Gangguan Kecemasan Sosial - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Dipublish tanggal: Mei 8, 2019 Update terakhir: Jan 21, 2020 Waktu baca: 3 menit

Gangguan kecemasan sosial, kadang-kadang disebut sebagai fobia sosial, adalah salah satu gangguan cemas yang menyebabkan munculnya ketakutan ekstrim saat berada di lingkungan sosial. Orang dengan gangguan ini mengalami kesulitan berbicara dengan orang lain, bertemu orang baru, dan menghadiri pertemuan sosial. 

Seseorang yang mengalami gangguan ini takut dihakimi atau dinilai buruk oleh orang lain. Mereka mungkin mengerti bahwa ketakutan mereka tidak rasional atau tidak masuk akal, tetapi seseorang dengan kondisi ini merasa tidak berdaya untuk mengatasinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Kecemasan sosial berbeda dari rasa malu. Rasa malu biasanya bersifat jangka pendek dan tidak mengganggu kehidupan seseorang. Kecemasan sosial bersifat persisten dan tentu saja mengganggu kehidupan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk:

  • bekerja
  • pergi ke sekolah
  • menjalin hubungan dekat dengan orang-orang lain

Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA) sekitar 15 juta orang dewasa Amerika memiliki gangguan kecemasan sosial. Gejala-gejala gangguan ini mungkin muncul pada sekitar usia 13 tahun.

Apa Penyebab Munculnya Gangguan Kecemasan Sosial?

Penyebab pasti dari fobia sosial tidak diketahui. Namun, penelitian saat ini mendukung gagasan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan dan genetik. Pengalaman negatif juga dapat berkontribusi terhadap gangguan ini, contohnya:

  • mengalami perundungan
  • konflik keluarga
  • pelecehan seksual

Gangguan di otak seperti ketidakseimbangan serotonin dapat menyebabkan kondisi ini. Serotonin adalah zat kimia di otak yang membantu mengatur suasana hati. Amigdala yang terlalu aktif (struktur di otak yang mengendalikan respons rasa takut dan perasaan atau pikiran gelisah) juga dapat menyebabkan gangguan ini.

Gangguan kecemasan bisa terjadi dalam keluarga. Namun, para peneliti tidak yakin apakah mereka benar-benar terkait dengan faktor genetik. 

Sebagai contoh, seorang anak mungkin mengalami gangguan kecemasan dengan mencontoh perilaku salah satu orang tua mereka yang memiliki gangguan kecemasan. Anak-anak juga dapat mengalami gangguan kecemasan akibat dibesarkan dalam lingkungan yang terlalu dikekang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Tanda Seseorang Mengalami Gangguan Kecemasan Sosial

Seseorang dengan gangguan kecemasan sosial mungkin dapat menunjukan tanda-tanda fisik seperti:

Gejala psikologis dapat meliputi:

  • sangat mengkhawatirkan situasi sosial
  • rasa khawatir yang muncul selama berhari-hari atau berminggu-minggu sebelum suatu peristiwa
  • menghindari situasi sosial
  • khawatir tentang mempermalukan diri sendiri dalam situasi sosial
  • khawatir bahwa orang lain akan melihat Anda stres atau gugup
  • membutuhkan alkohol untuk menghadapi situasi sosial
  • tidak pergi ke sekolah atau bekerja karena alasan cemas

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Gangguan Kecemasan Sosial ?

Hingga saat ini belum ada panduan baku yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gangguan kecemasan sosial. Namun fobia sosial tidak harus mengendalikan hidup Anda. Anda dapat mengendalikan ketakutan Anda dengan:

  • mengenali pemicu yang menyebabkan Anda mulai merasa gugup
  • berlatih teknik relaksasi dan pernapasan
  • memeriksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasa Anda mengalami gangguan kecemasan sosial

Bagaimana Gangguan Kecemasan Sosial Ditangani?

Diagnosa

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk memastikan jika seseorang mengalami gangguan kecemasan sosial. Penyedia layanan kesehatan dapat mendiagnosis fobia sosial dari deskripsi gejala yang muncul. Dokter juga dapat menetapkan seseorang mengalami fobia sosial setelah memeriksa pola perilaku tertentu.

Dokter akan menggunakan kriteria untuk menentukan apakah seseorang menderita gangguan kecemasan sosial. Kriteria-kriteria tersebut meliputi:

  • ketakutan konstan terhadap situasi sosial karena takut dihina atau dipermalukan
  • merasa cemas atau panik sebelum menjalani interaksi sosial
  • menyadari bahwa sumber ketakutan tidak masuk akal
  • kecemasan yang mengganggu kehidupan sehari-hari

Pengobatan

Beberapa jenis perawatan tersedia untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial. Pengobatan akan bervariasi tergantung pada masing-masing individu. Pilihan pengobatan untuk gangguan kecemasan sosial meliputi:

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Saraf & Otak via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 5

Terapi perilaku kognitif

Terapi ini membantu Anda mempelajari cara mengendalikan kecemasan melalui teknik relaksasi dan pernapasan, dan cara mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif.

Terapi pemaparan

Jenis terapi ini membantu Anda secara bertahap menghadapi situasi sosial, daripada menghindarinya.

Kelompok terapi

Terapi ini membantu Anda mempelajari keterampilan dan teknik sosial untuk berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan sosial. Berpartisipasi dalam terapi kelompok dengan orang lain yang memiliki masalah yang sama dapat membuat Anda merasa tidak sendirian.Sehingga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Perawatan sederhana di rumah

  • Menghindari mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak
  • Tidur yang cukup

Penggunaan obat-obatan

Untuk gangguan kecemasan yang tidak dapat ditangani dengan penanganan suportif seperti di atas, dokter dapat meresepkan obat anti-ansietas golongan benzodiazepin seperti alprazolam atau clomipramine. Diskusikan dengan dokter sebelum memulai perawatan menggunakan pengobatan apapun.


15 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Mayo Clinic (2017). Diseases and Conditions. Generalized Anxiety Disorder. (https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/generalized-anxiety-disorder/symptoms-causes/syc-20360803)
NHS Choices UK (2016). Health A-Z. Generalised Anxiety Disorder in Adults. (https://www.nhs.uk/conditions/generalised-anxiety-disorder/)
Anxiety and Depression Association of America. Generalized Anxiety Disorder (GAD). (https://adaa.org/understanding-anxiety/generalized-anxiety-disorder-gad)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app