Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Serangan Panik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: DEC 9, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.667.175 orang

Serangan panik adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami rasa ketakutan yang intens dan seringkali luar biasa. Serangan panik biasanya disertai dengan gejala fisik, seperti detak jantung yang berdetak kencang, sesak napas, atau mual.

Edisi terbaru Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) mengenali serangan panik, dan mengkategorikannya sebagai kondisi yang tidak terduga atau diharapkan. Biasanya serangan panik muncul secara tidak terduga dan terjadi tanpa sebab yang jelas. Serangan panik juga bisa dipicu oleh oleh stressor eksternal, seperti fobia.

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Serangan panik dapat terjadi pada siapa saja, tetapi jika seseorang mengalami lebih dari satu kali serangan panik, mungkin hal tersebut merupakan tanda dari gangguan panik.

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Serangan Panik?

Gejala fisik serangan panik disebabkan oleh tubuh Anda masuk ke dalam fase "fight or flight". Saat terjadi fase ini, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen, sehingga saat tubuh mencoba mengambil lebih banyak oksigen, pernapasan akan menjadi lebih cepat. 

Tubuh juga dapat melepaskan hormon, seperti adrenalin sehingga menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan otot-otot menjadi tegang.

Beberapa pemicu yang dapat menyebabkan terjadinya serangan panik, meliputi:

  • pekerjaan yang membuat stres
  • fobia, seperti agorafobia (takut berada pada ruang terbuka), klaustrofobia (takut berada pada ruang yang sempit), dan akrofobia (takut berada pada ketinggian)
  • kenangan mengenai pengalaman traumatis
  • menderita penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, sindrom iritasi usus, atau asma
  • penyalahgunaan obat-obatan atau alkohol
  • masalah tiroid
  • memiliki gangguan kepribadian cemas
  • mengalami gangguan kesehatan mental lain, seperti depresi
  • memiliki anggota keluarga dekat yang juga memiliki gangguan cemas atau gangguan panik
  • serangan panik lebih sering terjadi pada wanita

Tanda-Tanda Serangan Panik

Seringkali saat seseorang mengalami serangan panik, mereka mengira jika mereka mengalami serangan jantung. Karena gejala keduanya yang cukup mirip satu sama lain. Jika Anda mengalami serangan panik, Beberapa gejala yang mungkin muncul meliputi:

  • sensasi seperti detak jantung yang tidak teratur atau berdetak kencang (jantung berdebar)
  • berkeringat
  • gemetaran
  • sesak nafas (hiperventilasi)
  • sensasi tersedak
  • mual
  • pusing
  • jari kesemutan
  • telinga berdenging

Serangan panik biasanya berlangsung sekitar 5 hingga 20 menit. Berbeda dengan serangan jantung, serangan panik tidak berbahaya dan tidak mengancam jiwa. Anda biasanya tidak perlu dirawat di rumah sakit jika Anda mengalami serangan panik. 

Iklan dari HonestDocs
Beli Simvastatin via HonestDocs!

Simvastatin berfungsi untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi pada pasien – pasien dislipidemia. Dapatkan GRATIS ongkir* ke seluruh wilayah Indonesia!

Namun untuk memastikan bahwa gejala Anda tidak disebabkan oleh penyakit jantung atau kondisi yang dapat mengancam jiwa lainnya, segera periksakan diri Anda ke dokter atau segera pergi ke Unit Gawat Darurat rumah sakit terdekat.

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Serangan Panik?

Mungkin pada beberapa orang, serangan panik tidak dapat dicegah, tetapi Perubahan gaya hidup berikut membantu mengurangi risiko dan mencegah terjadinya serangan panik. Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan meliputi:

  • Mengurangi dan mengelola sumber stres.
  • Pelajari cara mengidentifikasi dan menghentikan pikiran negatif.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Berlatih meditasi atau yoga.
  • Makan makanan dengan diet seimbang.
  • Bergabunglah dengan kelompok pendukung untuk orang-orang yang memiliki gangguan cemas atau serangan panik.
  • Batasi konsumsi alkohol, obat-obatan, dan kafein.

Bagaimana Cara Mengelola Serangan Panik?

Diagnosa

Dokter Anda akan bertanya mengenai gejala dan melakukan pemeriksaan untuk mengesampingkan kondisi kesehatan lainnya dengan gejala yang sama, seperti penyakit jantung atau masalah tiroid.

Untuk memastikan bahwa Anda mengalami serangan panik, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:

  • pemeriksaan fisik
  • pemeriksaan darah
  • pemeriksaan jantung, seperti elektrokardiogram (EKG atau ECG)
  • evaluasi psikologis atau kuesioner

Mengelola Serangan Panik

Jika Anda mengalami serangan panik yang datang secara tiba-tiba, Anda dapat mencoba beberapa hal seperti berikut ini:

  • Ambil napas dalam-dalam secara lambat
  • Kenali dan terima apa yang Anda alami.
  • Berlatih perhatian penuh.
  • Gunakan teknik relaksasi

Bicarakan dengan dokter Anda mengenai perawatan lain yang dapat dipilih untuk mengatasi serangan panik. Beberapa perawatan umum seperti psikoterapi atau penggunaan obat-obatan dapat dilakukan. Obat-obatan yang biasa dipilih untuk mengatasi serangan panik contohnya :

  • antidepresan
  • obat anti ansietas
  • benzodiazepin

Seringkali, dokter akan merekomendasikan kombinasi pengobatan. Jika gejala tidak membaik dengan salah satu pengobatan, rencana pengobatan juga mungkin perlu diubah dari waktu ke waktu.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit