HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
Ditulis oleh
HONESTDOCS EDITORIAL TEAM
DR VINA SETIAWAN
Ditinjau oleh
DR VINA SETIAWAN

Tryptophan: Manfaat, Dosis, & Efek Samping

Dipublish tanggal: Feb 22, 2019 Update terakhir: Okt 12, 2020 Tinjau pada Jun 20, 2019 Waktu baca: 3 menit

Tryptophan sering digunakan dalam pengobatan alternatif sebagai bantuan paling efektif untuk membantu meringankan gejala premenstrual dysphoric disorder seperti mood swing dan rasa terganggu, selain itu juga banyak digunakan untuk membantu pasien berhenti merokok.

Selain itu tryptophan juga banyak dimanfaatkan untuk mengobati nyeri wajah, sakit gigi atau meningkatkan kinerja atletik, mengobati gangguan tidur, kecemasan, depresi dan attetion deficit hyperactive disorder (ADHD) namun penelitian menunjukan bahwa obat ini tidak efektif dalam mengobati kondisi tersebut.

Trytophan merupakan Asam amino yang dihasilkan dari tumbuhan atau hewan. Trytophan sangat penting fungsinya untuk banyak organ tubuh, jenis asam amino yang sering disebut Asam amino esensial ini tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. 

Ketika tryptophan dikosumsi, tubuh mengubahnya menjadi hormon serotonin, hormon ini berfungsi untuk menyalurkan sinyal antar sel saraf, Jumlah serotonin di dalam otak berdampak pada suasana hati pasien.

Tryptophan banyak dijual dalam bentuk suplemen herbal di pasaran, namun juga dapat ditemukan pada beberapa jenis makanan terutama yang mengantung tinggi protein seperti:

  • Kedelai atau produk olahan kedelai
  • Susu
  • Kacang tanah
  • Keju
  • Telur
  • Ayam
  • Ikan
  • Labu atau biji wijen
  • Coklat

Walaupun trytophan merupakan suplemen yang mudah dibeli di pasaran, penting untuk melakukan konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk sebelum menngosumsi produk ini.

Efek samping dari obat Tryptophan

Walau merupakan suplemen, beberapa pasien yang menggunakan tryptophan juga mengalami efek samping yang tidak diinginkan, pada tahun 1989, pasien yang mengosumsi mengalami eosinophilia myalgia syndrome (EMS) dan menyebabkan kematian kepada beberapa pasien. 

Tryptophan yang dikosumsi ternyata mengandung bahan yang tidak murni, karena itu penting untuk membeli suplemen dari sumber yang terpercaya.

Tidak banyak efek samping yang diberitakan pada pasien yang menggunakan tryptophan, namun jika pasien mengalami gejala dibwah ini, baiknya penggunaan segera dihentikan:

  • Detak jantung yang tidak beraturan
  • Kesulitan bernapas
  • Bengkak pada bagian tubuh
  • Nyeri otot parah yang sering terjadi pada bagian pundak, kaki, leher
  • Rasa capai yang tidak normal
  • Lemas, mati rasa, geli dan terasa terbakar terutama di malam hari
  • Gemetar atau berkedut
  • Perubahan pada kulit seperti kulit kering, pecah
  • Rambut rontok

Beberapa efek samping yang sering terjadi seperti:

  • Masalah seksual
  • Sakit kepala
  • Masalah penglihatan
  • Sakit perut, mual, muntah, diare
  • Mulut kering
  • Selalu merasa kantuk atau kepala terasa ringan seperti ingin pingsan 

Jangan mengosumsi tryptophan tanpa konsultasi dokter jika pasien sedang hamil karena produk ini tergolong tidak aman untuk ibu hamil, walaupun belum jelas apakah produk ini dapat disalurkan melalui ASI, ibu menyusui tidak boleh mengosumsi produk ini tanpa ijin dokter.

Dikatakan juga bahwa suplemen tryptophan dapat memperburuk kondisi penyakit organ hati dan ginjal, karenanya jangan menggunakan produk ini jika pasien pernah mengalami gangguan ginjal atau hati.

Yang perlu diketahui sebelum penggunaan Tryptophan

Pasien tidak boleh menggunakannya jika alergi terhadap tryptophan, reaksi alergi dapat berupa kesulitan bernapas, bengkak pada wajah, lidah dan leher, kepala terasa ringan seperti ingin pingsan.

Selain itu untuk memastikan jika tryptophan aman untuk digunakan, pasien harus berkonsultasi dengan dokter atau apoteker profesional jika memiliki:

  • Penyakit organ hati
  • Gangguan otot seperti fibromyalgia
  • Eonsinophilia
  • Penyakit organ ginjal

Tryptophan dapat membantu mengatasi gejala dalam beberapa kondisi kesehatan, tetapi juga dapat meningkatkan serotonin terlalu banyak, terutama ketika digabungkan dengan pengobatan:

  • MAO inhibitor
  • Obat narkotik untuk penghilang sakit seperti meperidine atau tramadol
  • Pengobatan migrain
  • Obat batuk sirup yang mengadung dextromethorpan
  • Tricylic antidepressant (TCA)
  • Obat penenang seperti diazepam, clonazepam, lorazepam
  • Obat untuk gangguan mental seperti thioridazine, fluphenazine, chlorpromazine

Interaksi obat berbahaya dapat terjadi jika pasien sedang dalam pengobatan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI), pasien harus berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum menggunakan tryptophan. Interaksi dapat terjadi dengan beberapa obat depresi dibawah ini:

Sementara itu interaksi juga dapat terjadi jika digunakan dengan produk herbal lain seperti:

  • Valerian
  • Skullcap
  • St. John’s wort
  • Kava
  • Jamaican dogwood
  • Hops
  • Catnip
  • Calamus
  • California Poppy
  • 5-hydroxytrytophan

Suplemen merupakan produk olahan yang ditujukan untuk melengkapi zat gizi yang tidak tidak dapat dihasilkan oleh tubuh dan minim kandungannya dalam makanan harian namun penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat mengakibatkan hal yang tidak diinginkan.


18 Referensi
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Artikel ini hanya sebagai informasi obat, bukan anjuran medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter atau apoteker mengenai informasi akurat seputar obat.

Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?
(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Buka di app