Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR SCIENTIA INU KIRANA ENWA SIWI

BAB Berdarah, penyebab dan obatnya

Update terakhir: May 4, 2019 Tinjau pada Jun 4, 2019 Waktu baca: 4 menit
Telah dibaca 1.175.159 orang

BAB Berdarah, yang dimaksud BAB berdarah disini yaitu terdapat darah pada feses atau tinja ketika BAB (buang air besar berdarah). BAB berdarah ini bisa menjadi hal yang sangat menakutkan, namun tidak semua BAB berdarah merupakan masalah yang serius. Oleh karena itu penting sekali mengetahui apa saja yang menjadi penyebab BAB berdarah ini.

Buang air besar berdarah yang ditandai dengan terdapatnya darah dalam feses/tinja itu artinya terdapat perdarahan di suatu tempat pada saluran pencernaan. Kadang-kadang jumlah darah sangat kecil sehingga hanya dapat dideteksi dengan occult blood test (tes untuk memeriksa darah yang tersembunyi dalam tinja). Terkadang terlihat secara kasat mata di toilet setelah buang air besar sebagai darah merah terang. Perdarahan yang terjadi saluran pencernaan bagian atas dapat membuat tinja tampak berwarna kehitaman. Jadi perlu diwaspadai BAB warna hitam bisa juga karena ada darah dalam tinja.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Penyebab BAB berdarah antara lain :

Penyakit Wasir. Merupakan penyebab Buang air besar berdarah yang sering kita jumpai dengan ciri-ciri darah berwarna merah terang yang akan menetes ketika atau setelah feses keluar dan terkadang dijumpai adanya tonjolan dari dalan anus yang keluar ketika BAB dan masuk kembali setelahnya. Tonjolan ini merupakan pembesaran pada pembuluh darah pada anus. Darah akan keluar karena pecahnya pembuluh darah vena akibat peningkatan tekanan anus akibat mengejan. Lebih lanjut silahkan baca : Mengenal Wasir atau Ambeien

Penyakit divertikulitis. Divertikel merupakan kantong kecil sebagai proyeksi dari dinding usus besar. Biasanya divertikel tidak menimbulkan masalah, tapi kadang-kadang dapat meradang atau terinfeksi sehingga menimbulkan buang air besar berdarah merah.

Anal fissure. merupakan sebuah luka atau robekan pada jaringan yang melapisi anus mirip dengan retakan yang terjadi pada bibir pecah-pecah atau potongan kertas akibatnya dapat menimbulkan berak darah. Fisura sering disebabkan oleh feses yang besar dan keras dan bisa menyakitkan.

Kolitis. Radang usus besar. Di antara penyebab yang lebih sering adalah infeksi atau penyakit radang usus (inflammatory bowel disease).

Angiodisplasia. Sebuah kondisi di mana pembuluh darah abnormal, rapuh, sehingga menyebabkan perdarahan saat buang air besar.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Medicine delivery 01

Tukak lambung. Luka terbuka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari, ujung atas dari usus kecil. Tukak lambung banyak disebabkan oleh infeksi bakteri yang disebut Helicobacter pylori (H. pylori). Penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi obat anti-inflamasi seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxen juga dapat menyebabkan tukak yang mengakibatkan buang air besar berdarah berwarna hitam (melena).

Polip atau kanker. Polip adalah tumor jinak yang dapat tumbuh, berdarah, dan menjadi kanker. Kanker kolorektal adalah kanker ketiga yang paling umum di Amerika Serikat, dan sering menyebabkan perdarahan yang tidak terlihat dengan mata telanjang.

Masalah pada esofagus (kerongkongan). Varises pada kerongkongan atau pecahnya pembuluh darah kerongkongan dapat menyebabkan kehilangan darah yang parah.

Apakah anda masih bingung yang mana yang menjadi penyebab BAB berdarah yang ada alami?

Jika demikian, mintalah pertolongan seorang dokter. Ceritakan dengan detil perdarahan yang terjadi, Misalnya, darah berwarna hitam kemungkinan yang menjadi penyebab adalah ulkus (tukak lambung) atau saluran pencernaan bagian atas. Darah berwarna merah terang atau marun biasanya menunjukkan masalah di saluran pencernaan bagian bawah seperti wasir atau diverticulitis.

Setelah mendapatkan riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik, dokter kadang menganjurkan tes untuk menentukan penyebab perdarahan.

Seseorang yang mengalami BAB berdarah mungkin tidak menyadari perdarahan dan mengatakan tidak mengalaminya. Namun, Di sisi lain, mereka juga mungkin telah mengalami sakit perut, muntah, lemah, sesak napas, diare, palpitasi, pingsan, dan penurunan berat badan tergantung pada penyebabnya, lokasi, durasi, dan tingkat keparahan perdarahan. Anemia berat adalah manifestasi terburuk dari perdarahan pada saluran cerna.

Bagaimana cara mengobati BAB berdarah ?

Seorang dokter mungkin menggunakan salah satu dari beberapa teknik untuk menghentikan perdarahan akut. Seringkali endoskopi digunakan untuk memandu mengetahui lokasi perdarahan, kemudian menghentikan perdarahan dengan arus listrik atau laser, atau menggunakan sebuah band atau klip untuk menutup sumber perdarahan. Jika endoskopi tidak dapat mengontrol perdarahan, dokter mungkin menggunakan angiografi untuk menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah untuk mengendali mengetahui letak perdarahan dibantu dengan CT scan perut (CT scan abdomen).

Selain menghentikan perdarahan segera, jika perlu, pengobatan juga dilakukan untuk menangani penyebab perdarahan agar tidak kembali kambuh. Pengobatan bervariasi tergantung pada penyebabnya dan mungkin termasuk obat seperti antibiotik untuk mengobati H. pylori atau obat anti-inflamasi untuk mengobati radang usus, atau operasi untuk mengevakuasi polip atau bagian-bagian dari usus yang rusak akibat kanker, diverticulitis, atau penyakit radang usus.

Dalam banyak kasus, bagaimanapun, pengobatan melibatkan hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan sendiri. Ini termasuk makan tinggi serat untuk meringankan sembelit yang dapat menyebabkan dan memperburuk wasir dan anal fissure. Duduk berendam di air hangat untuk meringankan anal fissure.

Dokter akan meresepkan atau merekomendasikan pengobatan berdasarkan diagnosis dari BAB berdarah yang anda alami.

 


Referensi

American College of Radiology (2018). Catheter Embolization.

American Pregnancy Association (2015). Labor and Birth. Kegel Exercises.

Ansari, P. MSD Manual (2018). Gastrointestinal Bleeding.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit