Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM

Penyakit Kista Paraovarium - Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Update terakhir: OCT 16, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 1.374.629 orang

Ovarium atau indung telur adalah organ reproduksi pada wanita yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur. Kista adalah benjolan berisi cairan yang dapat muncul pada bagian tubuh manapun. Kista paraovarium adalah kista yang terletak di dekat saluran tuba dan ovarium

Kista paraovarium mungkin berisi udara, cairan, atau bahan semi-padat. Pada sebagian besar kasus, kista paraovarium tidak menimbulkan gejala. Setelah terbentuk, kista biasanya hilang dengan sendirinya atau dapat diangkat dengan operasi.

Kista paraovarium terletak di ligamen yang menghubungkan antara saluran tuba(saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim) dan ovarium. 

Secara histologis, 68 persen sel yang terdapat di dalam kista paraovarium berasal dari mesothelial, 30 persen berasal dari sisa embrionik dari saluran paramesonefrik dan 2 persen dari saluran mesonefrik. 

Kista paraovarium menyumbang sebanyak 10 persen sebagai gangguan pada daerah pinggul (adnexa), dan menyumbang sebanyak 3 persen sebagai kegawatdaruratan yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita.

Apa penyebab munculnya Kista Paraovarium?

Penyebab utama terbentuknya kista masih belum diketahui secara pasti. Kista paraovarium muncul pada ligamen (broad ligamen) yang menghubungkan saluran tuba dengan indung telur. Biasanya berasal dari sel mesothelial dan paramesonefrik atau, dari sisa-sisa mesonefrik.

Kista paraovarium dapat ditemukan pada rentang usia yang luas, paling sering terjadi pada wanita berusia tiga puluh hingga lima puluh tahun.

Apa gejala yang dapat ditemukan pada seorang wanita yang memiliki Kista Ovarium?

Ketika kondisi berkembang secara klinis, sebagian besar pasien mengalami gejala-gejala pencernaan, seperti perasaan perut bagian bawah terasa penuh dan sakit. 

Rasa sakit datang dengan intensitas ringan tetapi sering. Beberapa orang melaporkan gejala pada saluran kemih seperti frekuensi buang air kecil yang meningkat, disertai demam.

Pada sejumlah kecil kasus, infeksi perut akut dan komplikasi dapat timbul. Contohnya : perdarahan, perforasi kista dengan hemoperitoneum, atau torsi ovarium, atau torsi tuba.

Sebagian besar kista yang berukuran kecil, tidak akan menunjukan gejala apapun. Biasanya kista berdiameter 1 hingga 8 cm. Kista paraovarium dapat ditemukan selama operasi atau selama pemeriksaan pencitraan yang dilakukan karena alasan lain. 

Kista yang berukuran lebih besar bisa mencapai diameter 20 cm atau lebih dan menimbulkan gejala tekanan dan nyeri yang timbul di perut bagian bawah.Kista besar dapat menyebabkan puntiran adneksa (ovarium dan saluran tuba) yang menyebabkan nyeri akut.

Apakah Kista Paraovarium dapat dicegah?

Penyebab Utama munculnya kista paraovarium, belum diketahui hingga saat ini, sehingga belum ada panduan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kista paraovarium. 

Untuk menghindari terjadinya komplikasi, segera periksakan diri Anda ke dokter OBGYN jika Anda mengalami gejala-gejala yang mengarah pada terbentuknya kista ovarium.

Bagaimana cara mengatasi Kista Ovarium?

Diagnosa

Kista paraovarium biasanya tidak menimbulkan gejala, sehingga biasanya kista dapat didiagnosis sebagai massa panggul secara kebetulan menggunakan ultrasonografi saat melakukan pemeriksaan untuk memeriksa kondisi lain.

Secara klinis, sulit untuk membedakan kista paraovarium dari dengan massa ovarium. Oleh karena itu, pemeriksaan penunjang diperlukan untuk untuk menegakan diagnosa. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan meliputi :

  • Ultrasonografi sangat bermanfaat dalam memastikan diagnosis klinis kista paraovarium. Dalam kasus ini, USG dapat menunjukkan karakteristik dari kista ovarium seperti: berbentuk ovoid dengan kapsul tipis echotexture setebal 3 mm, dengan cairan hipodens. Kista biasanya terletak di bagian atas ovarium dan di bawah saluran tuba Falopi.
  • Pemeriksaan patologis adalah pemeriksaan jaringan yang melekat pada bagian dalam kista; pemeriksaan patologis perlu dilakukan untuk membedakan kista dengan tumor seperti sistadenokarsinoma dan karsinoma papiler.

Inilah sebabnya mengapa USG harus dilakukan oleh ahli radiologi berpengalaman yang dapat mengamati struktur pada kista paraovarium secara presisi. USG sebelum operasi sangat membantu untuk membedakan kista dengan tumor ovarium.

Pengobatan

Pengobatan utama kista paraovarium adalah operasi pengangkatan kista. Laparoskopi saat ini merupakan prosedur operasi yang paling sering dipilih dalam pengobatan kista paraovarium. 

Banyak ahli bedah lebih memilih untuk mengambil cairan kista melalui laparoskopi atau melakukan fenestrasi kista sebelum mengeluarkannya. Jika kista paraovarium dicurigai bersifat neoplastik (ganas) maka pengangkatan kista dapat dilakukan melalui endobag, untuk menghindari tumpahan cairan kista yang dapat meningkatkan potensi penyebaran sel kanker.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit