Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
SCIENTIA INUKIRANA

Serangan Panik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 16, 2019 Tinjau pada OCT 16, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.026.317 orang

Apa Penyebab Serangan Panik?

Serangan panik adalah suatu episode intens dari rasa takut yang tiba-tiba terjadi ketika tidak ada ancaman atau bahaya yang nyata. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin salah mengira gejala antara serangan panik dengan serangan jantung.

Anda mungkin mengalami serangan panik tunggal. Atau Anda mungkin memiliki beberapa serangan panik sepanjang hidup Anda. Jika tidak diobati, serangan panik berulang - dan ketakutan yang ditimbulkannya - dapat membuat Anda menghindari orang lain atau tempat umum. Jika hal tersebut sudah terjadi mungkin itu adalah pertanda bahwa Anda mengalami gangguan panik.

Apa saja gejala serangan panik?

Serangan panik memicu sistem saraf simpatik Anda. Sistem sarah ini mengarah pada respons "lawan atau lari" yang Anda alami ketika dihadapkan pada bahaya.

Serangan panik dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan. Gejala-gejalanya mungkin muncul secara bertahap dan memuncak setelah sekitar sepuluh menit. Gejala-gejalanya mungkin termasuk satu atau lebih dari beberapa gejala berikut:

  • sakit dada
  • kesulitan menelan
  • sulit bernafas
  • sesak napas
  • Hiperventilasi (pernapasan cepat)
  • detak jantung yang cepat
  • merasa lemah
  • hot flashes (kepanasan)
  • panas dingin
  • gemetar
  • berkeringat
  • mual
  • sakit perut
  • kesemutan atau mati rasa
  • merasa bahwa kematian sudah dekat

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin mengalami rasa takut yang luar biasa karena mengalami serangan panik lain. Hal ini mungkin suatu pertanda bahwa Anda mengalami gangguan panik.

Serangan panik tidak mengancam jiwa. Tetapi gejalanya bisa mirip dengan kondisi kesehatan yang mengancam jiwa lainnya, seperti serangan jantung. Jika Anda mengalami gejala serangan panik, segera dapatkan bantuan medis. Penting untuk mengesampingkan kemungkinan bahwa Anda benar-benar mengalami serangan jantung.

Apa yang menyebabkan serangan panik?

Penyebab pasti serangan panik seringkali tidak diketahui. Dalam beberapa kasus, serangan panik terkait dengan beberapa kondisi kesehatan mental yang mendasarinya, seperti:

  • gangguan panik
  • agorafobia (ketakutan di keramaian atau tempat umum) atau fobia lainnya
  • gangguan obsesif kompulsif ( OCD ), ketakutan berlebihan yang membuat seseorang melakukan kegiatan berulang-ulang.
  • gangguan stres pasca-trauma ( PTSD )
  • Gangguan Kecemasan Umum ( GAD )

Stres juga dapat berkontribusi pada serangan panik.

Siapa yang berisiko terkena serangan panik?

Berbagai faktor dapat meningkatkan peluang Anda mengalami serangan panik. seperti:

  • memiliki riwayat keluarga dengan serangan panik
  • memiliki riwayat pelecehan di masa kecil
  • bekerja atau hidup dalam situasi stres yang tinggi
  • mengalami peristiwa traumatis, seperti kecelakaan mobil yang serius
  • menjalani perubahan hidup yang besar, seperti memiliki bayi
  • kehilangan orang yang dicintai

Hidup dengan kondisi kesehatan mental, seperti fobia atau PTSD, juga dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan panik.

Bagaimana serangan panik didiagnosis?

Untuk mendiagnosis serangan panik, dokter Anda kemungkinan akan menanyakan gejala dan riwayat medis Anda. Mereka juga dapat melakukan pemeriksaan fisik.

Mereka mungkin perlu melakukan tes untuk menyingkirkan kemungkinan terjadinya serangan jantung. Kemungkinan dokter akan menggunakan elektrokardiogram (EKG) untuk mengukur tingkat penghantaran listrik jantung Anda yang dapat merepresentasikan fungsi dari jantung Anda. 

Dokter juga dapat merekomendasikan Anda untuk melakukan tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid Anda. Ketidakseimbangan hormon dapat memengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk mengatur ritme jantung Anda.

Jika tenaga medis curiga bahwa Anda memiliki gangguan panik atau kondisi kesehatan mental lainnya, dokter Anda mungkin merujuk Anda ke spesialis kesehatan mental (dokter spesialis kejiwaan). Anda mungkin memiliki gangguan panik jika Anda:

  • sering mengalami serangan panik
  • mengalami rasa takut yang terus-menerus terhadap akan terjadinya serangan panik lain
  • merubah gaya hidup atau perilaku Anda karena takut mengalami serangan panik lain

Bagaimana cara mengobati serangan panik?

Jika dokter Anda mencurigai bahwa serangan panik Anda terkait dengan kondisi kesehatan mental yang mendasarinya, Anda mungkin dirujuk ke spesialis kesehatan mental. Tergantung pada kondisi Anda, dokter Anda dapat merekomendasikan kombinasi obat, terapi, dan perubahan gaya hidup untuk mengelola gejala Anda.

Obat-obatan

Dokter atau spesialis kesehatan mental Anda dapat merekomendasikan satu atau lebih dari obat obatan berikut ini:

  • Penghambat serotonin atau serotonin selektif reuptake Inhibitor  ( SSRI ): Obat-obat ini termasuk fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil dan Pexeva), dan sertraline(Zoloft). Obat-obatan ini sering digunakan sebagai pengobatan lini pertama untuk pencegahan terhadap serangan panik karenaobat-obatan tersebut cenderung menyebabkan efek samping yang lebih rendah daripada banyak obat lain.
  • Benzodiazepin : Obat-obat ini termasuk alprazolam (Niravam, Xanax), clonazepam (Klonopin), dan lorazepam (Ativan). Obat-obatan ini menekan sistem saraf pusat Anda dan memiliki efek sedatif ringan. Obat-obatan ini dapat diberikan pada fase akut serangan panik.
  • Penghambat reseptor betha atau Betha blocker : Obat-obat ini termasuk carvedilol , propranolol , dan timolol . Obat-obatan ini dapat mengurangi gejala yang terkait dengan serangan panik, termasuk berkeringat, pusing, dan detak jantung yang berdetak kencang.
  • Penghambat norepinefrin atau selektif norepinefrin reuptake Inhibitor (ss SNRI ): Â Venlafaxine hidroklorida (Effexor XR) adalah SNRI yang disetujui FDA yang digunakan untuk mengobati gangguan panik, dan dapat membantu mencegah serangan panik di masa depan.

Terapi Tanpa Pengobatan

Jika Anda memiliki gangguan panik atau kondisi kesehatan mental lainnya, dokter Anda dapat merekomendasikan psikoterapi untuk membantu mengobatinya. Sebagai contoh, mereka dapat merekomendasikan terapi perilaku kognitif. Terapis Anda akan mencoba mengatasi pikiran, perilaku, dan reaksi yang terkait dengan serangan panik Anda. 

Sehingga dapat membantu mengurangi ketakutan dan kecemasan Anda tentang serangan panik yang Anda miliki. Dokter juga dapat membantu "melatih kembali" otak Anda untuk lebih membedakan antara ancaman nyata dan ancaman yang hanya dirasakan oleh pasien tapi tidak benar-benar terjadi.

Menghadiri kelompok pendukung (support group) juga dapat membantu Anda mengatasi gangguan panik. Hal ini dapat membantu Anda mengembangkan mekanisme pemikiran positif untuk menghadapi ketakutan, kecemasan, dan stres.

Perubahan gaya hidup

Mengambil langkah-langkah untuk mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan dapat membantu mengurangi insiden serangan panik. Misalnya, banyak tidur dan tetap aktif secara fisik dapat membantu menurunkan tingkat stres Anda. 

Teknik manajemen stres, seperti pernapasan dalam atau relaksasi otot progresif, juga dapat membantu. Penting juga untuk menghindari atau membatasi konsumsi alkoholkafein, dan obat-obatan terlarang lainnya.

Bagaimana prospek (prognosis) serangan panik?

Jika tidak diobati, serangan panik berulang dapat menyebabkan Anda menjadi:

  • Menderita gangguan cemas ketika Anda berpikir tentang kemungkinan akan terjadi serangan panik lain
  • menghindari orang lain atau tempat umum karena takut mengalami serangan panik
  • mengembangkan agorafobia, ketakutan yang intens berada di tempat umum

Untuk menghindari komplikasi ini, penting untuk mencari pengobatan untuk serangan panik.

Bagaimana cara mencegah serangan panik?

Sebagian besar serangan panik tidak dapat diprediksi. Akibatnya, mencegah terjadinya serangan panik merupakan suatu tantangan.

Anda dapat mengambil beberapa langkah untuk meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan dan menurunkan risiko terjadinya serangan panik. Misalnya, penting untuk menjalani gaya hidup sehat secara keseluruhan dengan:

  • makan makanan yang seimbang
  • berolahraga secara teratur
  • cukup tidur
  • mengambil langkah-langkah untuk mengurangi stres

Penting juga untuk mencari bantuan dari dokter Anda jika Anda mengalami serangan panik. Mendapatkan perawatan dapat membantu Anda menghindari lebih banyak serangan panik di masa depan.

Ditinjau secara medis oleh Timothy J. Legg, PhD, CRNP pada 22 November 2016 - Ditulis oleh Rachel Nall

 

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit