BAB Berdarah - Gejala, Cara Menangani, dan Obat

Update terakhir: Mar 15, 2019 Waktu baca: 3 menit
Telah dibaca 773.498 orang

Hampir semua orang pernah mengalami BAB berdarah. Pada BAB berdarah, warna tinja akan sedikit lebih gelap karena bercampurnya tinja dengan darah yang dapat disertai nyeri perut (melena) dan juga keluar darah segar dari luar anus (hematoskezia). 

Banyak pengaruh yang mengakibatkan timbulnya buang air besar disertai darah yang keluar, penyebab tersering adalah gangguan pada saluran pencernaan bagian atas dan bagian bawah. 

Penjelasan pada Sistem Pencernaan

Secara anatomis sistem pencernaan terdiri dari beberapa macam organ dan memiliki fungsinya masing-masing untuk memproses makanan yang masuk. Sistem pencernaan seperti mulut berfungsi menghancurkan makanan yang dikunyah hingga masuk ke esofagus dan dikirim ke lambung. 

Lambung memiliki enzim untuk memecah protein dan sel mukosa untuk memproduksi lendir untuk mempertahankan asam lambung. Pemecahan nutrisi makanan akan masuk ke usus halus untuk diserap. 

Setelah penyerapan seluruh nutrisi dari makanan selesai, sisanya akan masuk ke usus besar yang berfungsi untuk menyerap air dan fiber untuk membentuk zat-zat penting untuk tubuh seperti vitamin K. Sisa penyerapan nutrisi dan air akan menjadi feses dan disimpan di rektum menunggu waktu defekasi (buang air besar).

Penyebab BAB Berdarah

Sistem pencernaan yang mengalami pendarahan menjadi kunci masalah terjadinya BAB berdarah. Darah dari sistem pencernaan akan turun hingga ke anus sehingga menimbulkan keluhan seperti tinja yang berwarna merah terang hingga merah gelap pada kasus yang berat.  

Warna dari tinja akibat bercampurnya darah dapat memperkirakan letak pendarahan organ pencernaan. Warna darah padah tinja lebih terang bila sumber pendarahan lebih dekat dari anus, dan akan lebih pekat bila sumber pendarahan jauh dari anus.

Sumber pendarahan akibat dari sistem pencernaan dibagi menjadi dua, yaitu pendarahan saluran cerna bagian atas dan pendarahan saluran cerna bagian bawah. Pendarah saluran cerna bagian atas meliputi esofagus dan lambung. Pada pendarahan saluran cerna bagian bawah meliputi usus kecil, usus besar, dan rektum.

Gastritis adalah erosi/peradangan saluran cerna bagian atas, yaitu pada permukaan lambung. Keluhan tersering penyakit gastritis adalah nyeri pada ulu hati yang terkadang disertai mual dan muntah. 

Gastritis terjadi akibat faktor intrinsik seperti stress, paska operasi, dan faktor ekstrinsik yaitu infeksi Helicobacter pylori, dan penggunaan obat-obatan pereda nyeri seperti parasetamol, diklofenak,ibuprofen , atau  aspirin dalam jangka panjang, dan konsumsi alkohol berlebihan Gastritis juga menjadi penyebab ringan yang menimbulkan pendarahan ringan. Darah yang keluar tidak terlalu banyak dan dapat berhenti sendiri.

Pendarahan dari sistem pencernaan yang terjadi di lambung dan usus halus menimbulkan warna tinja yang lebih pekat. Ini disebabkan karena durasi tinja yang diproses dalam waktu yang lebih panjang di  sistem pencernaan disertai pendarahan yang timbul dari organ tersebut. Pendarahan dari lambung disebabkan oleh ulkus peptik. 

Ulkus peptik adalah rusak nya dinding lambung yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat pereda nyeri yang berkepanjangan, dan pengaruh alkohol. Rusaknya dinding lambung ikut merusak pembuluh darah yang  menimbulkan darah yang akan ikut bersama dengan tinja dari konsumsi makanan yang telah diproses.

Divertikulosis adalah kelainan pada usus besar (Kolon) berupa timbulnya kantung di permukaan usus besar akibat pengaruh konstipasi. Tekanan yang tinggi pada ruas usus besar beresiko terjadinya divertikulosis adalah salah satu penyebab pendarahan pada saluran cerna bagian bawah. Pendarahan terlihat berwarna merah terang, dan terkadang tidak disertai nyeri. 

Penyakit yang sering ditemui seperti wasir (hemoroid) dan fisura ani (robekan kecil di permukaan anus) menimbulkan darah segar berwarna lebih terang.  Penyakit lain yang lebih berat seperti polip dan kanker kolon dapat menimbulkan pendarahan yang berat sehingga penderita cenderung menderita anemia. Penderita kanker kolon biasa dialami pada usia sekitar 50 tahun keatas. 

Polip di daerah kolon yang muncul harus segera ditangani karena jika terlambat akan berkembang menjadi sel kanker dan dapat mudah menyebar ke sekitar rektum  sehingga sulit untuk ditangani.

Penanganan pada BAB Berdarah

Anda disarankan untuk berkunjung ke dokter bila mendapati keluhan muncul darah dari lubang anus atau tinja yang berwarna gelap atau disertai darah karena kondisi ini memerlukan tindakan khusus. Dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan lain menggunakan alat bantu untuk mencari sumber pendarahan. 

Tindakan harus dilakukan sedini mungkin untuk menghindari penyebaran inflamasi atau kehilangan darah yang berlebih. Pembedahan dibutuhkan bila dokter menemukan adanya pendarahan hebat sistem pencernaan dan terjadi kehilangan darah yang berat.

Dokter selalu menyarankan untuk menjaga pola hidup yang teratur dengan mengonsumsi makan sehat dan berserat, mengurangi stres, menghindari minuman beralkohol, dan membatasi penggunaan obat-obatan. Karena obat-obat pereda nyeri dijual bebas dan sangat mudah dibeli oleh masyarakat tanpa mengetahui dampak buruk pada sistem pencernaan.  

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit