Gangguan Kecemasan Sosial - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: May 8, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.102.716 orang

Gangguan kecemasan sosial, kadang-kadang disebut sebagai fobia sosial, adalah salah satu gangguan cemas yang menyebabkan munculnya ketakutan ekstrim saat berada di lingkungan sosial. Orang dengan gangguan ini mengalami kesulitan berbicara dengan orang lain, bertemu orang baru, dan menghadiri pertemuan sosial. 

Seseorang yang mengalami gangguan ini takut dihakimi atau dinilai buruk oleh orang lain. Mereka mungkin mengerti bahwa ketakutan mereka tidak rasional atau tidak masuk akal, tetapi seseorang dengan kondisi ini merasa tidak berdaya untuk mengatasinya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Kecemasan sosial berbeda dari rasa malu. Rasa malu biasanya bersifat jangka pendek dan tidak mengganggu kehidupan seseorang. Kecemasan sosial bersifat persisten dan tentu saja mengganggu kehidupan. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk:

  • bekerja
  • pergi ke sekolah
  • menjalin hubungan dekat dengan orang-orang lain

Menurut Anxiety and Depression Association of America (ADAA) sekitar 15 juta orang dewasa Amerika memiliki gangguan kecemasan sosial. Gejala-gejala gangguan ini mungkin muncul pada sekitar usia 13 tahun.

Apa Penyebab Munculnya Gangguan Kecemasan Sosial?

Penyebab pasti dari fobia sosial tidak diketahui. Namun, penelitian saat ini mendukung gagasan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor lingkungan dan genetik. Pengalaman negatif juga dapat berkontribusi terhadap gangguan ini, contohnya:

  • mengalami perundungan
  • konflik keluarga
  • pelecehan seksual

Gangguan di otak seperti ketidakseimbangan serotonin dapat menyebabkan kondisi ini. Serotonin adalah zat kimia di otak yang membantu mengatur suasana hati. Amigdala yang terlalu aktif (struktur di otak yang mengendalikan respons rasa takut dan perasaan atau pikiran gelisah) juga dapat menyebabkan gangguan ini.

Gangguan kecemasan bisa terjadi dalam keluarga. Namun, para peneliti tidak yakin apakah mereka benar-benar terkait dengan faktor genetik. 

Sebagai contoh, seorang anak mungkin mengalami gangguan kecemasan dengan mencontoh perilaku salah satu orang tua mereka yang memiliki gangguan kecemasan. Anak-anak juga dapat mengalami gangguan kecemasan akibat dibesarkan dalam lingkungan yang terlalu dikekang.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Tanda Seseorang Mengalami Gangguan Kecemasan Sosial

Seseorang dengan gangguan kecemasan sosial mungkin dapat menunjukan tanda-tanda fisik seperti:

  • wajah memerah
  • mual
  • keringat berlebih
  • gemetar atau bergetar
  • kesulitan berbicara
  • pusing
  • detak jantung yang cepat

Gejala psikologis dapat meliputi:

  • sangat mengkhawatirkan situasi sosial
  • rasa khawatir yang muncul selama berhari-hari atau berminggu-minggu sebelum suatu peristiwa
  • menghindari situasi sosial
  • khawatir tentang mempermalukan diri sendiri dalam situasi sosial
  • khawatir bahwa orang lain akan melihat Anda stres atau gugup
  • membutuhkan alkohol untuk menghadapi situasi sosial
  • tidak pergi ke sekolah atau bekerja karena alasan cemas

Bagaimana Cara Mencegah Terjadinya Gangguan Kecemasan Sosial ?

Hingga saat ini belum ada panduan baku yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya gangguan kecemasan sosial. Namun fobia sosial tidak harus mengendalikan hidup Anda. Anda dapat mengendalikan ketakutan Anda dengan:

  • mengenali pemicu yang menyebabkan Anda mulai merasa gugup
  • berlatih teknik relaksasi dan pernapasan
  • memeriksakan diri Anda ke dokter jika Anda merasa Anda mengalami gangguan kecemasan sosial

Bagaimana Gangguan Kecemasan Sosial Ditangani?

Diagnosa

Tidak ada pemeriksaan khusus untuk memastikan jika seseorang mengalami gangguan kecemasan sosial. Penyedia layanan kesehatan dapat mendiagnosis fobia sosial dari deskripsi gejala yang muncul. Dokter juga dapat menetapkan seseorang mengalami fobia sosial setelah memeriksa pola perilaku tertentu.

Dokter akan menggunakan kriteria untuk menentukan apakah seseorang menderita gangguan kecemasan sosial. Kriteria-kriteria tersebut meliputi:

  • ketakutan konstan terhadap situasi sosial karena takut dihina atau dipermalukan
  • merasa cemas atau panik sebelum menjalani interaksi sosial
  • menyadari bahwa sumber ketakutan tidak masuk akal
  • kecemasan yang mengganggu kehidupan sehari-hari

Pengobatan

Beberapa jenis perawatan tersedia untuk mengatasi gangguan kecemasan sosial. Pengobatan akan bervariasi tergantung pada masing-masing individu. Pilihan pengobatan untuk gangguan kecemasan sosial meliputi:

Terapi perilaku kognitif

Terapi ini membantu Anda mempelajari cara mengendalikan kecemasan melalui teknik relaksasi dan pernapasan, dan cara mengganti pikiran negatif dengan pikiran positif.

Terapi pemaparan

Jenis terapi ini membantu Anda secara bertahap menghadapi situasi sosial, daripada menghindarinya.

Kelompok terapi

Terapi ini membantu Anda mempelajari keterampilan dan teknik sosial untuk berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan sosial. Berpartisipasi dalam terapi kelompok dengan orang lain yang memiliki masalah yang sama dapat membuat Anda merasa tidak sendirian.Sehingga dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri Anda.

Perawatan sederhana di rumah

  • Menghindari mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak
  • Tidur yang cukup

Penggunaan obat-obatan

Untuk gangguan kecemasan yang tidak dapat ditangani dengan penanganan suportif seperti di atas, dokter dapat meresepkan obat anti-ansietas golongan benzodiazepin seperti alprazolam atau clomipramine. Diskusikan dengan dokter sebelum memulai perawatan menggunakan pengobatan apapun.


Referensi

Anxiety and Depression Association of America. Generalized Anxiety Disorder (GAD).

Bandelow, B. et al. (2013). The Diagnosis and Treatment of Generalized Anxiety Disorder. Deutsches Arzteblatt International, 110(17), pp. 310-310

Locke, AB. et al. (2015). Diagnosis and Management of Generalized Anxiety Disorder and Panic Disorder in Adults. American Family Physician, 91(9), pp.617-624

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit