuman berkembang biak dan tumbuh dengan subur.

Nanah dapat timbul dengan mudah pada orang yang menderita diabetes, mengalami sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan orang yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi.

Bagaimana cara mengobati nanah pada gusi?

Untuk meredakan nyeri yang tidak terhanakan, Anda dapat mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol yang dapat Anda beli di apotek. 

Namun, jika Anda membutuhkan obat pereda nyeri yang lebih kuat, Anda bisa memperolehnya menggunakan resep dokter. Nanah yang sudah kering pada umumnya akan menghilangkan gejala umum yang sering dikeluhkan.  

Iklan dari HonestDocs
Beli Thiamycin via HonestDocs

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Thiamycin 500 mg kapsul 1

Anda dapat menguras nanah dari gusi sampai kering dengan cara mengobatinya menggunakan metode membuat lubang kecil pada gigi atau menusuknya untuk membuat nanah mengalir keluar dari kantongnya. 

Kemudian, Anda juga harus melakukan pembersihan kantong nanah yang berada pada gusi. Sebaiknya, untuk melakukan pembersihan ini dilakukan oleh ahli medis atau dokter gigi. 

Sebab, dokter gigi akan memberikan obat antibiotik secara oral untuk dikonsumsi selama beberapa hari agar infeksi yang terjadi bisa terobati secara menyeluruh.

Anda sebaiknya menghindari konsumsi makanan dan minuman panas atau dingin untuk mencegah terjadinya kantung nanah menjadi pecah. 

Anda sebaiknya mengonsumsi makanan lembut dan mengunyah makanan menggunakan sisi mulut yang tidak mengalami infeksi. 

Selain itu, gunakan juga sikat gigi yang lembut dan hindari melakukan dental flossing di area gigi dan gusi yang mengalami infeksi atau nanah pada gusinya.

Namun, jika abses yang Anda miliki pecah sebelum datang ke dokter gigi, sebaiknya Anda berkumur menggunakan air hangat untuk membersihkan mulut sekaligus mendorong keluarnya nanah sampai tuntas.

Hindari komplikasi

Jika nanah yang Anda alami tidak ditangani dengan tepat, maka dapat memicu terjadinya beberapa kemungkinan komplikasi seperti terbentuknya saluran antara lokasi infeksi dengan kulit atau mulut yang dapat mengeluarkan nanah secara terus-menerus.

Nanah pada gusi jika tidak ditangani dengan baik juga dapat memicu sinusitis pada rongga yang dipenuhi cairan pada gigi disertai dengan infeksi tulang di dekat gusi yang terinfeksi.

Segera periksa ke dokter gigi jika terdapat nanah pada gusi dan menemukan abses pada mulut. Hal ini bertujuan untuk mengobati dan mencegah terjadinya komplikasi.

Lakukan pencegahan

Anda dapat menghindari terjadinya nanah pada gusi yang disebabkan abses dengan menjaga kebersihan mulut dengan baik. Biasakanlah menyikat gigi secara teratur atau lakukan flossing menggunakan dental floss atau benang gigi.

Menjaga kebersihan mulut artinya menjaga kebersihan lidah dan juga menerapkan pola makan yang sehat. Hindari juga mengkonsumsi minuman ataupun makanan yang kandungan gulanya tinggi. 

Jika Anda merokok, sebaiknya mulai menghentikannya untuk meningkatkan kesehatan mulut.

Namun, jika gigi Anda mengalami kerusakan atau terdapat nanah pada gusi, sebaiknya segera periksa ke dokter gigi agar diberikan tindakan atau penangan yang tepat untuk mencegah timbulnya komplikasi atau penyakit lainnya. 

Lakukan pemeriksaan gigi secara rutin minimal satu tahun sekali.

 

 


24 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Antibiotics for Tooth Infection & Abscess: Effectiveness & Timing. WebMD. (https://www.webmd.com/oral-health/treatments-tooth-infections)
Dental abscess. NHS (National Health Service). (https://www.nhs.uk/conditions/dental-abscess/)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app