Seks dan Hubungan

Benarkah Obesitas dapat Meningkatkan Risiko Pubertas Dini

Dipublish tanggal: Feb 14, 2019 Update terakhir: Agu 4, 2020 Waktu baca: 2 menit
Benarkah Obesitas dapat Meningkatkan Risiko Pubertas Dini

Ringkasan

Buka

Tutup

  • Obesitas atau berat badan berlebih yang terjadi pada anak-anak tak hanya berdampak pada kesehatan fisik saja, tetapi diperkirakan juga dapat mempengaruhi perubahan hormon
  • Perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh yang terjadi lebih cepat dan menyebabkan terjadinya pubertas dini
  • Orang tua perlu memperhatikan asupan gizi anak dan rutin berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah obesitas serta risiko kesehatan lain, termasuk pubertas dinin

Tak hanya orang dewasa yang mungkin mengalami obesitas atau memiliki berat badan berlebih, tetapi juga anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Selain akan mempengaruhi penampilan dan kondisi kesehatan, tetapi obesitas juga ternyata dapat mempengaruhi perubahan hormon dalam tubuh.

Secara umum, obesitas terjadi karena faktor pola hidup yang tidak sehat, tetapi juga bisa terjadi karena faktor genetik (keturunan). Hal ini jika dibiarkan dapat mempengaruhi kesehatan dan menimbulkan risiko penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, hingga kolesterol.

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Selain itu, obesitas pada anak-anak juga dapat berdampak pada masa pertumbuhan dan perkembangannya, termasuk masa puber (pubertas) yang terjadi lebih awal. Hal ini bisa disebabkan karena terjadinya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

Bahkan tak hanya berdampak pada perubahan hormon yang terjadi lebih awal, tetapi para remaja yang mengalami pubertas dini juga cenderung mempengaruhi kesehatan psikologis termasuk gangguan mental.

Masa pubertas pada pria dan wanita

Masa pubertas sendiri adalah masa di mana anak-anak akan mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan alat reproduksi untuk siap menjadi pria atau wanita dewasa. Masa pubertas normal umumnya terjadi di usia 12-16 tahun bagi pria dan usia 10-14 tahun bagi wanita.

Meski begitu, tidak semua orang mengalami masa pubertas secara normal, beberapa di antaranya mungkin mengalami masa pubertas lebih awal (pubertas dini). Disebut pubertas dini jika masa perkembangan dan pertumbuhan telah terjadi di usia 9-14 tahun pada pria dan usia 8-12 tahun pada wanita.

Pubertas sendiri dibagi menjadi 2, yaitu:

Baca juga: Dikejar Masa Pubertas, Apa yang Terjadi dan yang Perlu Diketahui?

Iklan dari HonestDocs
Beli Alat Kontrasepsi & Hormon via HDmall

Gratis Ongkir Seluruh Indonesia ✔️ Bisa COD ✔️ GRATIS Konsultasi Apoteker ✔️

Default internal ads 7

Hubungan antara obesitas dan pubertas dini

Masalah berat badan yang berlebih atau obesitas tak hanya berdampak pada jumlah lemak yang menumpuk di dalam tubuh, tetapi juga bisa mempengaruhi produksi hormon tertentu dalam sistem reproduksi. Peningkatan produksi itulah yang dapat mempercepat masa pubertas. Tetapi walau begitu, belum ada penelitian lanjutan yang dapat memastikan hal tersebut.

Pubertas dini juga bisa disebabkan karena beberapa hal lain, di antaranya faktor genetik, pengaruh zat tertentu yang dikonsumsi, ataupun mengalami kelainan seperti McCune-Albright syndrome.

Dampak pubertas dini bagi kesehatan juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita, sementara pada pria memungkinkan risiko terjadinya kanker testis ketika dewasa. Oleh karena itu, perlu diperhatikan oleh para orang tua terkait kondisi kesehatan anak.

Yang perlu dilakukan oleh para orang tua

Cara mengurangi risiko dan dampak buruk dari obesitas terhadap kesehatan anak yang perlu dilakukan oleh para orang tua antara lain:

  • Memperhatikan asupan kalori dan gizi pada anak (batasi jika diperlukan)
  • Menerapkan pola hidup sehat, termasuk makanan sehat dan olahraga
  • Rutin memeriksakan anak ke dokter dan berkonsultasi terkait kebutuhan gizi anak

17 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Childhood obesity and the timing of puberty. ScienceDirect. (https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1043276009000587)
Lee JM, Kaciroti N, Appugliese D, Corwyn RF, Bradley RH, Lumeng JC. Body Mass Index and Timing of Pubertal Initiation in Boys. Arch Pediatr Adolesc Med. 2010;164(2):139–144. doi:10.1001/archpediatrics.2009.258. JAMA Network. (https://jamanetwork.com/journals/jamapediatrics/fullarticle/382792)
Early puberty linked with obesity in women. International Federation of Gynecology and Obstetrics (FIGO). (https://www.figo.org/news/early-puberty-linked-obesity-women-0015872)

Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Tanya Dokter

Kami tidak akan mengungkapkan nama dan informasi Anda


Lampirkan file (foto atau video)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
Seperti riwayat pengobatan atau foto gejala (jika ada)
* Jangan khawatir! Kami menjaga kerahasiaan file Anda. Hanya Anda dan dokter yang dapat melihat file tersebut.

Periksa ke rumah sakit atau klinik untuk informasi lebih lanjut.

Submit
Buka di app