Paru Interstitial - Tanda, Penyebab, Gejala, Cara Mengobati

Dipublish tanggal: Mar 3, 2019 Update terakhir: Nov 6, 2020 Waktu baca: 4 menit

Tidak ada yang menganggap bahwa penyakit paru interstisial mudah dimengerti, bahkan untuk dokter senior. Untuk memahami kondisi ini dengan lebih mudah,Para ahli menyebut bagian paru- paru yang terkena pada penyakit ini disebut dengan interstitium. 

Interstitium adalah jaringan yang dilalui oleh oksigen dari kantung udara kecil paru-paru (Alveoli) untuk memasuki pembuluh darah kecil di paru-paru (kapiler). 

Interstitium juga berfungsi untuk menjaga bentuk paru-paru. Beberapa penyakit yang berbeda dapat merusak interstitium dan bersama-sama penyakit-penyakti ini disebut "penyakit paru interstisial".

Ketika interstitium rusak, efek utamanya adalah mengurangi kemampuan normal paru-paru untuk menghantarkan oksigen ke aliran darah. 

penyakit paru interstisial dapat mendistorsi bentuk paru-paru, umumnya membuat paru-paru lebih kecil dan kaku, dan mengubah bentuk saluran udara yang melewati area paru yang rusak.

Penyakit paru interstisial dapat terjadi pada usia berapa pun,dapat terjadi pada pria dan wanita. Penyakit paru interstisial tidak menular dan jarang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. 

Ada beberapa jenis penyakit paru interstisial yang terkenal yang diketahui pemicunya, tetapi jenis juga banyak penyakit paru interstisial yang tidak diketahui penyebabnya sehingga sulit untuk para ahli untuk melakukan penanganan yang efektif.

Apa saja gejala yang ditimbulkan penyakit paru interstisial?

Meskipun semua penyakit paru interstisial mempengaruhi interstitium, tiap-tiap orang akan memiliki gejala yang berbeda-beda. Gejala yang paling umum, 

orang dengan dengan penyakit paru interstisial adalah sesak napas. Awalnya, sesak napas sering terjadi hanya saat melakukan aktivitas, tetapi dengan semakin berkembangnya penyakit tersebut, sesak dapat terjadi bahkan saat beristirahat.

Orang dengan penyakit paru interstisial juga sering menderita batuk, terutama saat Pola penyakit paru interstisial berpusat pada saluran pernafasan. 

Meskipun gejala-gejala ini bervariasi antar individu, penyakit paru interstisial tetap berpotensi berkembang menjadi penyakit yang bisa mengancam nyawa.

Terkadang, penyakit paru interstisial adalah bagian suatu kondisi yang tidak hanya mempengaruhi paru-paru, pada orang-orang tertentu, terkadang penyakit paru interstisial dapat mengalami gejala tambahan terkait bagian lain dari tubuh mereka, seperti masalah sendi atau munculnya ruam.

Orang dengan penyakit paru interstisial juga sering memiliki penyakit lain yang dapat disebabkan oleh penyakit paru interstisial atau membuat gejala penyakit paru interstisial menjadi lebih buruk. Penyakit-penyakit ini, yang disebut komorbiditas, mungkin juga memerlukan penanganan lebih lanjut untuk memperbaiki gejala-gejala ini.

Apa yang menyebabkan penyakit ini?

Penyakit paru interstisial adalah sekelompok penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor penyebab. Sangat penting untuk memeriksa apakah penyakit paru interstisial disebabkan oleh sesuatu yang bisa dihindari; seperti hal-hal yang ada di kantor, di rumah, melalui hobi, atau dengan obat.

Contoh penyakit paru interstisial yang dipicu secara eksternal adalah asbestosis dan hipersensitivitas pneumonitis. Selain itu, penyakit paru interstisial bisa terjadi sebagai bagian dari suatu kondisi, yang dapat mempengaruhi beberapa bagian tubuh, seperti penyakit rematik

skleroderma (pembesaran kelanjar getah bening akibat TBC) atau sarkoidosis. Tipe umum penyakit paru interstisial yang paling banyak ditemukan pada orang dewasa adalah fibrosis paru idiopatik (IPF).

Bagaimana penyakit paru interstitial didiagnosis?

Untuk dapat mengetahui apakah Anda menderita penyakit interstisial paru, tentunya Anda harus pergi ke dokter spesialis paru. Umumnya dokter akan melakukan 2 macam tes, yaitu tes pencitraan paru-paru biasanya dilakukan untuk mengidentifikasi masalah dan tes biopsi 

dimana paru paru akan diambil jaringannya dan menentukan derajat kerusakan yang telah terjadi pada paru-paru. Selain itu tes untuk mengetahui fungsi paru seperti tes spirometri juga mungkin dilakukan untuk mengetahui kapasitas paru-paru Anda.

Tes pencitraan meliputi

  • Bronkoskopi. Endoskopi yang dimasukkan melalui mulut atau hidung menuju jalan napas. Alat kecil pada endoskopi dapat mengambil sampel dari jaringan paru-paru.
  • Operasi torakoskopik dengan video (VATS) menggunakan alat yang dimasukkan melalui irisan kecil, dokter bedah dapat mengambil sampel jaringan di beberapa tempat.
  • Biopsi paru-paru terbuka (torakotomi). Pada beberapa kasus, operasi tradisional dengan irisan lebar pada dada dibutuhkan untuk melaksanakan biopsi paru-paru.

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit paru interstisial

Tergantung dari penyebab utama dari penyakit paru interstitial, pengobatan terbagi atas 2: anti-inflamasi, atau anti-fibrotics. Penyakit paru interstitial dengan proses peradangan atau autoimun yang sudah diketahui mendapatkan manfaat dari pengobatan antiradang atau imunosupresi. 

Jika ada ekspos yang diketahui, menghindari kontak dengan agen tersebut adalah langkah pertama pengobatan. Secara spesifik untuk fibrosis paru idiopatik, terdapat dua pengobatan yang tersedia untuk memperlambat proses luka. Dokter Anda mungkin bekerja sama dengan dokter lain, seperti reumatolog atau kardiolog, untuk mengoptimalkan perawatan Anda.

Selain itu Anda dapat berhenti merokok jika Anda merokok untuk memperparah kerusakan interstisium yang terjadi dan menghindari paparan udara tersemar lainnya seperti menggunakan masker jika Anda bekerja di pabrik yang mengolah zat-zat yang dapat merusak sistem pernafasan.

Penyakit paru interstisial bisa berakibat fatal bila tidak ditangani, oleh karena itu, jika Anda menduga atau mengetahui Anda atau orang-orang terdekat Anda mengidap penyakit ini, dianjurkan untuk segera pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan awal agar penyakit ini tidak berkembang lebih jauh.


9 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Symptoms of Interstitial Lung Disease (ILD). Stanford Health Care (SHC) - Stanford Medical Center. (Accessed via: https://stanfordhealthcare.org/medical-conditions/chest-lungs-and-airways/interstitial-lung-disease/symptoms.html)
Interstitial lung disease: Causes, outlook, and diagnosis. Medical News Today. (Accessed via: https://www.medicalnewstoday.com/articles/320650)

Artikel ini hanya sebagai informasi awal mengenai kondisi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini
Buka di app