Operasi Bypass Jantung

Dipublish tanggal: Mar 17, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Apr 24, 2019 Waktu baca: 5 menit
Operasi Bypass Jantung

Operasi bypass jantung atau operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) adalah sebuah prosedur penanganan penyakit jantung koroner untuk mengembalikan aliran darah ke arteri koroner yang terhambat agar menjadi normal kembali dengan membuat saluran baru yang diambil dari pembuluh darah (baik arteri maupun vena)  kita yang sehat.

Operasi bypass jantung dilakukan dengan membuat saluran baru melewati arteri koroner yang mengalami penyempitan dan juga penyumbatan sehingga ada aliran darah baru yang membawa oksigen ke jantung.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Saluran baru yang dibuat berasal dari pembuluh darah nadi dan pembuluh darah balik dari bagian tubuh lain, kemudian dicangkokkan ke arteri koroner yang mengalami penyempitan dan penyumbatan.             

Mengenai Operasi Bypass Jantung

Namun, tidak semua penderita jantung koroner membutuhkan operasi bypass jantung. Hanya beberapa pasien tertentu saja yang gagal dalam mengubah perilaku hidup yag sehat dan sudah melakukan terapi dengan obat-obatan dengan dosis tinggi. 

Operasi bypass jantung bertujuan untuk meningkatkan aliran darah dalam pembuluh nadi jantung dan menghilangkan nyeri dada sebelah kiri. 

Operasi bypass jantung dapat dilakukan apabila sudah terdapat banyak penyempitan dan penyumbatan pada saluran arteri dan pada operasi bypass tradisional biasanya membutuhkan waktu 3-6 jam. 

Pasien akan diberikan bius total sehingga pasien akan tertidur selama proses operasi. Ketika operasi, tulang dada beserta rusuk akan dibuka agar memudahkan dokter mudah mencapai jantung. 

Prosedur Operasi Bypass

Berikut adalah prosedur umum yang harus dilakukan oleh pasien sebelum, saat dan setelah operasi bypass.

Iklan dari HonestDocs
Beli Obat Anestesi via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 22

Menjelang operasi bypass

  • Tubuh harus dalam keadaan sehat. Jika menderita sakit terutama influenza, harus segera memberitahu dokter untuk menghindari efek samping akibat operasi.
  • Menghentikan konsumsi berbagai jenis obat dan suplemen jantung terbaik seminggu sebelum operasi. Bawa obat-obatan yang selama ini dikonsumsi pada dokter untuk menentukan jenis pengobatan yang akan diberikan.
  • Rawat inap 1-2 hari menjelang hari H operasi.
  • Puasa sejak malam menjelang hari H operasi.
  • Membersihkan seluruh badan dari ujung kepala hingga ujung kaki sejak malam sebelum operasi
  • Pemeriksaan fungsi EKG jantung, tes urine, tes darah, dan foto rontgen dada atau CT scan jantung.

Saat operasi bypass

  • Ketika operasi bypass jantung berjalan, jantung akan dihentikan detaknya kemudian suhu jantung didinginkan. Para dokter akan menyuntikkan cairan pengawet ke arteri jantung. Hal ini untuk mengurangi kerusakan karena penurunan aliran darah selama operasi berlangsung.
  • Sirkulasi darah dan pernafasan akan dialihkan menggunakan mesin sehingga oksigen tetap mengalir kedalam tubuh pasien selam operasi berlangsung.
  • Pembuluh darah utama yang terdapat di tubuh (Aorta) akan dijepit ketika operasi bypass jantung berlangsung. Hal ini agar tidak terjadi aliran darah selama operasi berjalan.
  • Off-Pump Coronary Artery Bypass Grafting ada metode operasi bypass jantung paling banyak digunakan pada zaman sekarang. Metode ini dapat mengurangi komplikasi yang sewaktu-waktu dan juga untuk proses penyembuhan yang cepat sedangkan mode lain bekerja dengan memotong sedikit bagian dada penderita yang mengalami penyumbatan pembuluh darah tepat didepan jantung dan sumbatan terdapat pada arteri.
  • Pembuluh darah yang digunakan untuk pencangkokan dalam operasi bypass jantung adalah pembuluh vena shapena yang terdapat pada tungkai kaki bagian bawah.
  • Pembuluh vena tersebut dijahit dengan arteri koroner melalui bagian yang mengalami penyumbatan. Manfaat vena tersebut dapat mengalirkan darah pada tungkai bawah yang akan diganti dengan vena yang berukuran kecil. Ada lagi yang digunakan sebagai bahan untuk mencangkok arteri jantung yakni arteri mamaria internal kiri yang ada didalam dada.
  • Arteri ini akan dipisahkan ari dinding dada kemudian dihubungkan dengan arteri korner yang mengalami hambatan dan tersumbat.
  • Arteri mamaria ini memiliki kelebihan penggunaan yang lebih lama namun panjangnya hanya terbatas sehingga hanya dapat dipakai untuk penyempitan yang dekat. Menggunakan arteri mamaria juga membutuhkan waktu yang lebih lama ketika operasi karena proses pemisahan dari dinding dada. Sehingga arteri mamaria tidak bisa digunakan ketika operasi dadurat. Untuk mencari jalan lain, bisa juga digunakan arteri pada tungkai atas.

Setelah operasi bypass (waktu pemulihan)

Lama waktu pemulihan setelah operasi berkisar antara 7 – 10 hari dengan perawatan sebagai berikut:

  • Perawatan di ruang ICU selam 1-2 hari. Pada masa perawatan ini akan dipantau apakah ada efek pasca operasi seperti rasa nyeri, penurunan curah jantung, perubahan cairan, perubahan tekanan darah, perdarahan, infeksi pada luka bekas operasi, disfungsi syaraf, dan sebagainya. (Baca: Dampak cangkok jantung)
  • Masa pemulihan untuk melatih pasien menggerakkan tangan maupun kaki, duduk, berdiri dan jalan. Setelah pasien mampu melakukan aktivitas fisik sederhana, maka pasien akan dipulangkan.
  • Rawat jalan dilakukan oleh pasien supaya kondisi jantung tetap terpantau. Kesehatan dan kemampuan jantung akan dipantau melalui beberapa tes.

Hal terpenting setelah melakukan operasi bypass jantung adalah perawatan yang harus dilakukan pasien untuk pemulihan kesehatan yang optimal. 

Selain pengawasan dan pengobatan dari dokter selama rawat jalan, pasien juga harus menjaga kesehatan dirinya dan jantungnya dengan memperhatikan pola makan sehat serta melakukan pola hidup sehat.

Macam Teknik Operasi Bypass

Ada beberapa teknik operasi bypass yang bisa dilakukan, masing-masing dengan keuntungan dan kerugiannya. Dokter akan memilih teknik yang paling sesuai dengan penderitanya. Beberapa macam teknik operasi bypass yaitu:

On-Pump Coronary Artery Bypass Grafting 

Teknik ini menggunakan mesin jantung-paru (heart-lung machine) untuk menggantikan peran jantung. Pada saat operasi, jantung dihentikan untuk memudahkan pemasangan graft, dan tugasnya digantikan oleh mesin jantung-paru.

Off-Pump Coronary Artery Bypass Grafting 

Teknik ini adalah teknik yang paling sering dipakai oleh para ahli bedah jantung. Teknik operasi bypass ini tidak menggunakan mesin jantung-paru. Jantung masih tetap berdenyut selama pelaksanaan operasi.  Alat yang digunakan adalah alat penstabil jantung yang memudahkan ahli bedah melakukan pemasangan graft tanpa terganggu dengan denyut jantung.

Minimally Invasive Direct Coronary Artery Bypass Grafting 

Teknik ini merupakan teknik paling baru dan paling jarang dilakukan. Pada teknik ini, tindakan operasi hanya memerlukan beberapa sayatan kecil pada di sisi sebelah kiri di antara tulang iga. Pada operasi ini tidak diperlukan pembukaan tulang dada dan tidak membutuhkan alat pompa jantung paru. Biasanya dilakukan hanya untuk pembuatan bypass graft untuk satu pembuluh darah di depan.

Port -access artery bypass procedure

Dokter akan melakukan pembedahan dengan membuat sayatan kecil yang disebut port. Prosedur ini menggunakan cangkok arteri dan vena serta bantuan alat pompa jantung paru

Robot assited technique

Teknik ini menggunakan bantuan video kamera yang dimasukkan pada jantung yang dikontrol oleh dokter saat melakukan bypass.

28 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Brown A. Allscripts EPSi. Mayo Clinic, Rochester, Minn. Aug. 14, 2018.
Aranki S, et al. Early cardiac complications of coronary artery bypass graft surgery. https://www.uptodate.com/contents/search.
Patel MR, et al. ACC/AATS/AHA/ASE/ASNC/SCAI/SCCT/STS 2017 appropriate use criteria for coronary revascularization in patients with stable ischemic heart disease. Journal of the American College of Cardiology. 2017;69:2212.

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app