Doctor men
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Doctor men
Ditinjau oleh
DR AHMAD MUHLISIN

Operasi Gigi Bungsu (odontektomi)

Update terakhir: SEP 22, 2019 Tinjau pada SEP 22, 2019 Waktu baca: 5 menit
Telah dibaca 1.208.676 orang

Saat memasuki usia remaja menuju dewasa, sekitar 17 - 25 tahun, umumnya ada saat dimana orang akan mengalami rasa menyakitkan pada gigi geraham sebelah belakang bahkan hingga disertai demam. Kondisi ini biasanya diakibatkan tumbuhnya gigi geraham bungsu atau gigi molar ke 3.

Ini adalah hal yang normal, namun jika terjadi kelainan pada pertumbuhan gigi bungsu, beberapa skenario mungkin harus dilakukan untuk menghindari terjadinya masalah yang lebih parah. Salah satu prosedur yang kerap dilakukan adalah operasi gigi bungsu atau odontektomi untuk mengatasi pertumbuhan gigi bungsu yang tidak normal dan berisiko membahayakan.

Mengapa Gigi Bungsu Harus di Cabut?

Pencabutan gigi bungsu melalui operasi ini seharusnya tidak perlu dilakukan jika gigi tersebut dalam kondisi sehat, telah erupsi secara sempurna dan posisi tumbuhnya benar serta sesuai dengan gigi di sampingnya.

Namun, terkadang gigi bungsu mengalami impaksi (tidak erupsi atau tumbuh dengan benar) sehingga menyebabkan masalah pada gigi dan gusi di sekitarnya. Sisa makanan dan bakteri mudah terperangkap pada area di sekitar gigi bungsu yang kemudian menyebabkan plak. Plak inilah yang sering menjadi penyebab munculnya beberapa masalah yang mengharuskan gigi bungsu dicabut, diantaranya seperti berikut:

  • Gigi berlubang. Kondisi ini muncul ketika plak mulai menghancurkan permukaan gigi. Ketika sudah lebih parah, akan muncul lubang pada gigi dan dapat mempengaruhi area sekitar gigi. Hal ini juga bisa terjadi pada gigi bungsu.
  • Munculnya penyakit gusi seperti gingivitis atau priodontitis. Masalah ini muncul jika plak yang terbentuk mengeluarkan toksin yang dapat mengiritasi gusi, membuatnya menjadi merah, bengkak dan nyeri. Penyakit gusi ini bisa juga terjadi pada gigi bungsu dan area sekitarnya.
  • Perikoronitis. Kondisi ini terjadi ketika plak menginfeksi jaringan yang mengelilingi gigi bungsu.
  • Selulitis. Merupakan infeksi pada mulut, lidah dan tenggorokan, kondisi ini juga bisa terjadi di gigi bungsu.
  • Abses. Terjadi ketika nanah terkumpul di sekitar gigi bungsu atau jaringan di sekitarnya karena adanya infeksi bakteri.
  • Kista atau tumor jinak. Gigi bungsu yang tidak erupsi atau keluar dari gusi dapat menyebabkan kista berupa benjolan yang berisi cairan, meskipun hal ini jarang terjadi.

Beberapa masalah pada gigi diatas dapat disembuhkan dengan antibiotik atau obat kumur antiseptik. Namun jika cara biasa tidak dapat menyembuhkan kondisi itu, odontektomi merupakan pilihan yang harus dilakukan untuk menghindari kondisi yang lebih buruk lagi.

Kapan Operasi Gigi Bungsu Harus Dilakukan ?

Doker gigi umumnya akan menyarankan operasi gigi bungsu jika terjadi beberapa kondisi berikut:

  • Mengganggu gigi lainnya. Gigi bungsu yang tumbuh miring akan menekan gigi di sampingnya sehingga menyebabkan nyeri parah saat menggigit.
  • Kerusakan rahang. Kista dapat terbentuk disekitar gigi bungsu yang bermasalah, kondisi ini dapat memengaruhi rahang bahkan menyebabkan kerusakan saraf di rahang.
  • Masalah sinus. Masalah pada gigi bungsu dapat berpengaruh pada sinus dan dapat menyebabkan nyeri, tekanan dan kemampatan pada sinus.
  • Pembengkakan gusi. Jaringan gusi disekitar gigi bungsu dapat membengkak sehingga akan sulit dibersihkan dan diobati jika terjadi infeksi.
  • Gigi berlubang. gusi yang membengkak dapat membentuk ruang antara gigi yang akan menyuburkan bakteri dan berujung pada gigi berlubang.

Apa itu Operasi Gigi Bungsu atau Odontektomi?

Gigi bungsu yang sedang tumbuh dapat menimbulkan masalah jika tumbuhnya terhalang sehingga tetap berada di dalam gusi atau tumbuh dalam posisinya miring sehingga membahayakan tulang rahang atau gigi di sampingnya. Terkadang gigi bungsu juga mengalami infeksi yang parah, hal ini tentunya akan sangat menyakitkan dan mengganggu proses pengunyahan. Dalam kondisi demikian dokter gigi umumnya akan menyarankan untuk dilakukan pencabutan dengan pembedahan gigi yang disebut odontektomi atau operasi gigi bungsu.

Bagaimana Prosedur Operasi Gigi Bungsu ?

Prosedur odontektomi merupakan operasi yang berisiko, jadi pastikan prosedur ini dilakukan oleh ahli bedah mulut profesional dengan peralatan yang memadai. Jika dokter merekomendasikan dilakukan operasi gigi bungsu, umumnya akan dilakukan pengambilan citra rontgen gigi untuk mengetahui letak dan kondisi gigi secara lebih jelas. Umumnya operasi odontektomi berlangsung selama 45 menit tergantung keparahan kondisinya.

Beberapa tahapan berikut adalah prosedur yang harus dilewati dalam operasi gigi bungsu:

1. Anastesi

Sebelum pencabutan gigi bungsu dilakukan, pasien akan diberikan suntikan anastesi lokal pada akar gigi dan area sekitarnya. Jika hal ini membuat pasien takut (terutama anak-anak) dokter biasanya akan memberikan anastesi tambahan berupa sedatif yang membantu pasien lebih rileks dan bahkan tertidur selam proses operasi.

2. Operasi Pencabutan gigi bungsu

Jika gigi bungsu belum erupsi atau keluar dari gusi, sayatan kecil akan dibuat agar lebih mudah mengakses gigi ini. Sebagian tulang rahang disekitar gigi juga akan disingkirikan dengan bor untuk mempermudah pencabutan gigi bungsu. Gigi juga dapat dipotong menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dicabut. Untuk gigi yang sudah muncul cukup banyak di permukaan gusi, sayatan atau incisi umumnya tidak diperlukan.

Proses operasi gigi bungsu seharusnya tidak menyakitkan, karena pemberian anastesi di awal akan membuat gusi dan sekitarnya menjadi mati rasa. Namun, jika muncul rasa sakit selama proses sampaikan segera pada dokter gigi agar dilakukan penambahan dosis anastesi.

2. Pemulihan pasca operasi

Setelah proses pencabutan gigi bungsu selesai, penutupan bagian yang sebelumnya disayat akan dilakukan dengan dijait. Biasanya dibutuhkan 7 sampai 10 hari hingga benang jahitannya larut dan luka mulai sembuh.

Dokter gigi biasanya akan memberikan kasa yang diletakkan pada gigi yang dicabut dan mengharuskan Anda menggigitnya selama kurang lebih satu jam. Hal ini dilakukan agar terjadi penggumpalan darah pada rongga gigi bekas gigi yang dicabut. Bekuan darah ini merupakan proses penting penyembuhan, jadi jangan sampai membiarkannya rusak atau terlepas dari rongga gigi.

Umumnya pembengkakan dan rasa tidak nyaman setelah proses operasi akan terasa hingga 3 hari atau lebih. Selalu ikuti anjuran dari dokter agar proses penyembuhan jadi lebih cepat. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda lakukan setelah operasi odontektomi:

  • Gunakan ice pack atau kompres es pada wajah untuk meredakan pembengkakan dan perubahan warna pada kulit pipi.
  • Buka dan tutup mulut secara perlahan untuk melatih rahang.
  • Makan makanan yang lembek seperti sup, pasta atau bubur.
  • Konsumsi banyak air putih.
  • Gunakan obat yang diresepkan dokter untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan yang timbul.
  • Hubungi dokter jika muncul demam atau jika nyeri dan pembengkakan terjadi tidak membaik.

Karena kondisi gigi yang masih rentan dari kemungkinan terjadinya komplikasi, sebaiknya hindari beberapa hal berikut ini:

  • Jangan minum menggunakan sedotan, karena menghisap dapat melonggarkan bekuan darah pada bekas gigi yang dicabut dan hal ini sangat berbahaya untuk proses penyembuhan.
  • Jangan membersihkan mulut terlalu keras, bersihkan mulut dengan berkumur air garam secara perlahan.
  • Hindari makanan yang keras dan krispi yang dapat menggores luka pada area gigi yang dicabut.
  • Jika Anda merokok, berhentilah. Rokok dapat memperlambat penyembuhan luka.

Komplikasi yang Mungkin Terjadi Setelah Odontektomi

Operasi gigi bungsu merupakan tindakan medis yang cukup berisiko, beberapa komplikasi yang mungkin muncul diantaranya:

  • Dry socket atau osteitis alveolar. Kondisi ini terjadi ketika bekuan darah gagal terbentuk pada soket gigi, atau jika gumpalan darah ini terlepas.
  • Cedera saraf. Kondisi ini bisa berefek sementara atau permanen, gejalanya berupa rasa sakit yang parah atau mati rasa.
  • Infeksi. Gejala umumnya berupa kenaikan suhu tubuh, keluar cairan kuning atau putih dari area gigi yang dicabut dan sakit yang terus menerus disertai bengkak yang berdarah.

Segera temui dokter gigi jika tanda-tanda infeksi muncul setelah operasi atau jika terjadi pendarahan berat dari area yang dicabut giginya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Punya pertanyaan? Tanyakan kepada dokter di bawah ini

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.
Submit