Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Asbestosis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Update terakhir: Aug 13, 2019 Tinjau pada Mar 28, 2019 Waktu baca: 2 menit
Telah dibaca 1.285.289 orang

Mungkin masih asing kata Asbestosis bagi sebagian besar masyarakat kita yang tentunya kebanyakan dari kita ialah orang awam atau orang yang tidak banyak berkecimpung di dunia kesehatan dan medis.

Asbestosis merupakan salah satu istilah medis yang memang sesuai namanya memiliki kaitan dengan asbes atau bahan material yang biasa dipakai untuk membangun rumah, atap, lantai dan sebagainya.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat GRATIS Ongkir via HonestDocs!

Klik di sini dan beli obat via HonestDocs, langsung dapat GRATIS ongkir minimal pembelanjaan Rp50.000.

Istock 943974286

Apa itu Asbetosis?

Asbestosis merupakan suatu nama penyakit paru paru yang biasa dikenal dengan nama Fibrosis Paru atau Pneumotitis Interstitial. Asbestosis sesuai namanya memang penyakt paru paru yang disebabkan oleh bahan material bangunan Asbes.

Ya, asbes memang merupakan bahan bangunan material yang sangat sering digunakan dalam berbagai kesempatan dalam membangun suatu bangunan seperti rumah, atap, lantai dan sebagainya serta banyak di temukan di toko bahan bangunan, kawasan industri, pabrik dan sebagainya. Lalu bagaimana bahan tersebut dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang serius ?

Asbes memang bukan merupakan bahan berbahaya bagi tubuh bila bentuknya masih berupa asbes dan dalam kondisi baik, asbes baru akan berubah menjadi zat yang berbahaya bagi tubuh apabila asbes ini keadaannya sudah rusak dan mulai berubah bentuk menjadi debu halus yang mengandung serat asbes. 

Begitu asbes berubah bentuk menjadi debu halus, maka mereka yang setiap hari berkutat di lingkungan pekerjaan yang dipenuhi debu halus dari asbes tersebut akan mau tidak mau menghirup debu debu halus asbes tersebut yang mengandung serat asbes.

Serat asbes yang terhirup masuk ke paru paru manusia, lama kelamaan akan mengalami penumpukan dan menyebabkan kerusakan secara bertahap pada paru-paru orang tersebut, paru-paru yang perlahan rusak tersebut akan mengganggu dan menghambat sistem pernafasan dan mempengaruhi kemampuan oksigen untuk menyerap dan masuk ke dalam aliran darah

Terhirupnya serat asbes masuk ke dalam paru-paru tidak akan secara langsung merusak dan memberikan penyakit serius pada paru paru, butuh waktu lama dan hitungan tahunan (biasanya di kisaran waktu 20 tahunan) sampai serat asbes tersebut menumpuk dan menyebabkan penyakit fibrosis paru bagi tubuh manusia.

Layaknya penyakit pada umumnya, pasien penderita penyakit asbestosis atau fibrosis paru pun akan memunculkan beberapa gejala umum seperti:

  • Nafas yang cenderung pendek
  • Dada yang nyeri dan terasa seperti ada yang mengikat
  • Batuk kering tanpa dahak yang tak kunjung sembuh
  • Nafsu makan yang menurun dan menghilang sehingga pasien akan mengalami penurunan berat badan
  • Ujung jari yang menggembung (menjadi lebih bulat, lebar dan besar) atau bisa juga disebut clubbing finger hingga bentuk kuku yang berubah menjadi tidak normal atau deformitas kuku
  • Tubuh akan merasa sangat lelah 
  • Bunyi napas mengi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas penyebab utama dari penyakit asbestosis atau fibrosis paru ialah paparan debu halus yang mengandung serat asbes.

Maka dengan itu otomatis para pasien dari penyakit satu ini mayoritas ialah mereka yang memang berkerja di lingkungan kerja yang penuh dengan paparan material asbes seperti para pekerja bangunan, pekerja tambang, pekerja pemasang listrk, mekanin dan teknisi pemasangan rel dan sebagainya.

Penyakit asbestosis juga bisa semakin parah apabila penderita merokok setiap harinya. Karena kegiatan merokok yang rutin dilakukan tentunya akan mengurangi volume udara dalam paru-paru dan menyebabkan emfisema.

Untuk mengobati penyakit asbestosis sendiri umumnya pasien akan diberikan terapi pengobatan berupa terapi oksigen yang berfungsi untuk membantu pernafasan pasien agar lebih lancar.

Selain itu para pasien penderita asbestosis juga akan diberikan vaksinasi berupa vaksinasi flu dan pneumonia agar resiko infeksi paru paru dapat dikurangi.  Namun jika berbagai upaya pengobatan belum menghasilkan, maka dokter akan meminta pasien melakukan operasi transplantasi paru paru untuk menyelamatkan nyawa si pasien.  


Referensi

American Lung Association (2018). Lung Health and Disease. Asbestosis.

Delgado, et al. Healthline (2016). Asbestosis.

Kuku, O. Parker, DL. Diagnosis and Management of Asbestosis. Minnesota Medicine, 83(11), pp. 47-49.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Pertanyaan dan jawaban lain tentang kondisi ini

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit